• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

​Ketika Negara Membuka Hulu Kerusakan ​(Refleksi tentang Moral Bangsa, Kebijakan Publik, dan Arah Peradaban Indonesia)

fusilat by fusilat
May 13, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

​By Paman BED

​Ada satu ironi yang perlahan menjadi biasa di negeri ini: negara sibuk memperbaiki kerusakan di hilir, tetapi pada saat yang sama justru membuka sebagian hulunya melalui kebijakan.

​Kita mengadakan seminar tentang bahaya narkoba, kenakalan remaja, kekerasan domestik, hingga degradasi moral generasi muda. Namun di sisi lain, rokok, vape, dan minuman keras tetap hidup dalam sistem ekonomi yang legal, diatur, dipungut pajak dan cukainya, bahkan dalam batas tertentu dipromosikan melalui mekanisme pasar.

​Ketika dampaknya muncul di tengah masyarakat, keluarga diminta memperkuat pendidikan moral. Guru agama diminta membina akhlak. Pesantren diminta menjaga generasi.

Tokoh agama diminta berdakwah lebih keras. Padahal, sebagian hulunya tetap dibiarkan mengalir. Persis seperti hutan yang ditebang secara “terbatas” di pegunungan.
​Di atas kertas, semuanya legal, terkendali, dan diawasi. Tetapi ketika hujan turun deras, banjir tidak bertanya apakah penebangan itu resmi atau ilegal. Air tetap mengalir ke bawah. Lumpur tetap menghantam rumah-rumah warga di hilir. Dan masyarakatlah yang akhirnya diminta untuk terus bertahan.

​Kompromi dan Tarik Menarik Identitas
​Indonesia sejak awal memang lahir dari kompromi besar. Piagam Jakarta yang semula memuat rumusan “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” akhirnya diubah demi menjaga persatuan nasional dan melahirkan formulasi Pancasila yang lebih inklusif (Kompas, 2024).

​Kompromi itu diperlukan dalam menjaga keutuhan bangsa. Namun, sejarah juga menunjukkan bahwa kompromi yang terlalu jauh kadang melahirkan pertanyaan mendasar: sampai di mana nilai-nilai luhur dan identitas masyarakat tetap mendapatkan ruang yang proporsional dalam arah kebijakan negara? Di titik inilah tarik-menarik antara pluralisme, liberalisasi ekonomi, nasionalisme modern, dan nilai religius mulai terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari.

​Paradoks Regulasi: Mengontrol atau Mengelola?
​Negara mengatakan minuman keras dikontrol. Namun, instrumen hukum yang ada justru mengatur tata niaga, distribusi, hingga pengadaannya agar tetap berjalan dalam koridor bisnis. Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 menjadi dasar legal operasional industri ini (Perpres 74/2013; Kemendag).
​Artinya, negara bukan sekadar melarang; negara juga sekaligus mengelola keberlangsungan industrinya. Logika yang dipakai adalah pendekatan regulatif: lebih baik dikendalikan daripada dilarang total. Namun, persoalan terbesar sering kali bukan terletak pada teks regulasi, melainkan pada realitas pengawasan. “Terbatas” di atas kertas sering kali berubah menjadi “longgar” di lapangan.
​Akibatnya, anak di bawah umur masih sangat mudah membeli rokok. Vape menjalar cepat ke remaja sekolah dengan desain modern dan rasa yang menarik. Sementara itu, minuman keras oplosan terus memakan korban dari kalangan masyarakat bawah.

​Tragedi di Balik Statistik
​Dalam dunia manajemen keselamatan kerja (Health, Safety, and Environment/HSE), dikenal prinsip zero accident. Satu fatality saja sudah dianggap kegagalan serius sistem pengendalian risiko. Maka dalam konteks moral dan sosial, semestinya kita memiliki sensitivitas yang sama: bahwa satu generasi yang rusak bukan sekadar angka, melainkan alarm peradaban.
​Data Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 menunjukkan jumlah perokok dewasa di Indonesia mencapai sekitar 70 juta orang, dengan prevalensi rokok elektronik yang terus meningkat drastis pada kelompok usia muda (Kemenkes RI). Badan Pusat Statistik juga mencatat bahwa pengeluaran rumah tangga untuk rokok menempati porsi terbesar kedua setelah makanan pokok di kalangan masyarakat miskin (BPS).
​Artinya, terjadi ketimpangan distribusi beban: Negara mendapatkan pemasukan fiskal (cukai), sementara masyarakat bawah menanggung ongkos sosial, kesehatan, dan kemiskinan jangka panjang.

​Hulu Budaya: Bukan Sekadar Nasihat
​Kerusakan di “hulu” tidak hanya berbentuk kebijakan ekonomi, tetapi juga ekosistem budaya. Sebagai contoh, ruang publik kita sering kali dipenuhi simbol-simbol—baik berupa monumen bergaya realisme modern maupun tren estetika global—yang terkadang mengabaikan sensitivitas akidah dan nilai lokal mayoritas masyarakat.
​Persoalannya bukan sekadar soal estetika patung atau seni, melainkan tentang normalisasi visual. Manusia tidak hanya dididik oleh sekolah dan ceramah, tetapi dibentuk oleh apa yang ia lihat setiap hari dan apa yang dilegalkan oleh negara. Budaya tidak lahir dari nasihat di ruang kelas; budaya lahir dari ekosistem yang dibangun oleh kebijakan dan teladan para elite.

​Jika negara memperoleh keuntungan besar dari industri yang merusak karakter, sementara keluarga harus “berdarah-darah” memperbaiki dampaknya, maka bangsa ini sebenarnya sedang bergerak ke arah yang rapuh.

​Kesimpulan dan Saran
​Indonesia perlu mulai berani mendiskusikan ulang secara jujur: peradaban seperti apa yang ingin kita bangun? Bangsa yang besar bukan hanya yang berhasil membangun gedung dan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi yang mampu menjaga arah moralnya.

​Saran bagi pembuat kebijakan:
* ​Keseimbangan Fiskal dan Moral: Kebijakan publik (seperti cukai dan izin distribusi zat adiktif) tidak boleh hanya mempertimbangkan pendapatan negara, tetapi harus menghitung beban biaya sosial (social cost) jangka panjang.
* ​Sinkronisasi Hulu-Hilir: Sulit mengharapkan pendidikan karakter berhasil jika negara masih memberi celah lebar bagi normalisasi perilaku destruktif melalui regulasi yang longgar.
* ​Ekosistem Budaya yang Sehat: Negara harus menjaga ruang publik agar tetap kondusif bagi pertumbuhan karakter generasi muda, selaras dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
​Jangan sampai kita sibuk menahan arus di hilir, sementara bendungan di hulu terus kita buka sendiri.

​Referensi
* ​Badan Pusat Statistik (BPS). Data Konsumsi Rokok Rumah Tangga Indonesia. https://www.bps.go.id
* ​Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Hasil Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021. https://www.kemkes.go.id
* ​Kompas. (2024). Piagam Jakarta: Sejarah, Isi, dan Pengesahan. https://www.kompas.com/stori/read/2024/10/01/160000979/piagam-jakarta–sejarah-isi-dan-pengesahan
* ​Pemerintah Indonesia. (2013). Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol. https://pasal.id/peraturan/perpres/perpres-no-74-tahun-2013
* ​Kementerian Perdagangan RI. (2014). Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. https://jdih.kemendag.go.id
* ​Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/258028/uu-no-17-tahun-2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

Next Post

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

fusilat

fusilat

Related Posts

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR
Birokrasi

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Feature

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026
Pesta Babi, Saat Oligarki Ngga Mau Disebut Babi
Feature

Pesta Babi, Saat Oligarki Ngga Mau Disebut Babi

May 13, 2026
Next Post

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR
Birokrasi

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Tenaga Ahli Anggota DPR 2004-2009 dan 2009-2014 Jakarta - Mungkin karena MPR identik dengan konspirasi politik,...

Read more
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Nasaruddin Umar dan Klaim “Menag Terhebat”: Sebuah Kekonyolan Konstitusional

Kementerian Agama Sarang Penyamun

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026

​Ketika Negara Membuka Hulu Kerusakan ​(Refleksi tentang Moral Bangsa, Kebijakan Publik, dan Arah Peradaban Indonesia)

May 13, 2026
Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

May 13, 2026
Pesta Babi, Saat Oligarki Ngga Mau Disebut Babi

Pesta Babi, Saat Oligarki Ngga Mau Disebut Babi

May 13, 2026
Di Balik Kisah Kusta: Tubuh yang Mati Rasa dan Stigma yang Menyiksa

Di Balik Kisah Kusta: Tubuh yang Mati Rasa dan Stigma yang Menyiksa

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...