• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menguatnya Suara “Oposisi” di Muhammadiyah

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
November 19, 2022
in Feature
0
Ketum Muhammadiyah: Negara Jangan Ikut Terlibat Kontestasi Pemilu 2024, Sindir Siapa?

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Pegiat Media

Jakarta – Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Amien Rais menyerukan agar para muktamirin atau peserta Muktamar Muhammadiyah di Surakarta, Jawa Tengah, 18-20 November 2022 tidak memilih dua nama yang sering keluar-masuk Istana. Meski Amien Rais tidak menyebut nama, namun banyak praduga tertuju kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Mashir, dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy yang juga salah satu Ketua PP Muhammadiyah.

Entah ada hubungan kausalitas dengan pernyataan Amien Rais atau tidak, yang jelas dalam sidang tanwir yang merupakan rangkaian acara Muktamar Muhammadiyah, Jumat (18/11/2022), perolehan suara kedua nama tersebut kalah jauh dari Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ya, Majelis Tanwir Muhammadiyah telah menetapkan 39 nama sebagai calon Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027. Hasilnya, Anwar Abbas bertengger di posisi teratas dengan perolehan 190 suara. Petahana Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berada di posisi ketiga dengan perolehan 175 suara, setelah Syamsul Anwar yang memperoleh 182 suara. Sementara Muhadjir Effendy berada di urutan ke-15 dengan perolehan 141 suara.

Ke-39 nama ini muncul setelah digelarnya Sidang Tanwir Pra-Muktamar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (18/11/2022). Mereka dipilih oleh 197 orang yang hadir dari unsur PP Muhammadiyah, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, dan perwakilan Organisasi Otonom tingkat pusat. Pemilihan calon anggota PP Muhammadiyah masa jabatan 2022-2027 ini dilakukan melalui mekanisme e-voting yang berlangsung selama 1,5 jam.

Entah muktamirin pada akhirnya akan memilih Anwar Abbas sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027 atau tidak, yang jelas suara “oposisi” kini menguat di Muhammadiyah. Indikatornya: suara Anwar Abbas di atas angin.

Saat Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan, tahun 2015, Haedar Nashir mendapatkan suara terbanyak. Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini berhasil meraup 1.987 suara sehingga resmi terpilih menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020.

Ketika pada 16 September lalu Haedar Nashir bertandang ke Istana untuk menyerahkan undangan Muktamar Muhammadiyah kepada Presiden Joko Widodo, sesungguhnya hal itu masih dalam batas kewajaran.

Begitu pun ketika Muhadjir Effendy keluar-masuk Istana, hal itu juga wajar-wajar saja, mengingat mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menjabat Menko PMK bahkan sebelumnya menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menggantikan Anies Baswedan yang terkena perombakan.

Tapi mengapa itu dipersoalkan Amien Rais? Namanya juga suara opisisi. Kalau tidak begitu, berarti bukan oposisi.

Anwar Abbas pun demikian. Selama ini ia rajin menyuarakan aspirasi oposisi pemerintah. Bahkan terkadang bias garis demarkasinya antara pendapat pribadi dan pendapat organisasi (Muhammadiyah atau MUI). Anwar Abbas akhirnya identik dengan suara oposisi.

Dengan perolehan suara Anwar Abbas di atas angin, maka dapat disimpulkan suara oposisi kini menguat di Muhammadiyah, meskipun tidak dapat dikatakan pula bahwa selama ini Muhammadiyah pro-pemerintah.

Merujuk pernyataan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, hubungan Muhammadiyah dengan pemerintah adalah proporsional. Artinya, kalau kebijakan pemerintah pro-rakyat, maka Muhammadiyah akan berada di garda terdepan untuk membelanya. Sebaliknya, jika kebijakan pemerintah tidak pro-rakyat, maka Muhamamdiyah akan berada di garda terdepan untuk mengkritisi pemerintah. Ini sesuai prinsip “amar ma’ruf nahi munkar” yang menjadi pegangan Muhammadiyah.

Bila PP Muhammadiyah hasil Muktamar di Surakarta nanti “istiqomah” atau konsisten dengan prinsip itu, maka tidak akan menjadi masalah. Siapa pun presidennya, pemerintah memang wajib diawasi. Ini sesuai adagium Lord Acton (1834-1902), “The power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely.”

Lebih Politis daripada Partai Politik

Yang tidak boleh adalah jika Muhammadiyah berpolitik praktis. Politik Muhammadiyah adalah politik keumatan atau kebangsaan. Artinya, Muhammadiyah menyuarakan kepentingan umat, bukan kepentingan partai politik tertentu, meskipun kita tahu Muhammadiyah melahirkan partai politik yang masih eksis hingga hari ini, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), sebagaimana Nahdatul Ulama (NU) melahirkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketika nanti katakanlah Awar Abbas terpilih sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah menggantikan Haedar Nashir, dia pun akan konsisten terkait hubungan Muhammadiyah dengan pemerintah itu, yakni proporsional dalam rangka “amar ma’ruf nahi munkar” (menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran).

Sikap Anwar Abbas yang selama ini cenderung “nyinyir” kepada pemerintah, kita yakini tidak akan mengeras menjadi kebablasan, sehingga akan menjadi lebih politis daripada partai politik. Sebab politik Muhammadiyah adalah politik keumatan, bukan politik praktis laiknya partai politik.

Alhasil, siapa pun yang terpilih sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam Muktamar ke-48 di Solo, satu hal sudah pasti: pesan KH Ahmad Dahlan, sang pendiri Muhammadiyah pada 1912, harus diamalkan, yakni “Hidup-hiduplah Muhammadiyah, tapi jangan mencari penghidupan di Muhammadiyah”!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kim Korea Utara Perkenalkan Putrinya Ju Ae pada Publik Dunia saat uji coba rudal balistik

Next Post

Survei Voxpol: Dukungan Jokowi Ke Capres Tertentu Tidak Akan Berpengaruh Ke Publik

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Feature

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Next Post
Survei Voxpol: Dukungan Jokowi Ke Capres Tertentu Tidak Akan Berpengaruh Ke Publik

Survei Voxpol: Dukungan Jokowi Ke Capres Tertentu Tidak Akan Berpengaruh Ke Publik

Jelang Piala Dunia, 2022: Qatar Dilanda Kampanye Disinformasi di Twitter

Jelang Piala Dunia, 2022: Qatar Dilanda Kampanye Disinformasi di Twitter

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist