Jakarta, Fusilatnews – 21 Mei 2025 — Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menyatakan siap bergabung dengan tim advokasi yang dibentuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk membela Megawati Soekarnoputri, apabila rencana pelaporan terhadap Ketua Umum PDIP itu oleh kelompok “Pecinta Jokowi” benar-benar direalisasikan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal TPUA, Arvid Dwimart Saktyo, SH., M.Kn. Menurutnya, keterlibatan TPUA dalam advokasi Megawati bukan sekadar langkah hukum, tetapi lebih merupakan panggilan moral untuk menjaga kehormatan tokoh bangsa.
“TPUA siap berdiri bersama para pengikut Ibu Megawati apabila niatan kelompok Pecinta Jokowi untuk melaporkan beliau kepada pihak penyidik benar-benar dilaksanakan,” ujar Arvid dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (21/5).
Menurut Arvid, pihaknya menilai Megawati telah banyak berjasa terhadap Jokowi, termasuk dalam proses politik yang mengantarkannya menjadi Presiden. Karena itu, niatan melaporkan Megawati hanya karena menyampaikan pendapat dan nasihat sebagai negarawan dinilai sebagai tindakan berlebihan dan berpotensi kriminalisasi.
“Kami melihat, apa yang disampaikan Ibu Megawati adalah hak konstitusional sebagai warga negara, apalagi beliau adalah anak dari proklamator dan mantan Presiden RI ke-5. Marwah beliau harus dijaga,” tegas Arvid.
Ia menambahkan, polemik ini muncul hanya karena Megawati memberi nasihat kepada sosok yang disebut sebagai “eks kadernya” yang belakangan terlihat enggan membuka ke publik keaslian ijazah S-1-nya. Menurut TPUA, hal ini telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan bukan sepatutnya justru Megawati yang dijadikan sasaran pelaporan hukum.
“Kami akan berjibaku bersama tim hukum PDIP untuk menjaga kehormatan beliau dari segala bentuk kriminalisasi yang tidak berdasar,” kata Arvid.
Pernyataan ini menunjukkan sinyal kuat bahwa jika ketegangan politik antara pendukung Jokowi dan PDIP makin memuncak, barisan advokat lintas latar belakang bisa bersatu untuk membela figur sentral seperti Megawati.
Sumber: Damai Hari Lubis

























