Fusilatnews.- Arogansi Korea Utara Kembali dipertontonkan kepada dunia, setelah berhasil uji balistik rudal antar bernua, dengan narasi “akan mengobarkan perang nuklir”, ancam Kim Jon Un dikeluarkan saat memantau peluncuran rudal antar benua (ICBM) bersama istri dan anaknya, pada Jumat yg lalu.
Korea Utara mengatakan pihaknya melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) baru Hwasong-17 yang sangat besar. Para analis mengatakan, ini mungkin merupakan peluncuran sistem yang berhasil pertama kali, setelah muncul keraguan sebelumnya.
Media Korut melaporkan bahawa KCNA, peluncuran ICBM tipe Hwasong-17 menunjukkan keandalan sistem senjata strategis utama yang baru.
Kim Jong Un mengatakan, ICBM Hwasong 17 ini, untuk mengonfirmasi sekali lagi, bahwa kekuatan nuklir DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korut) guna mengatasi ancaman nuklir, menghadapi ancaman AS Cs. Kim juga bersumpahakan menggunakan senjata nuklir.
Seberapa Besar Kekyatan Rudal itu? Hwasong-17 adalah rudal terbesar Korea Utara yang bersenjata nuklir, dan merupakan ICBM berbahan bakar cair mobile terbesar di dunia. Diameternya diperkirakan antara 2,4 dan 2,5 meter, dan massa totalnya, ketika diisi bahan bakar penuh, kemungkinan antara 80.000 dan 110.000 kg, menurut 38 North, sebuah program yang berbasis di AS yang memantau Korea Utara.
Seberapa jauh bisa terbang? Rudal yang diluncurkan pada hari Jumat ini, bisa terbang hampir 1.000 km (621 mil) selama sekitar 69 menit dan dapat mencapai ketinggian maksimum 6.041 km, kantor berita negara KCNA melaporkan pada hari Sabtu.
Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada mengatakan senjata itu dapat menempuh jarak sejauh 15.000 km (9.320 mil), cukup untuk mencapai daratan Amerika Serikat.
Peluncuran sebelymnya? Korea Utara sebelumnya mengklaim telah berhasil meluncurkan Hwasong-17 untuk pertama kalinya pada 24 Maret, ketika media pemerintah mengatakan terbang selama 67,5 menit ke jarak 1.090 km (681 mil) dan ketinggian maksimum 6.248,5 km (3.905 mil). .
Tetapi diyakini setelah uji peluncuran itu, para analis dan pejabat intelijen di Korea Selatan dan Amerika Serikat menyimpulkan bahwa Korea Utara sebenarnya telah meluncurkan Hwasong-15, yang pertama kali diuji pada tahun 2017.
Tampilan sebelumnya? Korea Utara pertama kali meluncurkan ICBM yang sebelumnya tak terlihat pada parade militer pra-fajar yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Oktober 2020, dengan analis mencatat itu tampak “jauh lebih besar” daripada Hwasong-15.
Pejabat di Seoul dan Washington mengatakan peluncuran pada 27 Februari dan 5 Maret melibatkan sistem ICBM Hwasong-17, meskipun mereka tidak menguji kemampuan atau jangkauan penuhnya. Beberapa analis mengatakan tes tersebut mungkin hanya melibatkan satu tahap.
Rancangan? Ukuran Hwasong-17 telah mendorong analis untuk berspekulasi bahwa itu akan dirancang untuk membawa banyak hulu ledak dan umpan untuk menembus pertahanan rudal dengan lebih baik.
Korea Utara telah membuat persiapan untuk melanjutkan uji coba nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017, kata Korea Selatan dan Amerika Serikat, dan para pejabat mengatakan, uji coba baru dapat membantu mengembangkan hulu ledak untuk sistem MIRV. Dalam beberapa pekan terakhir, Korut menembakkan puluhan rudal balistik, di antaranya melintasi Jepang dan yang lain jatuh di teritorial dekat Korea Selatan. Provokasi Pyongyang itu membuat Tokyo dan Seoul geram.
Kim kerap mengecam latihan militer bersama antara Amerika Serikat dengan Korea Selatan di Semenanjung Korea. Ia bahkan menyebut aktivitas itu sebagai “latihan perang agresi” atau sebagai upaya untuk menginvasi Korut





















