Nawawi Pomolango yang baru saja dilantik Presiden Joko Widodo untuk mengisi posisi Firli Bahuri menjadi Ketua Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango menyampaikan poin-poin prioritas yang akan dilakukan lembaga anti-korupsi . .
Jakarta – Fusilatnews – “Saya telah melakukan pengambilan sumpah jabatan sebagai Ketua Sementara KPK di hadapan Presiden RI Joko Widodo. Pengambilan sumpah ini sebagai tindak lanjut Keputusan Presiden soal pemberhentian sementara terhadap Firli Bahuri sebagai Ketua KPK, dan penunjukan saya sebagai Ketua Sementara KPK periode 2019 hingga 2024,” kata Nawawi di Gedung KPK, Senin, (27/11)
Nawawi menyatakan, di era kepemimpinannya, KPK akan tetap menerapkan asas kolektif kolegial dalam pengambilan keputusan Meski saat ini KPK hanya memiliki empat pimpinan, perlu upaya mengedepankan kesepakatan dengan melakukan konsolidasi internal kepada seluruh pegawai.
Fokus mencapai target yang ditetapkan sejak awal tahun
Nawawi menegaskan bahwa KPK akan fokus untuk mencapai target-target yang telah mereka tetapkan sejak awal tahun ini.
“KPK harus memastikan pemberantasan korupsi, bagaimanapun dinamikanya, tidak terganggu dan bisa memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Indonesia. Sehingga bisa mengembalikan kepercayaan dan dukungan publik terhadap lembaga ini,” ujarnya.
Selanjutnya Nawawi mengatakan KPK, bertekad akan memenuhi target penanganan perkara dan asset recovery pada Kedeputian Penindakan dan Eksekusi.
“Peningkatan Skor Indeks Perilaku Anti-Korupsi (IPAK) pada Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat,” kata Nawawi.
Nawawi melanjutkan, KPK juga akan meningkatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara yang antikorupsi.
“Penguatan efektivitas tata kelola kelembagaan pada Sekretariat Jenderal dan Kedeputian Bidang Informasi dan Data. Terakhir, mengoptimalkan pelaksanaan rencana aksi pada Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK),” kata dia.
Nawawi menyatakan mereka juga berkomitmen akan terus bersinergi dengan Dewan Pengawas (Dewas KPK) dalam hal pemberian saran dan nasihat kepada pimpinan, maupun upaya-upaya penegakan kode etik bagi seluruh pegawai KPK. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menjaga marwah kelembagaan KPK.
“KPK akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan para aparat penegak hukum, kementerian lembaga, pemerintah daerah, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan pemberantasan korupsi. KPK juga terbuka pada setiap kritik, saran, masukan, dan kolaborasi pada seluruh elemen masyarakat, baik media, pegiat antikorupsi, akademisi, serta Pimpinan KPK periode-periode sebelumnya,“ kata Nawawi.
Nawawi Pomolango diangkat Presiden Jokowi sebagai ketua sementara KPK menggantikan Firli Bahuriyang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap dan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

























