Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)
Jakarta – Namanya Anggodo atau Hanggodo. Dalam dunia pewayangan, ia adalah putra tunggal Raja Kiskenda, Resi Subali. Ia punya guru sakti mandraguna yang adalah pamannya sendiri, bernama Sugriwa.
Seperti ayah dan gurunya, Hanggodo, kera berbulu merah itu, juga pemberani dan sakti mandraguna. Selain pemberani, Hanggodo juga setia dan loyal kepada Prabu Sri Rama saat bersama Hanoman diutus membebaskan Dewi Shinta dari penculikan Raja Alengka Rahwana.
Kini di Kabinet Merah Putih juga ada seorang menteri bernama Hanggodo. Tepatnya Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum (PU).
Hanggodo yang ini juga seorang pemberani. Misalnya ia berani berkata lantang bahwa jika ada Aparatur Sipil Negara (ASN) di kementeriannya tidak menyukai Presiden Prabowo Subianto, maka silakan keluar saja dari ASN.
Selain pemberani, ternyata Hanggodo yang ini juga seperti Hanggodo yang setia dan loyal kepada Prabu Sri Rama. Hanggodo ini setia kepada Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, yang telah mengangkatnya menjadi Menteri PU kendari pun Hanggodo politikus Partai Demokrat.
Keberanian Hanggodo tidak hanya sampai di situ. Ia juga berani mengajak istri dan anaknya melakukan perjalanan dinas ke New York, Amerika Serikat (AS).
Nama Hanggodo beserta istrinya, Irma Hermawati, dan anaknya, Aurelia Tsabitha Meidirama tertera dalam surat tugas yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto.
Tapi Apri menyatakan, biaya perjalanan dinas istri dan anak Hanggodo ditanggung pribadi, dan hanya Hanggodo yang menggunakan APBN.
Hanggodo, istri dan anaknya juga menggunakan visa diplomatik. Apri Artanto mengklaim, keluarga pejabat memang boleh menggunakan visa diplomatik.
Adapun penulisan nama Hanggodo, istri dan anaknya dalam satu surat, klaim Apri, itu hanya untuk memudahkan pengurusan visa di Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar AS di Jakarta.
Yang membuat surat Sekjen Kementerian PU itu kian mendapat sorotan publik adalah perjalanan dinas Menteri Hanggodo bersamaan dengan pelaksanaan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AS di mana kini akan memasuki babak delapan besar.
Disinyalir, perjalanan dinas Hanggodo yang menyertakan istri dan anaknya itu untuk sekaligus menyaksikan pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 di AS.
Hanggodo memang pemberani. Kalau tidak pemberani, bagaimana mungkin di tengah langkah efisiensi anggaran negara ia berani membawa anak istrinya melakukan perjalanan dinas ke luar negeri?
Biaya anak dan istri ditanggung sendiri, bukan dari APBN? Siapa berani menjamin?
Hanggodo juga merupakan orang kuat. Kalau tidak kuat, bagaimana bisa ia mengajak istri dan anaknya melakukan perjalanan dinas ke AS di tengah sorotan publik terkait gaya hidup mewah pejabat?
Mungkin karena Hanggodo loyal kepada Prabowo itulah sehingga ia menjadi kuat dan berani, tanpa takut ditegur atasannya itu.
Atau mungkin saja Hanggodo sedang menggunakan aji mumpung. Mumpung sedang menjadi menteri. Mumpung sedang berkuasa. Kalau tidak sekarang, mau kapan lagi ke luar negeri dengan fasilitas negara?

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)




















