Jakarta-Fusilatnews.–Hariono Soeharyo, yang sering disebut Mas Hari, adalah penemu system Pengunci Nasional Trisula Wedha. System ini, adalah dimaksudkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan nasional secara tuntas. Dalam salah satu pertemuan dengan Fusilatnews, di salah Hotel Mulia Senayan, Rabu 19/04, beliau mengatakan; “meminta supaya pemilu yang sia-saia itu di batalkan”.
Lebih lanjut belia mengatakan, “Negara ini ADIGANG ADIGUNG. Seenaknya sendiri mengontrol rakyat yang notabene berkedudukan sebagai TUAN NEGARA. Rakyat dipojokkan oleh calo2 partai yang merasa berkuasa sebagai pemilik negara. Aturan partai model apa, itu? Kalau peserta partainya dipersulit agar memiliki pemilih 4% Parliamentary threshold baru bisa ikut pemilu. Diatur dalam pemilu tertutup.
Begini Mas, lanjutnya; “Ini ANEH BIN AJAIB alias tapi nyata. Seluruh aturan PEMILU dimonopoli oleh oknum-oknum Gila bin Brengsek”. Beliau lalu menjelaskan apa yang dimaksud dengan statemen tersebut.
“Jika tidak dijinkan atau diatur ada Capres Independen untuk bisa bersaing melawan Capres2 partai, padahal Capres2 pilihan partai hanya bisa berorasi meenyampaikan janji-janji (copy paste seperti pemimpin sebelum2nya), Ia tidak memiliki suatu konsep sistem tata negara yang benar untuk memakmuran serta mensejahteraan rakyat dan negara”, begitu.


























