Surabaya – Fusilatnews – Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2024 akan menjadi ajang pertarungan sengit tiga tokoh perempuan. Berdasarkan survei, Khofifah Indar Parawansa memimpin dari segi elektabilitas, diikuti Tri Rismaharini, sementara Luluk Nur Hamidah masih belum memiliki laporan elektabilitas dari lembaga survei.
Tiga pasangan calon yang dipastikan bertarung di Pilgub Jatim 2024 adalah Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim, dan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta. Pendaftaran ketiganya telah ditutup oleh KPU Jawa Timur pada Kamis (29/8) malam.
- Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak
Khofifah, Gubernur Jawa Timur petahana, menggandeng Emil Dardak yang juga merupakan Wakil Gubernur Jawa Timur saat ini. Mereka didukung oleh koalisi besar, yakni PAN, Gerindra, Golkar, Demokrat, PPP, PSI, PKS, Perindo, Nasdem, Partai Buruh, Partai Gelora, PBB, PKN, dan Partai Garuda. Dengan dukungan dari belasan partai politik, Khofifah-Emil diunggulkan untuk mempertahankan posisinya. Luluk Nur Hamidah – Lukmanul Khakim
Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakim adalah pasangan dari PKB yang berstatus sebagai partai pemenang Pemilu 2024 di Jawa Timur. Meskipun elektabilitas Luluk belum terdokumentasikan dalam survei-survei terbaru, PKB memiliki basis massa yang kuat di wilayah ini. Pasangan ini menekankan pada visi perubahan dan penguatan kearifan lokal serta pemberdayaan masyarakat.Tri Rismaharini – Zahrul Azhar Asumta
Tri Rismaharini, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Sosial dan mantan Wali Kota Surabaya, berpasangan dengan Zahrul Azhar Asumta. Mereka diusung oleh PDIP, partai dengan perolehan suara terbanyak kedua di Jawa Timur pada Pemilu 2024. Dengan latar belakang sebagai pemimpin yang kuat di Surabaya, Risma memiliki peluang besar untuk meraih suara dari basis kota besar.
Peluang dan Tantangan
Khofifah-Emil, sebagai pasangan petahana dengan dukungan dari mayoritas partai, memiliki keunggulan dalam hal jaringan politik dan akses terhadap infrastruktur pemerintahan. Namun, mereka harus menghadapi tantangan dari Risma-Zahrul yang memiliki popularitas tinggi di kalangan pemilih perkotaan, khususnya Surabaya, serta dari pasangan Luluk-Lukman yang membawa semangat perubahan dari PKB.
Dinamika Pilkada di Daerah Lain di Jawa Timur
Selain Pilgub Jatim, beberapa daerah lain di Jawa Timur juga menghadapi persaingan ketat:
- Surabaya: Pasangan petahana Eri Cahyadi-Armuji menjadi satu-satunya calon yang mendaftar ke KPU Surabaya dan mendapat dukungan penuh dari 18 partai politik, berpeluang besar melanjutkan kepemimpinannya.
Bojonegoro: Terdapat dua pasangan yang bertarung, yaitu Setyo Wahono-Nurul Azizah, yang diusung oleh koalisi 14 partai politik, dan Teguh Haryono-Farida Hidayati, didukung oleh PDIP dan Perindo. Setyo Wahono, adik dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno, memiliki dukungan politik yang kuat.
Kota Batu: Kris Dayanti, seorang artis ternama, maju bersama Kresna Dewanata Phrosakh dengan dukungan koalisi PDIP, Nasdem, dan beberapa partai non-parlemen. Sementara itu, pasangan Firhando Gumilar-Haji Rudi serta Nurochman-Heli Suyanto juga siap berkompetisi dengan dukungan dari beberapa partai politik.
Pilgub Jatim 2024 akan menjadi medan pertarungan sengit yang tak hanya menyoroti tokoh-tokoh perempuan kuat tetapi juga menggambarkan konstelasi politik di Jawa Timur yang dinamis dan penuh strategi. Masing-masing kandidat membawa kekuatan unik yang dapat menentukan arah masa depan provinsi ini.





















