• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

LBP : Kembali Lagi Watak Soldadunya – Menghantam Senior-Seniornya Sendiri

Ali Syarief by Ali Syarief
May 7, 2025
in Birokrasi, Feature
0
LBP : Kembali Lagi Watak Soldadunya – Menghantam Senior-Seniornya Sendiri
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Ada yang tak pernah benar-benar pensiun dari medan pertempuran. Namanya Luhut Binsar Pandjaitan. Watak soldadunya terlalu keras membatu untuk sekadar diredam oleh masa pensiun atau perubahan rezim. Ia bukan sekadar figur senior di panggung kekuasaan; ia bemper yang rela menyerap hantaman di era Jokowi dan kini berubah menjadi gada di tangan Prabowo—senjata yang menghantam siapa pun yang berani menggoyang singgasana kekuasaan.

Pekan ini, Luhut kembali membuka suara. Seperti biasa, bukan dengan nada halus atau retorika cerdas penuh diplomasi. Melainkan dengan gebrakan lidah keras yang mencerminkan watak militernya: “Kalau kau tidak taat konstitusi, jangan tinggal di Indonesia,” ujarnya di Balai Kartini, menyikapi desakan pencopotan Gibran Rakabuming Raka dari kursi Wakil Presiden oleh Forum Purnawirawan TNI-Polri. Sebuah forum yang ironisnya diisi oleh kolega-koleganya sendiri semasa aktif sebagai perwira tinggi.

Serangan Luhut bukan cuma frontal, tapi juga menyudutkan. Ia menyebut mereka yang menggugat Gibran sebagai ancaman terhadap keutuhan bangsa. Tidak peduli bahwa mereka juga anak-anak Republik, yang dulu sama-sama menjaga pertiwi dengan senapan dan sumpah setia. Kali ini, loyalitas diuji bukan kepada bangsa dan rakyat, tetapi kepada sosok dan sistem yang telah melanggengkan dinasti.

Adakah ini nostalgia kekuasaan yang mengaburkan batas etis dan konstitusional? Ataukah Luhut memang tidak lagi mampu membedakan mana kepentingan negara dan mana yang semata-mata kepentingan istana? Di balik tudingannya soal kekuatan asing yang ingin memecah-belah, Luhut seolah lupa: yang sedang menuntut keadilan justru para mantan jenderal republik sendiri, bukan agen rahasia dari seberang lautan.

Dalam demokrasi yang sehat, kritik terhadap penguasa adalah hak, bukan bentuk makar. Apalagi jika menyangkut dugaan pelanggaran etika dalam proses pemilu, seperti yang disampaikan para purnawirawan. Seruan mereka bukan untuk mengangkat senjata, melainkan menghidupkan kembali akal sehat bernegara. Tapi entah kenapa, Luhut melihat semua itu sebagai bentuk pengkhianatan.

Begitulah watak soldadu. Selalu curiga pada perbedaan pendapat, selalu menganggap ketidaksepakatan sebagai ancaman. Luhut kini tidak lagi berada di barisan tengah yang mendamaikan, tapi telah memilih sisi: membentengi anak mantan atasannya dengan segala daya. Ia menyerang bukan karena ia kuat, tetapi karena kekuasaan hari ini memerlukan figur seperti dirinya: tanpa keraguan, tanpa toleransi, dan tanpa rasa malu.

Namun rakyat mencatat. Bahwa kini ia bukan lagi pelindung republik, melainkan pelindung dinasti. Kata-katanya tak lagi menyuarakan kepentingan publik, melainkan menggema sebagai peringatan: bahwa di republik ini, siapa pun yang berani menuntut keadilan bisa diusir dari tanah airnya sendiri.

Ironi ini tak akan hilang begitu saja. Dan sejarah, sebagaimana selalu, akan menilai siapa sebenarnya yang memecah belah, dan siapa yang mencoba merawat republik.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dibalik Kunjungan Bill Gates: MBG di Muka, Vaksin TBC di Balik Pintu

Next Post

Ketika Jokowi di Roma: Manuver Senyap Menghapus Jejak Kekuasaan – “Knives Out as Jokowi Packed Off to Rome”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo
Birokrasi

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
Ketika Jokowi di Roma: Manuver Senyap Menghapus Jejak Kekuasaan – “Knives Out as Jokowi Packed Off to Rome”

Ketika Jokowi di Roma: Manuver Senyap Menghapus Jejak Kekuasaan - "Knives Out as Jokowi Packed Off to Rome"

PRASANGKA SAH HUKUM : Polemik Ijazah Presiden Ke VII

PRASANGKA SAH HUKUM : Polemik Ijazah Presiden Ke VII

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist