• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Presiden Mesti Turun Tangan dan Bertanggung Jawab: TNI Alat Pertahanan Negara, Bukan Tameng Koruptor

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
July 9, 2026
in Birokrasi, Crime, News
0
Penggeledahan Terkait Kasus Jampidsus, Polisi Temukan Brankas Rahasia Berisi 74 Kilogram Emas
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – FusilatNews.-– Dugaan tindakan beberapa anggota TNI yang menghalangi penegakan hukum pemberantasan korupsi oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya merupakan peristiwa yang sangat serius.

“Apabila benar tindakan tersebut dilakukan untuk melindungi pihak yang sedang diperiksa atau diduga terlibat dalam perkara korupsi yang berkaitan dengan seorang pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung, maka yang sedang dipertontonkan kepada publik bukan hanya intervensi terhadap proses penegakan hukum, melainkan penggunaan institusi pertahanan negara sebagai tameng bagi kepentingan koruptor,” kata Ketua Dewan Nasional Setara Institute Hendardi di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Hal demikian, jelas Hendardi, merupakan pengkhianatan terhadap negara dalam hal penguatan kedaulatan negara, penghormatan terhadap supremasi sipil, dan agenda-agenda nasional pemberantasan korupsi.

“Merujuk pada peraturan perundang-undangan, tidak ada satu pun anggota TNI yang memiliki kewenangan menghalangi tindakan penyidikan atau penggeledahan yang dilakukan aparat penegak hukum berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Keterlibatan aparat militer dalam melindungi pihak yang diduga melakukan tindak pidana korupsi merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang berbahaya,” paparnya.

Menurut Hendardi, korupsi adalah extraordinary crime (kejahatan luar biasa) yang menggerogoti sendi-sendi negara.

“Ketika aparat bersenjata justru digunakan untuk mengamankan kepentingan pelaku korupsi, maka ancaman yang dihadapi bukan lagi semata korupsi, tetapi kolusi antara kekuasaan, impunitas (kekebalan hukum) dan kekuatan koersif negara,” sesalnya.

Peristiwa ini, lanjut Hendardi, sekaligus membuktikan bahwa perluasan keterlibatan militer di ruang-ruang sipil merupakan kebijakan yang keliru dan mengandung risiko serius bagi negara hukum.

“Dalam beberapa tahun terakhir, TNI semakin sering ditempatkan dalam berbagai urusan sipil, mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, penegakan ketertiban, hingga berbagai fungsi pemerintahan lainnya yang berada di luar mandat pertahanan negara,” cetusnya.

“Alih-alih memperkuat tata kelola pemerintahan, ekspansi peran tersebut justru menciptakan ruang penyalahgunaan kewenangan, konflik yurisdiksi, dan penggunaan kekuatan militer untuk melindungi kepentingan yang tidak berkaitan dengan tugas pertahanan,” lanjutnya.

Hendardi menilai, dugaan penghalangan penyidikan atau obstruction of justice perkara korupsi ini menjadi bukti nyata bahwa kaburnya batas antara fungsi pertahanan dan penegakan hukum sipil dapat berujung pada penyalahgunaan institusi militer untuk mengintervensi proses hukum.

“Karena itu, pemerintah dan DPR harus segera mengevaluasi berbagai kebijakan yang membuka ruang keterlibatan TNI dalam urusan sipil, serta mengembalikan TNI secara konsisten pada mandat konstitusionalnya sebagai alat pertahanan negara di bawah prinsip supremasi sipil,” pintanya.

Karena itu, saran Hendardi, Presiden Prabowo Subianto harus bertanggung jawab dan segera turun tangan dengan memerintahkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan anggotanya, membuka hasil pemeriksaan kepada publik, serta memastikan setiap anggota yang terbukti menghalangi proses hukum dikenai sanksi pidana maupun disiplin secara tegas.

“Pada saat yang sama, Kepolisian RI tidak boleh mundur sedikit pun. Setiap tindakan obstruction of justice, siapa pun pelakunya harus diproses sesuai hukum agar tidak menjadi preseden bahwa kekuatan bersenjata dapat digunakan untuk mengintervensi penyidikan perkara korupsi,” harapnya.

Presiden, masih kata Hendardi, juga mesti melarang penggunaan anggota TNI untuk menghambat penegakan hukum atas dugaan korupsi yang diduga melibatkan pejabat Kejaksaan Agung.

“Di sisi lain, peristiwa ini sekaligus menjadi alarm bagi Presiden bahwa militerisasi ruang-ruang sipil sangat berpotensi disalahgunakan dan merusak negara hukum. Presiden harus memastikan bahwa TNI kembali sepenuhnya pada fungsi pertahanan negara dan tidak terseret ke dalam praktik-praktik yang melindungi kepentingan individu, kelompok, maupun elite yang berhadapan dengan hukum. Membiarkan aparat militer menjadi pelindung koruptor sama artinya dengan membiarkan negara hukum dikalahkan oleh politik kekuasaan yang mengabaikan peran-peran utama Polri, Kejaksaan Agung, TNI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sesuai tugas dan fungsi pokok masing-masing,” tandasnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kembali ke UUD 1945: Solusi atau Justru Menghidupkan Kembali Sumber Masalah?

Next Post

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Puluhan Pria Diduga Anggota TNI Datangi Polda Metro Jaya, Kapuspen Bantah Ada Penyerbuan
Birokrasi

Puluhan Pria Diduga Anggota TNI Datangi Polda Metro Jaya, Kapuspen Bantah Ada Penyerbuan

July 9, 2026
Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil
daerah

Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil

July 9, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?
Birokrasi

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Next Post
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil

Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?
Birokrasi

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

by Karyudi Sutajah Putra
July 9, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Seragam sama cokelat. Bedanya, Kepolisian RI (Polri) cokelat muda, sedangkan...

Read more
Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo

Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo

July 8, 2026
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

July 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Puluhan Pria Diduga Anggota TNI Datangi Polda Metro Jaya, Kapuspen Bantah Ada Penyerbuan

Puluhan Pria Diduga Anggota TNI Datangi Polda Metro Jaya, Kapuspen Bantah Ada Penyerbuan

July 9, 2026
Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil

Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil

July 9, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Penggeledahan Terkait Kasus Jampidsus, Polisi Temukan Brankas Rahasia Berisi 74 Kilogram Emas

Presiden Mesti Turun Tangan dan Bertanggung Jawab: TNI Alat Pertahanan Negara, Bukan Tameng Koruptor

July 9, 2026
Kembali ke UUD 1945: Solusi atau Justru Menghidupkan Kembali Sumber Masalah?

Kembali ke UUD 1945: Solusi atau Justru Menghidupkan Kembali Sumber Masalah?

July 9, 2026
Penggeledahan Terkait Kasus Jampidsus, Polisi Temukan Brankas Rahasia Berisi 74 Kilogram Emas

Penggeledahan Terkait Kasus Jampidsus, Polisi Temukan Brankas Rahasia Berisi 74 Kilogram Emas

July 9, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Puluhan Pria Diduga Anggota TNI Datangi Polda Metro Jaya, Kapuspen Bantah Ada Penyerbuan

Puluhan Pria Diduga Anggota TNI Datangi Polda Metro Jaya, Kapuspen Bantah Ada Penyerbuan

July 9, 2026
Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil

Libatkan Mahasiswa KKN, Desa Baraya Gencarkan Edukasi Gizi dan Bagikan Suplemen MMN untuk Ibu Hamil

July 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist