• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Koko Felix Sedang Membangun Dinding Imajiner

Ali Syarief by Ali Syarief
June 25, 2025
in Feature, Spiritual
0
Koko Felix Sedang Membangun Dinding Imajiner
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada yang lebih berbahaya dari musuh: kawan yang menuding. Dan di dalam sejarah Islam, luka terdalam bukan hanya datang dari luar, tapi dari tangan sesama. Dari kata-kata yang membelah seperti pisau. Dari klaim tunggal atas kebenaran. Dari keyakinan bahwa kunci surga hanya ada di satu genggaman tangan, dan sisanya sesat, menyimpang, bid’ah. Felix Siauw—dengan segala kepiawaiannya merakit narasi Islam dalam format digital—telah menjadi salah satu arsitek dari tembok yang memisahkan kita satu sama lain.

Barangkali, ini bukan soal siapa benar siapa salah. Ini lebih soal kesediaan untuk tidak menjadi Tuhan. Tapi di situlah letak masalahnya: ketika orang-orang mengangkat diri lebih tinggi dari yang mereka sembah. Mengklaim bahwa Syiah bukan Islam. Bahwa Iran, karena ia Syiah, lebih baik dianggap musuh, bahkan lebih layak dilawan ketimbang Zionisme yang membunuhi anak-anak Gaza.

Sungguh, dunia kita hari ini aneh. Di mana anak-anak muda lebih mudah membenci Teheran ketimbang Tel Aviv. Dan dalam narasi seperti inilah, tokoh seperti Felix Siauw memainkan peran: membingkai Islam dalam garis batas sempit, membagi surga seperti warisan, seolah-olah keyakinan hanya bisa dimiliki dengan cara yang ia pahami.


Tapi mungkin ia lupa—atau tak sempat membaca—bahwa di tahun-tahun awal pergerakan Islam modern di Indonesia, orang-orang Muhammadiyah di Jawa Timur pernah dianggap bukan Islam oleh sebagian tokoh Nahdlatul Ulama. Mereka disebut “kaum wahabi”, dicurigai karena tidak tahlilan, karena memurnikan tauhid, karena tidak memakai qunut. Maka, masjid-masjid mereka diobrak-abrik. Dipagari, ditutup, bahkan dibakar.

Tapi sejarah, seperti air, mencari jalan sendiri. Hari ini Muhammadiyah dan NU bisa duduk dalam satu barisan salat Idulfitri, di alun-alun, di stadion, atau di tanah lapang mana pun, dan tak satu pun dari mereka bertanya apakah kamu membaca qunut atau tidak. Yang tersisa adalah niat untuk menyembah Tuhan yang sama. Tapi mengapa pengalaman sejarah ini tidak bisa dibawa lebih luas, lebih jauh—sampai ke Teheran, sampai ke Qom, sampai ke Beirut?

Mengapa kita, yang mengaku umat Nabi Muhammad SAW, justru lebih sibuk membangun tembok, padahal sang Nabi sendiri adalah manusia yang merobohkannya?


Islam bukan organisasi. Ia bukan satu merek dagang. Ia bukan milik satu mazhab. Ia adalah cahaya yang menyentuh siapa saja yang mau menerima. Syiah, Sunni, Ahmadiyah, Ibadiyah—apakah Tuhan tidak mengenali hamba-hamba-Nya hanya karena cara mereka menyusun doa berbeda? Bukankah kita telah terlalu lama membuang energi untuk menuding, sampai lupa membela yang tertindas?

Hari ini, ketika Israel membombardir rumah-rumah warga sipil, meratakan kamp pengungsi, dan menistakan kiblat pertama umat Islam, hanya Iran yang mengangkat senjata. Tapi di antara kita, masih ada yang lebih sibuk menyoal akidah mereka. Seolah-olah malaikat akan membatalkan pahala keberanian hanya karena kalimat syahadatnya memakai redaksi yang berbeda.

Felix, dan mereka yang berpikir serupa, tampaknya lebih takut pada Syiah daripada pada kezaliman. Mereka lebih resah pada perbedaan cara salat daripada pada peluru yang merobek tubuh anak Palestina. Mereka lebih suka menyerang Iran daripada menolak normalisasi dengan Israel. Dan ini bukan soal paham, tapi soal hati yang kerdil.


Kita harus menulis tentang pentingnya mendengarkan mereka yang tak sepenuhnya kita setujui. Karena di situlah letak kemanusiaan: bukan dalam kemenangan argumen, tapi dalam pengakuan bahwa kebenaran bisa menampakkan wajahnya di luar kotak yang kita bangun sendiri.

Maka saya ingin bertanya kepada Felix, dan siapa pun yang suka membagi-bagi Islam: jika Rosulullah hari ini hadir dan menyaksikan umatnya saling memvonis kafir, akankah beliau ikut-ikutan membangun dinding, atau justru merobohkannya?

Barangkali, kita terlalu sibuk mengklaim siapa yang Islam, sampai lupa menjadi manusia.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bakti Tanpa Pamrih, Prajurit Petarung Pasmar 3 Gotong-royong Bangun Masjid Al-Akbar Sorong

Next Post

Seruan “Bom di Washington” Menggema di Israel Usai Kritik Trump terhadap Pemerintah Netanyahu

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Seruan “Bom di Washington” Menggema di Israel Usai Kritik Trump terhadap Pemerintah Netanyahu

Seruan “Bom di Washington” Menggema di Israel Usai Kritik Trump terhadap Pemerintah Netanyahu

Membongkar Framing Negatif: Kasus “Political Decay” dan Anies Baswedan

Dipecat Karena Ingin Membongkar Ijazah Palsu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist