• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Bagi Buzzer/Relawan Jokowi, Masalah adalah Rezeki

Sebuah Esai Satire

Ali Syarief by Ali Syarief
December 13, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Tokoh/Figur
0
Bagi Buzzer/Relawan Jokowi, Masalah adalah Rezeki
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di negeri ini, masalah bukan sekadar sesuatu yang harus diselesaikan. Ia adalah industri. Sebuah ekosistem yang tumbuh subur, lengkap dengan rantai pasok, logistik, dan tenaga kerja terampil: para buzzer dan relawan politik yang menggantungkan hidup pada turbulensi opini publik.

Sebab bagi sebagian orang, masalah adalah musibah.
Tapi bagi buzzer dan relawan Jokowi—masalah adalah rezeki halal tanpa label halal.

Masalah: Sumber Penghasilan Paling Stabil

Sejak awal, mereka sudah tahu satu prinsip sederhana:
Semakin banyak masalah, semakin besar peluang kerja.

Setiap rumor, kegaduhan, kritik, atau suara tidak puas adalah notifikasi pekerjaan baru. Mereka tidak butuh KPIs, tidak butuh SOP, apalagi audit. Cukup tunggu satu komentar miring tentang pemerintahan, maka rekening siap menerima vitamin.

Ekonomi digital?
Ekonomi kreatif?
Salah besar.
Yang jauh lebih menjanjikan adalah ekonomi konflik.

Setiap masalah bisa dikonversi langsung menjadi engagement, thread, dan tentunya—invoice.

Jika Tak Ada Masalah? Ya Bikinlah.

Buzzer yang baik tidak menunggu masalah datang.
Ia menciptakan masalah — demi kelangsungan ekosistem.

Ketika publik mulai tenang dan fokus pada hidup masing-masing, mereka merasa terancam. Sunyi berarti tak ada kerja. Tenang berarti tidak ada permintaan produksi narasi. Maka terciptalah masalah-masalah baru yang tidak diminta:

  • Statistik manipulatif,
  • Tuduhan serampangan,
  • Narasi “kita diserang,”
  • Dan yang paling favorit: menyalahkan lawan politik yang bahkan belum buka mulut.

Masalah diciptakan bukan untuk dipikirkan, tapi untuk dikapitalisasi.

Masalah Membuat Mereka Penting

Tanpa masalah, buzzer dan relawan hanyalah barisan akun tanpa fungsi.
Tapi dengan masalah?
Mereka menjadi “PASUKAN.”

Pasukan yang konon menjaga kehormatan pemimpin—meski kenyataannya mereka menjaga arus rezeki yang mengalir dari setiap friksi sosial.

Masalah memberi mereka identitas.
Masalah memberi mereka raison d’être.
Masalah memberi mereka kesempatan untuk merasa berjasa walau sekadar mengetik lirih dari bilik kamar.

Semakin Masif Masalahnya, Semakin Megah Rezekinya

Saat ekonomi gonjang-ganjing, pengangguran naik, harga pangan meroket — para buzzer justru menikmati panen raya. Karena di atas tanah yang retak, narasi tumbuh lebih cepat daripada padi di era krisis.

Pemerintahan rapuh?
Itu ladang basah.

Setiap kegagalan pemerintah bukan dipandang sebagai PR, tetapi sebagai kebutuhan operasional. Semakin besar kekecewaan rakyat, semakin banyak bahan bakar untuk menembak balik. Dan setiap tembakan adalah rupiah.

Bagi mereka, masalah bukan “halangan pembangunan,” melainkan proyek pembangunan personal.

Karena Itulah Masalah Tak Pernah Selesai

Masalah dibiarkan tumbuh, disiram, dipupuk.
Karena menyelesaikan masalah adalah tindakan yang justru mematikan ekosistem mereka sendiri.

Apa jadinya para buzzer jika negara tiba-tiba transparan?
Atau pejabat tidak lagi nepotis?
Atau hukum ditegakkan tanpa pandang bulu?

Itu bukan perubahan—itu ancaman profesi.

Dan di negeri ini, hanya satu pekerjaan yang tidak boleh terancam: pekerjaan menciptakan dan memanfaatkan masalah.

Di Akhir Hari, Kita Bisa Menyimpulkan Satu Prinsip Besar

Jika bagi rakyat masalah adalah beban,
bagi pejabat masalah adalah pencitraan,

maka bagi buzzer dan relawan Jokowi, masalah adalah rezeki yang tidak pernah habis masa panennya.

Karena selama masalah masih ada — atau bisa dibuat seolah ada — makanan di meja mereka tidak akan pernah kosong.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Intelektual Kehilangan Moral: Negeri pun Menanggung Kemunafikan

Next Post

Perpol 10/2025: Aturan Ilegal yang Mengubah Polisi Menjadi ‘Penguasa Sipil

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Sebut ada Ranjau di Internal Polri, Mahfud MD: Semua Orang Merasakan

Perpol 10/2025: Aturan Ilegal yang Mengubah Polisi Menjadi ‘Penguasa Sipil

Ketika Seragam Cokelat Mulai Mengisi Koridor Kekuasaan

Ketika Seragam Cokelat Mulai Mengisi Koridor Kekuasaan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist