• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Langkah Tak Pada Tempat: Ketika Pimpinan MPR Bicara Ekonomi Karbon

Ali Syarief by Ali Syarief
May 21, 2025
in Feature, Lingkungan Hidup
0
Langkah Tak Pada Tempat: Ketika Pimpinan MPR Bicara Ekonomi Karbon
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Langkah Pimpinan MPR RI Eddy Soeparno menemui guru bangsa Prof. Emil Salim untuk membahas arah kebijakan lingkungan hidup dan pengembangan ekonomi karbon, pada dasarnya, patut diapresiasi. Terlebih, jika yang menjadi pokok diskusi adalah masa depan bumi dan nasib Indonesia dalam menghadapi krisis iklim global. Kita semua sepakat: ekonomi karbon adalah soal kita, soal dunia.

Namun, yang menjadi soal justru adalah siapa yang berbicara—dan dalam kapasitas apa ia berbicara.

Eddy Soeparno adalah Wakil Ketua MPR RI, bukan Menteri Lingkungan Hidup, bukan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, bukan pula Ketua Komisi VII DPR yang membidangi energi dan lingkungan hidup. Maka publik pun wajar mengernyitkan dahi: mengapa urusan teknis dan strategis seperti ini justru dipelopori oleh lembaga negara yang sejatinya berfungsi layaknya event organizer—menggelar sidang, meresmikan pelantikan, atau, dalam situasi ekstrem, memfasilitasi pemakzulan?

Secara kelembagaan, Majelis Permusyawaratan Rakyat bukanlah institusi perumus kebijakan, apalagi di ranah eksekutif. Konstitusi tidak memberi mandat kepada MPR untuk merancang atau mengintervensi kebijakan energi dan lingkungan hidup, sebagaimana yang dilakukan dalam pertemuan dengan Prof. Emil Salim.

Apresiasi terhadap Emil Salim sebagai tokoh pemikir kebijakan lingkungan hidup memang layak dilontarkan. Emil adalah suluh dalam kegelapan wacana pembangunan berkelanjutan di negeri ini. Namun glorifikasi pribadi tidak boleh mengaburkan batas tugas dan fungsi. Pertemuan ini, bila hanya sekadar “silaturahmi intelektual,” sah-sah saja. Tapi bila ia menjelma menjadi forum strategis penentu arah kebijakan, maka kita patut bertanya: di mana para menteri terkait? Di mana DPR yang memiliki kewenangan legislasi dan pengawasan di bidang ini?

Langkah pemerintah dalam membentuk Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) pada Januari 2025 sejatinya merupakan bagian dari komitmen untuk menjadikan karbon sebagai instrumen transisi energi. Target ambisius untuk meraih Rp 1.000 triliun dari perdagangan kredit emisi karbon hingga 2028 adalah tanda keseriusan. Tapi keseriusan itu justru menjadi samar bila kewenangan lembaga bercampur aduk, bahkan berkelindan tanpa arah yang jelas.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan bahwa ekonomi karbon adalah salah satu pilar pertumbuhan nasional. Jika demikian, maka perencanaan dan eksekusinya seharusnya menjadi ranah teknokratis kementerian dan lembaga eksekutif, bukan forum lobi personal pimpinan MPR.

Demokrasi modern mengandalkan pembagian kerja yang tegas antar lembaga negara. Ketika seorang pimpinan MPR merasa perlu melompat pagar kewenangannya demi isu penting, barangkali yang patut kita soroti bukan niatnya—melainkan kondisi sistemik yang menyebabkan fungsi lembaga eksekutif dan legislatif tak berjalan sebagaimana mestinya.

Apakah para menteri tak kunjung bekerja? Ataukah lembaga perumus kebijakan justru sibuk dengan proyek-proyek citra yang tak menyentuh akar masalah?

Pertanyaan-pertanyaan ini mesti dijawab. Bukan dengan konferensi pers dan potret penuh pujian, melainkan dengan ketegasan dalam menegakkan fungsi lembaga dan memperjelas siapa seharusnya bicara atas nama negara dalam merancang masa depan lingkungan kita. Karena dalam isu krusial seperti ekonomi karbon, rakyat berhak tahu siapa sebenarnya yang sedang bekerja—dan siapa yang sekadar tampil.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Globalisasi, Tarif dan Demokrasi: Ekonom Dani Rodrik membahas mengapa isolasionisme bukanlah jawabannya

Next Post

TPUA Siap Bergabung Bela Megawati, Hadapi Ancaman Laporan dari Pecinta Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
TPUA Siap Bergabung Bela Megawati, Hadapi Ancaman Laporan dari Pecinta Jokowi

TPUA Siap Bergabung Bela Megawati, Hadapi Ancaman Laporan dari Pecinta Jokowi

Ijazah Jokowi dan Kedunguan UGM: Mengapa Publik Masih Meragukan?

Ijazah Jokowi Asli!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist