• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Krisis Global, Ketergantungan Lokal: Indonesia di Ujung Rapuh Energi

Ali Syarief by Ali Syarief
May 2, 2026
in Economy, Feature
0
Krisis Global, Ketergantungan Lokal: Indonesia di Ujung Rapuh Energi
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Apa yang dulu terasa mustahil kini berubah menjadi kenyataan yang terus berlanjut tanpa kepastian akhir. Penutupan Selat Hormuz—jalur sempit yang selama ini menjadi urat nadi hampir seperlima pasokan minyak dunia—bukan hanya mengguncang asumsi para pelaku pasar energi global, tetapi juga memaksa banyak negara, termasuk Indonesia, untuk menghadapi realitas baru yang jauh lebih keras.

Selama bertahun-tahun, para analis percaya bahwa Iran tidak akan pernah benar-benar menutup Selat Hormuz. Alasannya sederhana: tindakan itu sama saja dengan bunuh diri ekonomi. Iran akan memancing kemarahan negara-negara Teluk, memutus pasokan ke pelanggan utamanya di Asia, dan menghancurkan sumber devisanya sendiri. Di sisi lain, ada keyakinan bahwa Amerika Serikat akan bertindak cepat untuk menjaga jalur tersebut tetap terbuka.

Namun realitas hari ini justru membalik logika lama itu. Setelah dua bulan konflik terbuka—pemboman oleh Amerika dan Israel, serta serangan balasan Iran terhadap kapal-kapal komersial—lalu lintas di Selat Hormuz nyaris berhenti total. Upaya diplomatik berjalan tersendat, tanpa arah yang jelas. Dunia kini dihadapkan pada kemungkinan yang sebelumnya tak terpikirkan: bahwa penutupan ini bisa berlangsung lama, bahkan permanen.

Dampak Global, Tekanan Lokal

Bagi Indonesia, situasi ini bukan sekadar berita internasional. Ini adalah ancaman langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional. Indonesia masih sangat bergantung pada impor energi, terutama minyak mentah dan BBM. Ketika jalur distribusi utama dunia terganggu, harga energi global melonjak—dan dampaknya segera terasa di dalam negeri.

Lonjakan harga minyak berarti tekanan pada APBN, subsidi energi yang membengkak, dan risiko inflasi yang meningkat. Biaya logistik naik, harga pangan ikut terdorong, dan daya beli masyarakat tergerus. Dalam kondisi seperti ini, ketahanan ekonomi Indonesia diuji bukan oleh kebijakan domestik semata, tetapi oleh dinamika geopolitik yang berada jauh di luar kendali.

Ketergantungan yang Terlupakan

Krisis ini membuka satu fakta yang sering diabaikan: Indonesia belum benar-benar mandiri dalam sektor energi. Di tengah narasi besar tentang kedaulatan dan pembangunan, ketergantungan terhadap impor masih menjadi titik lemah struktural.

Padahal, jika ditarik ke belakang, Indonesia pernah menjadi pemain penting dalam perdagangan komoditas global, termasuk energi dan sumber daya alam. Ironisnya, hari ini Indonesia justru berada dalam posisi rentan—menjadi “price taker” di pasar global yang semakin tidak stabil.

Pelajaran Strategis

Penutupan Selat Hormuz seharusnya menjadi alarm keras. Ini bukan sekadar krisis sementara, melainkan peringatan tentang rapuhnya sistem global yang selama ini dianggap stabil. Ada beberapa pelajaran penting bagi Indonesia:

Pertama, diversifikasi sumber energi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ketergantungan pada satu jalur atau satu kawasan adalah risiko strategis.

Kedua, percepatan transisi energi harus menjadi prioritas nyata, bukan sekadar jargon. Energi terbarukan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal keamanan nasional.

Ketiga, diplomasi ekonomi Indonesia perlu lebih aktif dan adaptif. Dalam dunia yang semakin multipolar dan penuh konflik, posisi netral saja tidak cukup—dibutuhkan strategi yang mampu melindungi kepentingan nasional secara konkret.

Dunia yang Berubah, Indonesia Harus Menjawab

Apa yang terjadi di Selat Hormuz menunjukkan bahwa dunia telah memasuki fase baru: ketidakpastian menjadi norma, bukan pengecualian. Asumsi-asumsi lama runtuh satu per satu. Jalur perdagangan bisa terhenti, konflik bisa meluas, dan stabilitas bisa menghilang dalam hitungan minggu.

Bagi Indonesia, pertanyaannya bukan lagi apakah dampaknya akan terasa, tetapi seberapa siap negara ini menghadapinya. Dalam dunia yang tak lagi bisa diprediksi, ketahanan bukan hanya soal sumber daya, tetapi juga soal visi, keberanian, dan kecepatan dalam mengambil keputusan.

Jika tidak, Indonesia hanya akan menjadi penonton—yang ikut menanggung akibat dari permainan besar yang tidak pernah ia kendalikan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Next Post

Export Manusia – Apa Untungnya?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?
Feature

Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

May 2, 2026
Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah
Feature

Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

May 2, 2026
Export Manusia – Apa Untungnya?
Feature

Export Manusia – Apa Untungnya?

May 2, 2026
Next Post
Export Manusia – Apa Untungnya?

Export Manusia - Apa Untungnya?

Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

May 2, 2026
Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

May 2, 2026
Export Manusia – Apa Untungnya?

Export Manusia – Apa Untungnya?

May 2, 2026
Krisis Global, Ketergantungan Lokal: Indonesia di Ujung Rapuh Energi

Krisis Global, Ketergantungan Lokal: Indonesia di Ujung Rapuh Energi

May 2, 2026
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

May 2, 2026
Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

May 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist