Ratas diikuti sejumlah Menteri, di antaranya Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkes Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri LHK, Siti Nurbaya, membahas kualitas udara di Jabodetabek.
Jakarta – Fusilatnews – Hasil Rapat Terbatas untuk menangani memburuknya polusi udara di Jakarta, “Mr One man show” Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan lagi -lagi ditunjuk menjadi koordinator operasional penanganan polusi udara.
Ratas diikuti sejumlah Menteri, di antaranya Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkes Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri LHK, Siti Nurbaya, membahas kualitas udara di Jabodetabek.
Ratas polusi udara ini merupakan yang kedua kalinya digelar Jokowi.
Sebelumnya pada 14 Agustus lalu, Presiden Jokowi juga memimpin ratas yang membahas polusi udara.
Saat itu, Jokowi menegaskan kualitas udara di Jabodetabek selama sepekan terakhir sangat buruk.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat turut serta mengurangi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut, ISPA, dengan menghindari aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diimbau mengenakan masker serta menggunakan alat penjernih udara yang mampu menyaring polutan.
Dalam kesempatan sebelumnya Luhut mengungkapkan pihaknya akan menindaklanjuti instruksi langsung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan yang disampaikan Luhut dalam rapat ‘Upaya Peningkatan Kualitas Udara Kawasan Jabodetabek lintas kementerian/lembaga (K/L) serta Pemda DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten di kantornya, Jumat (18/8).
Dalam akun sosial media Instagram resminya, @luhut.pandjaitan, dia mengatakan bahwa tahun lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa polusi udara menjadi salah satu pemicu kematian dini hingga 6,7 juta jiwa per tahun.
Penunjukan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan (LBP) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani memburuknya kwalitas udara Jabodetabek membuat LBP pantas mendapat julukan “Perdana Menteri” karena banyaknya jabatan yang diberikan oleh Presiden Jokowi kepadanya























