• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

KSP: Panglima Itu Jabatan Politik!

fusilat by fusilat
September 13, 2022
in Feature
0
KSP: Panglima Itu Jabatan Politik!
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – “Siapa bilang itu jabatan karier? Panglima TNI itu jabatan politik,” ungkap Karyudi Sutajah Putra, analis politik dari Konsultan dan Survei Indonesia (KSI) di Jakarta, Selasa (13/9/2022).

Karena jabatan politik itulah maka setiap menjelang pergantian Panglima TNI seperti saat ini, kata KSP panggilan akrabnya, terjadi tarik-menarik yang cukup alot antara Istana dan DPR, antar-fraksi-fraksi di DPR, dan di lingkaran dalam atau “inner cycle” Istana sendiri.

Indikator utama bahwa Panglima TNI adalah jabatan politik, kata KSP, ialah untuk mengangkat seorang Panglima TNI, Presiden harus mendapatkan persetujuan dari DPR. “DPR bisa menyetujui atau menolak calon Panglima TNI yang diajukan Presiden,” cetus KSP.

Ia lalu merujuk ketentuan Pasal 13 ayat (5) Undang-Undang (UU) No 34 Tahun 2004 tentang TNI yang berbunyi, “Untuk mengangkat Panglima sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Presiden mengusulkan satu orang calon Panglima untuk mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.”

“Jadi, kalau ada ‘like or dislike’ di sana, baik di Istana atau pun di DPR, wajar-wajar saja. Jabatan Panglima TNI itu tidak melulu soal karier dan profesionalitas. Profesional pun kalau DPR tidak suka, tidak akan disetujui. Profesional pun kalau Presiden tidak merasa aman dan nyaman, tidak akan diusulkan ke DPR,” jelas KSP yang juga mantan Tenaga Ahli Anggota DPR RI. 

Karena jabatan pilitik itu pulalah, kata KSP, Presiden tidak harus melembagakan giliran setiap angkatan, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). 

“Giliran antar-angkatan itu cuma ‘fatsoen’ (tata krama) atau ‘political good will’ (kemauan politik yang baik). Presiden bisa menafikan ketentuan Pasal 13 ayat (4) UU TNI,” tukas KSP. 

Ia lalu merujuk Pasal 13 ayat (4) UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI yang berbunyi, “Jabatan Panglima sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap-tiap Angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.”

“Profesionalitas itu pertimbangan yang kedua, yakni pengangkatan dan pemberhentian Panglima dilakukan berdasarkan kepentingan organisasi TNI sebagaimana dimaksud Pasal 13 ayat (3) UU TNI. Pertimbangan utamanya adalah ‘chemistry’ atau kesenyawaan antara calon Panglima TNI dan Presiden selaku user. Presiden merasa aman dan nyaman atau tidak,” paparnya. 

Apalagi, lanjut KSP, pada Pasal 13 ayat (4) UU TNI itu ada diksi “dapat dijabat”. “Dapat artinya tidak wajib, boleh ya boleh tidak,” ucapnya. 

Sebab itu, kata KSP, sejak 2004 hingga sekarang ini, Panglima TNI lebih banyak dijabat perwira tinggi dari Angkatan Darat (AD). “Termasuk di era Presiden Jokowi ini. Setelah Gatot Nurmantyo dari AD, Jokowi mengangkat Hadi Tjahjanto dari AU. Kalau mau giliran, seharusnya Panglima TNI setelah Hadi dari AL, katakanlah Laksamana Yudo Margono yang menjabat KSAL. Eh, yang diangkat malah AndIka Perkasa dari AD lagi, dan usianya pun sudah mendekati pensiun, yakni November nanti.  Bandingkan dengan Yudo yang baru akan pensiun 2024 nanti,” tuturnya.

Three Muskeeter

Tentang siapa pengganti Andika Perkasa November nanti, apakah Yudo Margono demi fatsoen politik, atau Andika Perkasa diperpanjang masa dinasnya, KSP menyerahkan hal itu kepada Presiden Jokowi sebagai pemilik hak prerogratif. “Mau angkat KSAL Laksamana Yudo Margono, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, atau KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo tergantung pilihan politik Presiden. Mau pilih siapa dari ketiganya, tak ada aturan yang dilanggar Jokowi. Begitu pun jika Andika mau diperpanjang masa jabatannya, sudah ada preseden atau yurisprudensinya, yakni ketika Endriartono Sutarto diperpanjang masa jabatannya sebagai Panglima TNI, padahal sebagai perwira tinggi seharusnya Jenderal TNI AD itu sudah memasuki masa pensiun,” terangnya. 

KSP mensinyalir, terkait jabatan Panglima TNI, saat ini terjadi tarik-menarik yang cukup alot di Istana, apakah mau memperpanjang Andika atau mengangkat Panglima TNI yang baru. Hanya saja, ia memprediksi Jokowi akan mempertahankan Andika sebagai Panglima, meskipun sebenarnya Andika sendiri cenderung berpolitik, terindikasi dari sudah ada parpol yang siap mengusungnya sebagai calon presiden (capres) 2024.

Tarik-menarik alot di Istana itu, menurut KSP, wajar-wajar saja, karena selama ini Jokowi, diakui atau tidak, ditopang oleh tiga kekuatan utama yang disebut dengan istilah “three muskeeter” atau tiga penembak jitu. 

Ketiganya, urai KSP, ialah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menopang kekuatan di bidang politik, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang menopang kekuatan di bidang ekonomi, dan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono yang menopang kekuatan di bidang pertahanan dan keamanan. 

“Ingat, Andika itu menantu Hendropriyono, jadi kalau diperpanjang masa jabatannya ya masuk akal. Persaingan akan kian sengit seandainya Letnan Jenderal Maruli Simanjuntak yang kini Pangkostrad sudah menjabat KSAD sehingga memenuhi syarat untuk diangkat menjadi Panglima TNI. Ingat, Maruli adalah menantu Luhut,” sindir KSP. 

Terakhir KSP wanti-wanti, apa pun institusinya, jika dalam rekrutmen pejabatnya melibatkan DPR RI, maka jabatan itu akan menjadi jabatan politik di kursi panas. 

Selain Panglima TNI, jabatan publik yang melibatkan DPR RI dalam fit and proper test-nya adalah Kapolri, Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisioner Komnas HAM, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisioner Komisi Yudisial (KY), Hakim Agung Mahkamah Agung (MA), Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi (MK), Bank Indonesia (BI), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). 

“Karena jabatan politik, maka ada ‘deal-deal’ politik tertentu dengan fraksi-fraksi di DPR,” tandas KSP. (F-1)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Diserang Bjorka, Abu Janda Bawa-bawa Rizieq Shihab, Kok Aneh?

Next Post

DEPUTI ADMINISTRATOR ISOBEL COLEMAN (USAID) KE JAKARTA, INDONESIA

fusilat

fusilat

Related Posts

Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Next Post
7 Negara Bangkrut Gagal Bayar Utang di Dunia

DEPUTI ADMINISTRATOR ISOBEL COLEMAN (USAID) KE JAKARTA, INDONESIA

Mengapa Rusia dan Myanmar tidak diundang ke pemakaman Ratu Elizabeth?

Mengapa Rusia dan Myanmar tidak diundang ke pemakaman Ratu Elizabeth?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist