Sementara, Antara melaporkan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan empat prajurit Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad yang gugur di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua, telah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.
Kelompok separatis kriminal Bersenjata mengeklaim berhasil menewaskan delapan prajurit TNI penyergapan
Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan sejumlah anggota TNI di Paro, Nduga, di pegunungan Papua.
Menurut Sambom, penembakan ini menyasar Pos TNI di Distrik Paro. Versi TPNPB, kronologis penembakan itu bermula dengan baku tembak pada Sabtu pukul 11.59 hingga pukul 16.00 waktu setempat.
Menurut TPNPB, awalnya pasukan TNI kedapatan memata-matai pos penjagaan Pasukan TPNPB. Kemudian pada Sabtu pagi, pasukan itu melakukan serangan terhadap Pasukan TPNPB dibawah pimpinan Perek Jelas Kogeya yang sedang melintas jalur pos penjagaan.
Pasukan TPNPB kemudian melakukan serangan balik terhadap pasukan TNI tersebut. Dalam kontak senjata, menurut TPNPB, mereka menembak mati delapan orang anggota TNI.
“Sementara pihak kami pasukan TPNPB yaitu saya dan pasukan saya tidak ada yang korban maupun luka-luka. Kami lolos dari serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh tim Kopassus tersebut,” Sambom menambahkan.
Kemudian pada pukul 15.00 waktu Papua, tiga helikopter TNI melakukan serangan dari udara. “Maka kami lakukan tembakan ke tiga helikopter tersebut, sehingga, 2 helikopter tersebut kena bodi enam peluru di sasaran dan kami yakin akan jadi barang rongsokan,” kata Sambom.
Sambom menjelaskan pasukan TNI yang mereka hadapi bukan baru datangkan. “Tetapi mereka ini diturunkan semenjak setelah terjadi penyanderaan Pilot asal Selandia Baru dan pembakaran pesawat pada tanggal 7 Februari 2023 di Paro,” kata Sambom.
Menurut Sambom , hingga Senin sebagian jenazah TNI yang gugur belum dievakuasi. “Kalau besok ada serangan lagi maka kami siap melayani. Kami menunggu niat baik Jakarta untuk negosiasi pembebasan pilot asal Selandia Baru ini, tetapi kami melihat Indonesia masih kepala batu melakukan serangan-serangan terhadap kami TPNPB kodap III Ndugama-Derakma maka kami siap melayani Indonesia,” tulis Sambom merujuk laporan oleh Perek Jelas Kogeya.
Sementara, Antara melaporkan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan empat prajurit Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad yang gugur di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua, telah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.
“Sudah (dievakuasi) hari ini, dibawa ke rumah duka masing-masing. Jawa Barat, Jawa Tengah,” kata Agus ditemui usai Rapat Koordinasi Nasional Sentra Penegakan Hukum Terpadu di Jakarta, Senin.
Keempat prajurit tersebut juga telah diberi santunan sebagaimana haknya. “Kita berikan santunan sesuai hak-hak dia. Ada dari (PT) Asabri, TNI AD, Bank BRI, Bank BJB. Jumlahnya per orang lebih dari Rp 500 juta,” kata Agus. Panglima juga menyatakan berduka cita atas kejadian itu. “Kita semua turut berduka cita,” imbuhnya.
Agus Subiyanto mengatakan bahwa gugurnya empat prajurit TNI itu berkaitan dengan operasi pengejaran terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Paro.
Empat prajurit yang gugur tersebut adalah Praka Yipsan Ladou, Praka Dwi Bekti Probo Siniwoko, Pratu Miftahul Firdaus, dan Prada Darmawan. Keempatnya gugur saat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (25/11).
Salah satu jenazah prajurit yang gugur, Dwi Bekti Probo Siniwoko (28), dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Madiun, Jawa Timur, Senin. Pemakaman dilakukan secara militer dengan dipimpin Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayor Jenderal TNI Haryanto.
Almarhum Probo Siniwoko yang gugur dalam tugas mendapat kenaikan pangkat luar biasa sebagai penghargaan dari negara atas darma baktinya kepada nusa dan bangsa, dari pangkat sebelumnya prajurit kepala menjadi kopral dua anumerta.
“Keluarga besar TNI AD sangat berduka cita kehilangan prajurit terbaik. Almarhum Kopda Anumerta Dwi Bekti Probo Siniwoko merupakan kusuma bangsa yang gugur dalam menunaikan tugas negara.
























