Jakarta, Fusilatnews.- Pernyataan Luhut Binsar Panjaitan, bawa Presiden minggu depan, akan mengumumkan kenaikan harga BBM, ternyata bertentangan dengan pernyataan Menterti Koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto. Sementara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani menyatakan bahwa hingga hari ini belum ada usulan dari pemerintah yang disampaikan kepada DPR terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Berbeda dengan Luhut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM Pertalite dan solar bersubsidi pada kuartal III 2022. Menurut dia, pemerintah masih mengkaji beberapa situasi.
Masih disampaikan beberapa skenario. Tidak kuartal III-2022,” tegas Airlangga, saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Sabtu (20/8/2022).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan soal rencana kenaikan harga BBM dalam Kuliah Umum Universitas Hasanuddin, Jumat (19/8/2022). Tetapi Puan Maharani mengatakan; “Yang pasti belum ada usulan dari pemerintah untuk kenaikan BBM,” ujar Puan saat ditemui di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Minggu, (21/8/2022).
Puan yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu enggan menyampaikan sikap partainya terkait isu kenaikan harga BBM tersebut. Menurutnya, keputusan untuk menaikkan harga BBM ada di tangan pemerintah pusat, bukan pihak legislatif, apalagi partai. “Kenaikan BBM itu kan yang memutuskan pemerintah, eksekutif, bukan legislatif, kita tunggu saja pemerintah nantinya menyikapi rencana tersebut seperti apa,” kata Puan. “Yang pasti dalam pidato tanggal 16 yang lalu, kami DPR sudah menyampaikan agar pemerintah menggunakan APBN secara efektif, efisien, dan memprioritaskan kepentingan masyarakat,” ucapnya.
Luhut mengungkapkan, harga BBM subsidi saat ini sudah membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp 502 triliun. “Nanti mungkin minggu depan Presiden akan mengumumkan mengenai kenaikan harga ini (BBM subsidi),” kata Luhut
“Minggu depan Presiden akan mengumumkan terkait apa dan bagaimana mengenai harga BBM ini. Jadi presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan terus demikian, karena harga BBM kita jauh lebih murah di kawasan asia ini, dan itu beban terlalu besar kepada APBN kita,” ungkap Menko Luhut dalam Kuliah Umum Menko Marves di Universitas Hasanudin dikutip CNBCIndonesia.com Sabtu (20/8/2022).
“Jadi presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan terus demikian, karena harga BBM kita jauh lebih murah di kawasan Asia ini, dan itu beban terlalu besar kepada APBN kita,” tambahnya.
Subsidi energi senilai Rp502,4 triliun yang tertuang dalam APBN 2022. Subsidi digunakan untuk bahan bakar, elpiji dan listrik.
Airlangga menambahkan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Presiden Joko Widodo. Selain itu, dia mengatakan subsidi individu masih perlu dirancang dan pemerintah akan terus mengamanatkan penggunaan aplikasi My Pertamina.
Sebelumnya, dalam wawancara eksklusif dengan CNBC Indonesia, Jokowi mengaku tidak segan-segan mengambil keputusan yang tidak populis, seperti menaikkan harga BBM, dan akan tetap disubsidi jika kebijakan itu benar-benar dibutuhkan.

























