• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

fusilat by fusilat
April 26, 2026
in News, Tokoh/Figur
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta-FusilatNews – Analis politik dari Konsultan dan Survei Indonesia (KSI) Karyudi Sutajah Putra (KSP) menyentil Ketua DPR RI Puan Maharani yang meminta agar masyarakat menjaga etika ketika menyampaikan kritik kepada pemerintah.

“Apakah elite politik, termasuk Mbak Puan masih punya legitimasi moral untuk bicara etika? Pangkalnya adalah tak ada keteladanan dari elite. Bahkan pemerintahan Prabowo-Gibran sendiri lahir dari pelanggaran etika,” kata KSP di Jakarta, Ahad (26/4/2026).

Selasa (21/4/2026) lalu, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta masyarakat untuk menjaga etika saat melontarkan kritik ke pemerintah. Politikus PDI Perjuangan tersebut menyampaikan hal itu menanggapi maraknya kriminalisasi terhadap para pengamat setelah mengkritik pemerintah.

Menurut Puan, dalam menyampaikan kritik perlu juga untuk saling menghormati agar pihak yang dituju bisa menerima kritik tersebut.

Puan juga bicara soal hukum yang harus ditegakkan dengan seadil-adilnya.

KSP kemudian melontarkan dua pertanyaan untuk Puan. Pertama, apakah yang dimaksud menjaga etika itu dalam hal tata cara menyampaikan kritik?

Kedua, apakah yang dimaksud menjaga etika itu dalam hal isi atau substansi kritik?

“Jika yang dimaksud etika dalam tata cara menyampaikan kritik, apakah ada standar etika tertentu dalam menyampaikan kritik? Apa parameternya sehingga penyampaian kritik disebut sesuai atau tidak sesuai etika?” tanya KSP.

“Apakah yang dimaksud menjaga etika itu terkait substansi kritik? Kalau substansi kritik bukan ‘serangan’ terhadap pemerintah, itu bukan kritik namanya.
Ataukah perlu eufimisme? Itu juga bukan kritik namanya. Jangankan lembut, kritik yang disampaikan dengan nada dan bahasa keras saja sering kali pemerintah tak mau dengar,” lanjut KSP yang juga calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2024.

Absennya Keteladanan

Jika ada masyarakat atau pengamat yang mengkritik pemerintah yang dinilai Puan tidak sesuai etika, menurut KSP, hal itu terjadi karena tidak adanya keteladanan dari elite pemimpin. Para menteri dan anggota DPR sendiri tak sedikit yang suka melontarkan kata-kata kasar tanpa etika.

“Bahkan pemerintahan Prabowo-Gibran pun lahir dari pelanggaran etika,” tegas KSP.

Ia lalu merujuk keputusan Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang menyatakan Ketua MK saat itu, Anwar Usman dan semua hakim MK melanggar etika terkait Putusan MK No 90 Tahun 2023 yang meloloskan Gibran Rakabuming Raka yang belum berusia 40 tahun sebagai calon wakil presiden bagi capres Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden 2024.

“Jadi jangan ajari rakyat soal etika kalau elite sendiri melakukan pelanggaran etika,” tegas KSP yang juga Tenaga Ahli Anggota DPR RI periode 2004-2009 dan 2009-2014.

Salah Sudut Pandang

Di sisi lain, KSP mengaku sependapat dengan Puan Maharani bahwa hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, sesuai prinsip equality before the law (kesetaraan di muka hukum).

Hanya saja, KSP meminta upaya penegakan hukum itu harus adil, tidak boleh berat sebelah, atau ibarat pedang tumpul ke atas tapi tajam ke bawah. “Kalau ada pengamat melanggar hukum, silakan dihukum. Tapi jangan mengada-ada, dicari-cari kesalahannya, yang ujungnya adalah kriminalisasi untuk membungkam suara kritis mereka,” pintanya.

Sebagai wakil rakyat, kata KSP, mestinya Puan lebih berpihak kepada rakyat yang diwakilinya, apalagi Ketua DPP PDIP itu memimpin lembaga perwakilan rakyat, sehingga tidak sepatutnya memojokkan pengamat yang notabene rakyat yang mengkritik pemerintah.

“Ironisnya, mengapa Mbak Puan justru membela pemerintah? Sebagai wakil rakyat, beliau salah menempatkan diri. Atau salah mengambil sudut pandang. Apalagi pemerintah dan DPR sudah kehilangan legitimasi moral untuk bicara soal etika. Sebab mereka sendiri banyak yang melakukan pelanggaran etika. Rakyat cuma mencontoh mereka. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari,” tandas KSP memberi amsal.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

Next Post

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras
News

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik
Birokrasi

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026
Next Post

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...