• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

KPK: Didirikan Era Megawati, Dirusak Era Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
December 31, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan buah dari reformasi yang bergulir pasca runtuhnya Orde Baru. Lembaga ini didirikan pada era Presiden Megawati Soekarnoputri dengan landasan hukum Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002. Keberadaan KPK adalah tonggak sejarah penting dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, sebuah lembaga independen yang diberi kewenangan luas untuk menangani kejahatan luar biasa ini.

Namun, perjalanan KPK tidak selalu berjalan mulus. Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi salah satu masa ujian. Meski demikian, saat itu KPK masih menunjukkan ketegasannya. Bahkan, KPK berani mengusut kasus korupsi yang melibatkan Aulia Pohan, besan Presiden SBY. Aulia dijatuhi hukuman penjara atas keterlibatannya dalam kasus Bank Indonesia. Penindakan ini menjadi bukti independensi KPK yang tidak gentar menyentuh lingkaran kekuasaan.

Berbeda dengan era SBY, masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi babak suram bagi KPK. Revisi UU KPK melalui UU Nomor 19 Tahun 2019, yang disahkan pada 17 September 2019, dianggap sebagai langkah sistematis melemahkan lembaga antirasuah ini. Pengesahan undang-undang tersebut memperkenalkan Dewan Pengawas yang memiliki kewenangan memberikan izin penyadapan, serta mengubah status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini menuai kritik luas karena dianggap mengekang independensi KPK dan membuka celah intervensi politik.

Di bawah pemerintahan Jokowi, laporan terkait dugaan korupsi yang melibatkan lingkaran keluarga presiden justru cenderung tidak ditindaklanjuti secara transparan. Sebagai contoh, laporan dugaan korupsi dan gratifikasi terhadap anak-anak Presiden Jokowi, seperti dugaan penyalahgunaan jabatan untuk keuntungan bisnis, hingga kini tidak mendapatkan respons yang memadai dari KPK. Padahal, kasus serupa pada era sebelumnya sering menjadi perhatian serius.

Tidak hanya itu, publik juga mempertanyakan keberanian KPK dalam menghadapi kasus-kasus besar di era Jokowi, seperti dugaan korupsi dalam proyek infrastruktur dan kasus-kasus besar lainnya yang melibatkan pejabat tinggi. Keengganan KPK untuk menyentuh lingkaran kekuasaan menimbulkan kekecewaan mendalam dan semakin menguatkan persepsi bahwa lembaga ini telah kehilangan taringnya.

Ironisnya, Presiden Jokowi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi justru terlihat membiarkan upaya pelemahan ini. Padahal, KPK lahir dengan semangat reformasi untuk memberantas korupsi tanpa pandang bulu, termasuk menyentuh mereka yang berada di puncak kekuasaan. Alih-alih mendukung penguatan KPK, kebijakan di era Jokowi justru menandai titik balik kemunduran lembaga ini.

Kesimpulan

KPK, yang lahir dari semangat reformasi, telah menunjukkan keberanian luar biasa pada era-era awal keberadaannya. Namun, perubahan hukum dan dinamika politik di era Jokowi membawa tantangan serius bagi independensi dan efektivitas lembaga ini. Jika Presiden Megawati Soekarnoputri dikenang sebagai tokoh yang mendirikan KPK, maka Presiden Joko Widodo akan tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin yang membiarkan KPK kehilangan kekuatannya. Upaya untuk mengembalikan integritas dan kekuatan KPK harus menjadi agenda utama bagi siapa pun yang peduli pada masa depan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kritik Sikap KPK ; “Kapan Kasus Anak-Anak Jokowi dan Yaqut Qoumas akan Di Proses?”

Next Post

2 Awak Kabin Selamat dari Kecelakaan Jeju Air di Bandara Muan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang
Kecelakaan

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Next Post
2 Awak Kabin Selamat dari Kecelakaan Jeju Air di Bandara Muan

2 Awak Kabin Selamat dari Kecelakaan Jeju Air di Bandara Muan

Auto Draft

Jokowi dan Polemik 3 Periode: Publik Dominan Anggap Pernyataannya Berbohong

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...