Jeneponto – FusilatNews – Pemerintah Desa Baraya, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, menggelar kegiatan edukasi kesehatan sekaligus pembagian Multiple Micronutrient Supplement (MMN) kepada ibu hamil sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan janin serta mencegah risiko stunting sejak masa kehamilan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Baraya tersebut melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 116. Berdasarkan data bidan desa, terdapat 27 ibu hamil yang tersebar di tujuh dusun, dengan 11 orang mengikuti kegiatan edukasi dan menerima suplemen MMN.
Koordinator Bidan Desa Baraya, Darmawati, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya kecukupan vitamin dan mineral selama masa kehamilan.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan. Pemberian vitamin MMN juga diharapkan dapat membantu mencegah stunting serta memenuhi kebutuhan mineral ibu hamil,” ujarnya.
Menurut Darmawati, MMN memiliki berbagai manfaat, antara lain membantu mencegah anemia pada ibu hamil, mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, menunjang perkembangan otak bayi, serta meningkatkan daya tahan tubuh ibu selama masa kehamilan.
Selain mendukung kegiatan penyuluhan, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin juga berperan dalam pendampingan peserta dan dokumentasi kegiatan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Nurhaidah, istri Kepala Desa Baraya yang juga aktif sebagai penggerak PKK desa, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung berbagai program kesehatan di desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang telah membantu kegiatan di desa kami. Semoga mereka terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat, baik di bidang PKK maupun pendidikan,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Baraya berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan semakin meningkat, sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas dari stunting.
Reporter: Muhammad Ilham






















