• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Ketika Intelektual Kehilangan Moral: Negeri pun Menanggung Kemunafikan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
December 13, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Setahun lalu, pidato serah terima jabatan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Suharso Monoarfa kepada Rachmat Pambudy menyimpan pesan yang menarik untuk diselami lebih dalam. Saat itu, Prof. Rachmat Pambudy menegaskan bahwa Bappenas adalah pusat kekuatan intelektual—tempat gagasan besar dirumuskan untuk masa depan bangsa.

Pidato Kang Rachmat itu sontak membawa ingatan penulis kembali pada aksi mahasiswa tahun 1978, masa penuh dinamika politik. Salah satu momen yang begitu membekas adalah ketika seorang aktivis kampus menyuarakan kalimat yang kini terasa abadi: “Intelektual tanpa moral sama saja dengan munafik.” Sebuah pekik moral di panggung Mimbar Bebas Mahasiswa.

Apa yang disampaikan Kang Rachmat dan seruan aktivis mahasiswa 47 tahun silam itu memiliki benang merah yang kuat. Sebagai pusat kekuatan intelektual, Bappenas wajib diisi sosok-sosok yang bukan hanya cerdas secara nalar, tetapi juga tegak secara moral. Sebab intelektualitas tanpa integritas hanyalah topeng kosong.

Itulah sebabnya, dalam berbagai kesempatan Presiden Prabowo selalu menegaskan kepada para menterinya: kedepankan jiwa ksatria, jauhkan diri dari perbuatan tercela. Di bawah kepemimpinannya, kata Presiden, tidak ada ruang untuk korupsi—terutama yang menyangkut APBN. “Halal 100 persen,” begitu ia menjanjikan.

Peringatan Presiden ini penting untuk dihayati. Dalam lima tahun pemerintahannya, ia ingin Indonesia benar-benar melangkah lebih dekat menuju negara yang bebas korupsi. Kita semua tahu, ikan busuk selalu mulai dari kepalanya. Bila pemimpinnya teruji moralitasnya, barulah bangsa dapat berharap.

Komitmen Presiden Prabowo untuk membangun pemerintahan yang bersih tentu layak didukung sepenuh hati. Tugas masyarakat bukan sekadar mengacungkan jempol, tetapi juga menjadi reminder ketika muncul indikasi penyimpangan. Presiden bahkan meminta para menteri untuk segera mencopot bawahannya jika terlibat korupsi.

Belum lama ini Menteri Pertanian Amran Sulaiman mencopot tiga pejabat Kementerian Pertanian karena terbukti melakukan praktik koruptif. Langkah ini patut dicontoh para menteri lain. Betapa indahnya bila negeri merdeka ini benar-benar bersih dari korupsi.

Menjadi pemimpin bangsa memang menuntut keteguhan intelektual sekaligus moral. Walaupun banyak menteri diusulkan oleh partai politik, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden melalui hak prerogatifnya. Maka Presiden pun ikut memikul tanggung jawab bila ada pembantunya yang menyimpang dan mengecewakan rakyat.

Karena itu publik percaya, Presiden Prabowo tidak akan ragu mencopot menteri yang tidak sejalan dengan komitmennya. Jika ia meminta menteri mencopot bawahan yang korup, maka mengganti menterinya sendiri tentu lebih mudah.

Dalam pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, sudah banyak menteri diberhentikan bahkan dipenjara karena korupsi dan gratifikasi. Ada yang tertangkap OTT, ada pula yang tersandung kejahatan administratif. Kita berharap hal ini tidak terjadi dalam Kabinet Merah Putih. Menterinya memiliki intelektualitas tinggi—tentu harus diimbangi moralitas yang tinggi pula. Mereka pasti paham: intelektual tanpa moral adalah kemunafikan.

Tak mungkin sebuah bangsa mewujudkan cita-cita nasionalnya tanpa ditopang kaum intelektual dan cendekia. Pertanyaannya: intelektual seperti apa yang dibutuhkan Indonesia? Jawabannya tegas: intelektual yang bermoral.

Membangun bangsa bukan hanya membangun fisik material, tetapi juga moral spiritual. Keduanya harus hadir beriringan. Karena itu bangsa membutuhkan pemimpin yang dapat menjadi teladan—yang kata dan perbuatannya selaras, yang integritasnya menjadi suluh bagi publik.

Mengukur moral memang tidak mudah. Berbeda dengan intelektualitas yang dapat dilihat dari jenjang akademisnya. Seseorang yang bergelar profesor mestinya memiliki keunggulan intelektual dibandingkan yang bukan profesor. Tentu pernyataan ini tidak berlaku bagi profesor abal-abal yang belakangan ramai diperbincangkan.

Akhirnya, kita percaya mereka yang akan mendampingi Kang Rachmat Pambudy memimpin Bappenas adalah putra-putri bangsa yang teruji intelektualitas dan moralitasnya. Namun tetap perlu diingatkan: jangan sampai pusat kekuatan intelektual bangsa justru dipenuhi oleh kaum intelektual yang rendah moralitasnya.

(Penulis: Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sholat Jum’at: Ritualitas Suci dan Forum Silaturahmi yang Membuka Pintu Rezeki

Next Post

Bagi Buzzer/Relawan Jokowi, Masalah adalah Rezeki

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Bagi Buzzer/Relawan Jokowi, Masalah adalah Rezeki

Bagi Buzzer/Relawan Jokowi, Masalah adalah Rezeki

Sebut ada Ranjau di Internal Polri, Mahfud MD: Semua Orang Merasakan

Perpol 10/2025: Aturan Ilegal yang Mengubah Polisi Menjadi ‘Penguasa Sipil

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...