• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Koperasi itu Bukan BUMN Tingkat Desa

Koperasi dan Kebingungan Konseptual: Antara Semangat Rakyat dan Beban Negara

Ali Syarief by Ali Syarief
April 21, 2025
in Economy, Feature
0
Koperasi itu Bukan BUMN Tingkat Desa
Share on FacebookShare on Twitter

Nampaknya, sebagian pihak masih belum benar-benar memahami esensi dari pendirian koperasi. Gagasan koperasi dalam sejarahnya bukanlah sekadar cara untuk “mengisi waktu luang” para pengangguran atau wadah bagi mereka yang tidak memiliki keterampilan kewirausahaan. Koperasi adalah bentuk perlawanan struktural rakyat terhadap dominasi modal besar, bentuk nyata dari ekonomi solidaritas yang dibangun dari bawah oleh masyarakat yang ingin mengambil alih kendali atas alat-alat produksinya. Namun, ketika koperasi justru dibayangkan dan dijalankan oleh orang-orang yang tidak memiliki bekal dasar kewirausahaan, hanya sebagai “pengisi aktifitas sisa hidup”, maka kita telah melenceng dari semangat koperasi itu sendiri.

Pemerintah saat ini tengah menggodok rencana besar: membentuk 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Di atas kertas, inisiatif ini terdengar menjanjikan. Koperasi Merah Putih akan difungsikan sebagai distributor LPG 3 kg, penyalur pupuk subsidi, dan bahkan unit usaha seperti apotek desa dan cold storage. Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Dewan Pembina Papdesi, Sudaryono, menyampaikan bahwa keinginan Presiden Prabowo Subianto adalah agar koperasi ini tidak sekadar berdiri, tetapi juga beroperasi secara aktif melalui unit usaha wajib.

Namun, pernyataan tersebut justru menunjukkan kebingungan yang mendalam: jika koperasi diberi “mandat” usaha dari atas, disuruh menjual ini dan itu, lalu diorganisasi secara terpusat, bukankah ini justru mengubah koperasi menjadi semacam BUMN skala desa? Di mana letak partisipasi warga? Di mana peran pemilik koperasi sebagai pengambil keputusan utama? Dalam logika koperasi, kekuasaan tertinggi ada pada anggota, bukan pada pejabat negara.

Lebih jauh lagi, menghadapkan koperasi—yang dibentuk dari lapisan masyarakat terbawah—dengan para pelaku usaha sektor privat dan BUMN, tanpa perlindungan yang memadai, adalah tindakan tidak adil. Koperasi-koperasi itu harus bersaing di pasar bebas yang dipenuhi konglomerasi, jaringan distribusi besar, dan kapital kuat. Sementara mereka sendiri belum tentu memiliki literasi keuangan, pengetahuan pasar, apalagi modal awal.

Konsep koperasi sejatinya adalah membentuk “blokade ekonomi” terhadap praktik-praktik pasar yang eksploitatif. Ia adalah alat kolektif rakyat untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari dominasi kapital, bukan semata instrumen distribusi pupuk atau LPG. Ketika koperasi dipaksa untuk menjadi distributor program pemerintah tanpa memperhatikan kesiapan sumber daya manusianya, maka koperasi hanya menjadi kepanjangan tangan birokrasi—bukan alat pemberdayaan masyarakat.

Prabowo, melalui Sudaryono, tampaknya ingin memotong mata rantai distribusi yang panjang dan menyulitkan rakyat. Tujuan ini patut diapresiasi. Namun cara mencapainya tidak bisa hanya dengan memerintah dan memaksa koperasi untuk menjalankan peran-peran negara. Koperasi harus dibina, dididik, dan dibesarkan—bukan sekadar dibentuk lalu dibebani tugas.

Mendirikan koperasi tanpa semangat dan pemahaman kolektif sama halnya dengan membangun rumah tanpa fondasi. Koperasi tidak bisa sekadar menjadi proyek, ia harus menjadi proses. Sebab koperasi bukan hanya tentang barang yang dijual murah, tapi tentang kesadaran yang dibangun bersama—bahwa kita bisa berdikari, tanpa harus menjadi kapitalis.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jejak Kepausan: Antara Dunia dan Nusantara

Next Post

BPJS dan Kemunduran Kemanusiaan: Ketika Prosedur Mengalahkan Nyawa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Masalah Baru Terkait Panghapusan Kelas BPJS, Berikut Penjelasan Persi

BPJS dan Kemunduran Kemanusiaan: Ketika Prosedur Mengalahkan Nyawa

Bangsa Ini Tersesat karena Ulah – “Ijazah Palsu”

Ketika UGM Terjerembab karena Membela Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...