• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Komparatif: Sejarah Hukum dan Moral dalam Ilustrasi Kasus Cerobong Asap di Holland dan Peristiwa Kontemporer di Tanah Air

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
February 17, 2025
in Feature, Law
0
Komparatif: Sejarah Hukum dan Moral dalam Ilustrasi Kasus Cerobong Asap di Holland dan Peristiwa Kontemporer di Tanah Air
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh; Damai Hari Lubis Pengamat KUHP (Pengamat Umum Hukum dan Politik)

Artikel ini secara substansial mengupas sejarah kesadaran hukum publik di negara asal KUHP, yaitu Belanda, yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun. Dalam hal ini, kita akan menyoroti suatu peristiwa hukum yang terjadi di Belanda pada abad ke-18, ketika Amerika masih berada dalam era koboi, serta membandingkannya dengan situasi Indonesia masa kini di era digitalisasi dan modernisasi. Fokus utama perbandingan ini adalah kesadaran hukum dan moralitas masyarakat.

Komparasi kesadaran moralitas ini juga ditinjau dari perspektif sosiologi dan antropologi, dua cabang ilmu sosial yang mempelajari manusia serta dinamika sosial dan budaya. Dengan demikian, pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang adab dan perilaku masyarakat dalam menghadapi persoalan hukum.

Kasus Cerobong Asap di Holland

Pada abad ke-18, di sebuah distrik di Belanda yang dikelilingi perbukitan hijau dengan panorama alam yang indah, terjadi konflik antara penduduk setempat dan seorang pengusaha kaya. Pengusaha tersebut membeli lahan luas dan mendirikan pabrik dengan banyak cerobong asap. Ketika pabrik mulai beroperasi, asap hitam tebal keluar dari cerobong-cerobong tersebut, meskipun tidak mencemari udara secara langsung atau menyebabkan gangguan kesehatan bagi warga desa.

Namun, asap tersebut menghalangi pemandangan alam yang telah dinikmati penduduk selama turun-temurun. Menyadari hak mereka atas keindahan panorama yang terganggu, warga desa dengan kesadaran hukum yang tinggi mengajukan gugatan terhadap pengusaha tersebut. Proses hukum berjalan melalui peradilan distrik (Rechtbanken), dan akhirnya pengadilan memutuskan kemenangan bagi warga desa. Putusan tersebut memerintahkan pemindahan cerobong asap ke lokasi lain agar tidak menghalangi pemandangan indah yang telah menjadi hak warga selama ini.

Komparasi dengan Indonesia Masa Kini

Bandingkan kesadaran hukum masyarakat Belanda pada abad ke-18 dengan realitas hukum dan moralitas di Indonesia saat ini, yang menjelang 80 tahun kemerdekaannya pada 2025. Jika di Belanda pada zaman itu rakyat mampu memenangkan gugatan atas hilangnya keindahan pemandangan, di Indonesia saat ini, rakyat justru kehilangan hak atas tanah ulayat dan kedaulatan laut tanpa adanya perlawanan hukum yang berarti.

Kasus perampasan tanah di Rempang dan tekanan terhadap pemilik tanah di Tangerang oleh pengusaha PIK 2 menjadi bukti nyata rendahnya kesadaran hukum dan moralitas di Indonesia. Tanah rakyat dipaksa dijual dengan harga yang tidak wajar, sementara laut yang seharusnya menjadi sumber kehidupan nelayan diprivatisasi oleh segelintir oligarki. Ironisnya, semua ini terjadi dengan keterlibatan pejabat pemerintah yang seharusnya melindungi hak rakyat, namun justru menjadi bagian dari konspirasi kejahatan tersebut.

Lebih jauh, praktik mafia tanah di PIK 2 menjadi bentuk kejahatan sistemik yang mencengangkan. Kavling-kavling tanah yang masih berupa laut sudah diklaim sebagai hak milik dalam bentuk HGU dan SHM, sementara pengurugan pantai berjalan sesuai rencana besar para oligark. Ini adalah bentuk manipulasi hukum yang terang-terangan, di mana regulasi dipermainkan untuk kepentingan segelintir elite ekonomi dan politik.

Refleksi: Kegagalan Kesadaran Moral dan Hukum di Indonesia

Perbandingan ini menunjukkan betapa besar jurang perbedaan antara kesadaran hukum dan moralitas masyarakat Belanda di abad ke-18 dengan masyarakat Indonesia di abad ke-21. Jika pada masa lalu masyarakat Belanda mampu bersatu dan memperjuangkan hak atas pemandangan indah, masyarakat Indonesia modern justru kehilangan haknya atas tanah, laut, dan sumber daya tanpa perlawanan berarti.

Ketika negara dikuasai oleh oligarki yang memanfaatkan instrumen hukum untuk kepentingan pribadi, rakyat terpecah dan takut untuk melawan. Bahkan, muncul fenomena di mana sebagian elite politik yang seharusnya memperjuangkan hak rakyat malah sibuk membangun partai baru demi kepentingan pribadi, alih-alih bersolidaritas melawan penindasan sistemik.

Lebih parah lagi, jika di Belanda keadilan dapat ditegakkan untuk melindungi hak masyarakat, di Indonesia kejahatan justru dilanggengkan dengan persetujuan penguasa. Maka, bangsa ini harus bersiap menghadapi masa depan yang dipimpin oleh generasi tanpa adab dan moral, yang hanya menjadi alat kepentingan oligarki.

Jika rakyat tidak segera bangkit melawan dan membiarkan ketidakadilan ini terus berlangsung, maka Indonesia hanya akan menjadi bangsa yang semakin kehilangan identitasnya, tunduk kepada segelintir elit yang menguasai seluruh aspek kehidupan.

Penulis adalah advokat dan pakar ilmu peran serta masyarakat serta kebebasan menyampaikan pendapat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hàsto Ajukan lagi Gugatan Praperadilan Atas Penetapan Þersangka di KPK

Next Post

GEBRAKAN PRABOWO MEMBELA PETANI !

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
PETANI TANPA BULOG

GEBRAKAN PRABOWO MEMBELA PETANI !

Ketum PPWI: Hendry Ch Bangun Harus Segera Diproses Hukum

Ketum PPWI: Hendry Ch Bangun Harus Segera Diproses Hukum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...