• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Meneladani Ekalaya di Era Merdeka Belajar

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 5, 2023
in Feature
0
Meneladani Ekalaya di Era Merdeka Belajar
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Agung Rifna Ajie, Guru Pendidikan Sosiologi SMA

Jakarta – Dalam epos Mahabharata ada kisah sampingan yang menarik untuk dibahas, yaitu cerita tentang seorang pemuda –pangeran dari Nisada, suku berkasta rendah (Sudra) yang mempunyai tekad sangat kuat untuk belajar seni perang, terutama memanah. Pemuda itu bernama Ekalaya.

Kita tidak akan membahas keseluruhan kisah Ekalaya yang harus merelakan ibu jarinya untuk diberikan kepada guru Drona karena telah berlaku tidak sopan dengan mengaku-ngaku sebagai murid guru Drona. Bahasan di sini lebih kepada bagaimana tekad Ekalaya, yaitu tidak ada yang bisa menghalangi niatnya untuk belajar.

Meski tahu dia berasal dari kasta rendah, Ekalaya berani menemui dan mengutarakan niatnya untuk belajar kepada guru Drona, guru agung yang mashyur sakti luar biasa dan terikat sumpah untuk hanya akan mengajarkan ilmunya kepada para pangeran Kuru: Pandawa dan Kurawa.

Tentu saja guru Drona menolak Ekalaya sebagai muridnya. Namun tak berputus asa, Ekalaya kemudian pergi ke hutan. Dia mengukir sebuah patung tanah liat yang menyerupai guru Drona, melakukan bakti di depannya, dan berlatih memanah secara mandiri seolah-olah dalam pengawasan guru Drona untuk memotivasi diri. Singkat cerita, Ekalaya membuat terkesima para pangeran Kuru, sampai membuat guru Drona khawatir bahwa kemampuan Ekalaya mungkin dapat mengalahkan Arjuna.

Meneladani Ekalaya

Ekalaya pembelajar mandiri yang mempunyai tekad kuat untuk menguasai keterampilan tertentu. Sosok Ekalaya yang sadar bahwa dia berasal dari kasta rendah dan mendapatkan penolakan untuk belajar dari guru Drona seharusnya dapat menjadi inspirasi bahwa tidak ada yang bisa menghalangi niat kita untuk belajar.

Berbeda dengan Ekalaya, sesungguhnya kita hidup pada era digital yang mempunyai akses terhadap sumber belajar sangat melimpah, tak terbatas. Sumbernya tersedia dalam bentuk yang berbeda-beda sesuai selera kita, seperti tulisan, video, suara, dan sebagainya yang semestinya kita dapat lebih dari Ekalaya untuk menjadi pembelajar mandiri.

Ekalaya adalah contoh bahwa siswa dapat belajar tanpa bergantung pada seorang guru, bahwa dengan niat, tekad, dan semangat seorang siswa dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan.

Sebagai seorang guru, saya melihat siswa sebagai lembar kosong yang kita isi. Namun subyek yang mempunyai bekal. Mereka datang dengan membawa kemampuan, kebutuhan, bakat, dan minat yang berbeda-beda.

Di sisi lain, sebagai guru saya mempunyai keterbatasan akan pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan pengalaman belajar yang maksimal kepada mereka sesuai latar belakangnya. Dengan akses sumber pengetahuan yang tak terbatas sekarang, tentu peran guru sebagai sumber pengetahuan dapat digantikan dengan mudah. Maka peran guru juga harus berubah dalam merancang pembelajaran.

Pembelajaran harus diarahkan agar siswa menjadi pembelajar mandiri. Dengan menjadikan siswa sebagai pembelajar mandiri bukan berarti kita meninggalkan siswa tanpa diawasi. Namun menerapkan hubungan kemitraan yang setara, menjadi mitra tidak harus tahu segalanya, tetapi dapat dimulai dengan menjadikan ruang kelas menjadi tempat bertukar pengetahuan antara guru dan siswa, maupun antar sesama siswa.

Bertukar pengetahuan berarti menerapkan aktivitas interaksi yang saling menguntungkan satu sama lain dengan mengungkapkan pikiran, pendapat, informasi yang dimiliki, bahkan memecahkan masalah bersama demi kegiatan belajar bersama.

Dengan begitu siswa dan guru akan sama-sama menjadi pribadi seperti halnya Ekalaya, yakni pembelajar mandiri di era Merdeka Belajar.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa 4 April 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Diberhentikan Dengan Hormat Dari Jabatannya, Endar Priantoro Merasa Kecewa Dengan Internal KPK

Next Post

Ketidakpastian Pemilu dan Rem Mendadak Caleg

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah
Feature

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026
Feature

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Next Post
Pakar: Putusan Tunda Pemilu PN Jakpus Tak Perlu Dipatuhi!

Ketidakpastian Pemilu dan Rem Mendadak Caleg

Koalisi Sipil: Usut Tuntas Dugaan KKN Wamenkumham EOSH

Koalisi Sipil: Usut Tuntas Dugaan KKN Wamenkumham EOSH

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

May 3, 2026
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang

Prabowo: Kritik Tak Digubris – Penderitaan Bangsa Lain Direduksi

May 3, 2026
Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

May 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist