Muan, Korea Selatan-FusilatNews — Sebuah kecelakaan tragis melibatkan pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 7C2216 terjadi di Bandara Muan, Provinsi Jeolla Selatan, pada Minggu (29/12/2024) waktu setempat. Insiden ini menewaskan 175 penumpang dan empat awak, namun dua awak kabin dilaporkan selamat dari peristiwa mengerikan tersebut.
Kecelakaan bermula ketika pesawat yang melayani rute domestik mengalami masalah pada roda pendaratan saat hendak mendarat. Pesawat akhirnya meluncur di landasan pacu tanpa roda, keluar lintasan, dan meledak hingga terbakar hebat. Api dan asap hitam membumbung tinggi dari lokasi kejadian, seperti terlihat dalam foto yang beredar di media sosial.
Keajaiban di Tengah Tragedi
Dua korban selamat, bermarga Lee (33) dan Koo (25), berhasil lolos dari maut karena berada di bagian ekor pesawat, satu-satunya bagian yang tetap utuh setelah ledakan.
Lee ditemukan dalam kondisi hidup di antara bangkai pesawat dan segera dievakuasi oleh petugas penyelamat ke Rumah Sakit Mokpo, yang berjarak sekitar 25 kilometer dari Bandara Muan. Ia kemudian dirujuk ke RS Universitas Ewha, Seoul, untuk perawatan lebih lanjut.
“Ketika saya bangun, saya sudah diselamatkan,” ujar Lee setelah sadar di rumah sakit. Lee mengungkapkan bahwa ia sedang duduk di bagian belakang pesawat dengan sabuk pengaman terpasang ketika pesawat mencoba mendarat. Namun, ia tidak menyangka pendaratan tersebut berubah menjadi malapetaka.
Tanggapan dan Penyelidikan
Penyebab pasti kecelakaan ini masih dalam tahap investigasi oleh otoritas penerbangan Korea Selatan. Black box pesawat telah ditemukan dan akan dianalisis untuk mengungkap detik-detik terakhir sebelum kecelakaan.
Jeju Air juga menghadapi sorotan tajam terkait operasional pesawatnya, karena laporan menunjukkan bahwa pesawat ini telah digunakan sebanyak 13 kali dalam kurun waktu 48 jam sebelum insiden terjadi.
Kecelakaan ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi peringatan serius mengenai pentingnya keselamatan penerbangan. Jeju Air telah menyatakan komitmennya untuk bekerja sama penuh dengan penyelidikan dan memastikan bantuan bagi keluarga korban.
Korban dan Kesaksian
Saksi mata melaporkan bahwa kobaran api dan ledakan yang terjadi sangat dahsyat, menghanguskan sebagian besar badan pesawat. Penyelamatan dua awak kabin ini dianggap sebagai keajaiban di tengah tragedi yang merenggut begitu banyak nyawa.
Perkembangan lebih lanjut terkait investigasi kecelakaan ini akan terus disampaikan oleh otoritas setempat.





















