• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika koruptor dipuja, para intelektual dihinakan

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han by Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han
April 20, 2023
in Feature
0
Berdayakan Kelemahan menjadi kekuatan bentuk kontribusi pada negara

Dr. Susilawati Saras

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han – Intelektual Bela Negara

Bangsa besar adalah bangsa yang menjunjung nilai-nilai kemuliaan hidup. Berpikir jauh ke depan, mengedepankan moralitas sebagai tanggung jawab setiap individu.

Namun sayang, masih banyak yang belum memahami dan menyadari hal ini sebagai bekal hidup menghadapi dinamika kehidupan yang terus berkembang. Hanya berpikir pendek untuk kenikmatan sesaat pada akhirnya merugikan dan membahayakan jiwanya. Kondisi seperti ini banyak terjadi pada bangsa yang mengejar tujuan hidup jangka pendek tanpa berpikir dampaknya.

Perkembangan hidup manusia yang terus berkembang pesat telah mengubah orientasi hidup sebagai masyarakat spiritual menjadi masyarakat materialistis. Berlomba- lomba menumpuk materi berlimpah untuk dipamerkan di ruang publik dengan tujuan status sosial ketimbang kegunaannya. Jika diperoleh dengan cara yang bisa dipertanggung jawabkan tentu tiada masalah, faktanya sangat banyak yang memperolehnya dengan cara mengambil hak orang lain. Mereka tidak berpikir dampak, terpenting merasakan dan bisa berada di titik pencapaian yang dianggap publik sebagai orang sukses.

Inilah yang menjadi cikal bakal maraknya perilaku korupsi di tanah air, padahal sumber daya manusia Indonesia selain punya ciri sebagai masyarakat religi juga masyarakat yang terdidik baik terbukti anggaran pendidikan dari APBN terbesar alokasinya namun output yang diharapkan tidak sesuai.

Perilaku korupsi justru terus terjadi hampir di semua level kehidupan, dari korupsi oleh mereka yang berkerah putih hingga lingkungan masyarakat bawah/umumnya seperti penipuan, begal, pencurian, perampokan dan kriminalitas lainnya yang ujung-ujungnya mengambil hak orang lain dengan paksa. Lebih memiriskan hati, walau sudah mendapatkan hukuman dari perbuatannya, bahkan koruptor disambut bak seorang dewa begitu keluar dari tahanan bertahun lamanya.

Situasi ini amat disayangkan terjadi, bertahun-tahun anak bangsa lainnya yang jumlahnya sangat banyak dan masih bersih sedang berfokus pada perjuangan menegakkan kebaikan dan kebenaran hidup untuk mewujudkan pola hidup sebagai masyarakat madani, tapi tidak menjadi perhatian besar publik untuk dijadikan role model dari sang pencerah kehidupan. Para intelektual direndahkan, dihinakan bagaikan seorang penjahat sungguhan sementara penjahat sungguhan yang telah merugikan bangsa dan negara dipuja dan dielukan.

Bagaimana bisa berpikir demikian, tidak lagi berpikir menggunakan akal sehat dan ini sangat memprihatinkan bagi kehidupan nasional karena telah melemahkan nilai kehidupan yang memicu runtuhnya peradaban bangsa.

Belajar dari sejarah di zaman Yunani Kuno, negara tempat lahirnya pengetahuan dan budaya yang memunculkan banyak para filosof dunia akhirnya runtuh akibat lebih mengedepankan ego ketimbang akal sehat (kebijaksanaan dan keberadaban) bagi bangsa tersebut.

Kehidupan manusia di dunia hingga hari ini berasal dari ilmu pengetahuan yang terus berkembang oleh pikiran-pikiran para intelektual untuk menghadirkan kehidupan yang penuh keadaban dan keberadaban. Para intelektual adalah kreator bagi kehidupan semesta.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Batalkan PEMILU SIA-SIA

Next Post

Kemenkes dan KAI Menyatakan Status Vaksinasi Tak Berlaku Sebagai Syarat Perjalanan

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
PENOLAKAN VACCINES MAKIN MASSIVE

Kemenkes dan KAI Menyatakan Status Vaksinasi Tak Berlaku Sebagai Syarat Perjalanan

Mendag Tuding Bansos Kemensos “Biang Kerok” Kenaikan Harga Telur

PAN : Koalisi Besar Segera Terbentuk

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist