• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Negeri Absurd: Ketika Sistem Politik Menertawakan Logika Demokrasi

Ali Syarief by Ali Syarief
July 7, 2026
in Feature, Politik
0
Negeri Absurd: Ketika Sistem Politik Menertawakan Logika Demokrasi
Share on FacebookShare on Twitter

Bila Masuk Kedalalam System Politik Indonesia-Malaikat-pun bisa menjadi Iblis, Mahfid MD

Oleh: Ali Syarief

Indonesia adalah negeri yang kaya akan paradoks politik. Apa yang secara logis seharusnya terjadi dalam sebuah demokrasi, justru sering berakhir sebaliknya. Hubungan antara suara rakyat, kekuatan partai, kualitas kepemimpinan, dan distribusi kekuasaan tidak berjalan lurus. Yang bekerja bukan logika demokrasi, melainkan logika sistem yang penuh kontradiksi.

Dalam sistem yang sehat, kekuasaan semestinya merupakan cerminan kehendak rakyat. Namun dalam sistem politik Indonesia, berbagai anomali justru menjadi hal yang lumrah.

Fenomena pertama adalah munculnya satu keluarga yang berhasil mencapai puncak-puncak kekuasaan negara dan politik. Joko Widodo menjadi presiden selama dua periode. Putranya, Gibran Rakabuming Raka, menjadi wakil presiden di usia yang sangat muda setelah perubahan syarat pencalonan yang memicu kontroversi. Putra bungsunya, Kaesang Pangarep, dalam waktu singkat menjadi ketua umum partai politik tanpa melalui proses kaderisasi yang lazim. Terlepas dari penilaian terhadap kapasitas masing-masing, fakta tersebut menunjukkan bahwa sistem politik Indonesia memungkinkan konsentrasi pengaruh politik dalam satu lingkaran keluarga.

Paradoks berikutnya tampak dalam pembentukan kabinet. Tokoh-tokoh seperti Yusril Ihza Mahendra, Anis Matta, dan Fahri Hamzah berasal dari partai-partai yang secara elektoral tidak memiliki kekuatan besar. Bahkan ada yang tidak lolos ambang batas parlemen. Namun mereka tetap dapat menduduki posisi strategis dalam pemerintahan. Hal itu sah menurut konstitusi. Namun secara demokratis muncul pertanyaan mendasar: apakah jabatan publik diberikan sebagai representasi suara rakyat atau sebagai hasil kompromi elite politik?

Sejarah juga memperlihatkan ironi yang sama. Pada 1999, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memenangkan Pemilu dengan suara terbanyak di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri. Namun yang terpilih menjadi presiden justru Abdurrahman Wahid dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memperoleh suara jauh lebih kecil. Megawati akhirnya menerima posisi wakil presiden dan baru menjadi presiden setelah Gus Dur diberhentikan pada 2001. Kemenangan pemilu ternyata tidak otomatis berarti kemenangan dalam perebutan kekuasaan.

Kini, paradoks itu hadir dalam bentuk lain. Prabowo Subianto memenangkan pemilihan presiden dengan mandat rakyat yang sangat kuat. Dalam teori sistem presidensial, legitimasi sebesar itu seharusnya memberi keleluasaan kepada presiden untuk menjalankan agenda pemerintahannya. Namun kenyataannya, presiden tetap harus terus berkompromi dengan partai-partai koalisi yang mengusungnya. Bahkan tidak jarang justru partai-partai pendukung itulah yang menjadi sumber tekanan politik terbesar terhadap pemerintah.

Akibatnya, presiden yang dipilih langsung oleh puluhan juta rakyat sering kali tidak sepenuhnya bebas menjalankan mandatnya. Ia harus terus menjaga keseimbangan kepentingan partai-partai koalisi yang sewaktu-waktu dapat menjadi kekuatan penekan dari dalam pemerintahan sendiri.

Semua fenomena tersebut bukan sekadar kebetulan. Ini adalah konsekuensi dari desain sistem politik yang membuka ruang sangat besar bagi transaksi politik, kompromi elite, dan distribusi kekuasaan yang tidak selalu sejalan dengan hasil pemilu maupun aspirasi publik.

Ilmuwan politik Giovanni Sartori pernah mengingatkan bahwa desain sistem kepartaian sangat menentukan kualitas pemerintahan. Sementara Juan J. Linz menunjukkan bahwa sistem presidensial akan mengalami ketegangan ketika dipadukan dengan multipartai yang sangat terfragmentasi. Indonesia memperlihatkan gejala itu secara nyata: presiden dipilih langsung oleh rakyat, tetapi efektivitas pemerintahannya tetap sangat bergantung pada konfigurasi dan negosiasi partai politik.

Karena itu, berbagai paradoks yang kita saksikan hari ini sesungguhnya bukan semata-mata lahir dari perilaku individu. Sistemlah yang menyediakan panggungnya. Siapa pun aktornya, selama aturan mainnya tetap sama, hasilnya akan terus berulang.

Partai kecil dapat memperoleh posisi strategis.

Pemenang pemilu belum tentu menjadi pemimpin pemerintahan.

Presiden yang menang telak tetap dapat disandera oleh koalisi pendukungnya sendiri.

Kekuasaan dapat terkonsentrasi dalam lingkaran keluarga.

Semuanya sah menurut hukum. Namun belum tentu sehat menurut akal sehat demokrasi.

Barangkali inilah yang membuat politik Indonesia terasa begitu absurd. Bukan karena rakyat salah memilih pemimpin, melainkan karena sistemnya memungkinkan berbagai ironi itu terus terjadi. Demokrasi akhirnya bukan lagi menjadi mekanisme untuk menerjemahkan kehendak rakyat, tetapi panggung tempat logika politik menertawakan logika demokrasi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KEKUASAAN HUB-AND-SPOKE: PARIA POLITIK BERNAMA JOKOWI

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jokowi Dukung 2 Periode Prabowo Gibran – Ambisi yang Digerakkan oleh Rasa Cemas
Feature

KEKUASAAN HUB-AND-SPOKE: PARIA POLITIK BERNAMA JOKOWI

July 7, 2026
Mengapa Norwegia Bisa Melahirkan Haaland, dan Indonesia Belum?
Feature

Mengapa Norwegia Bisa Melahirkan Haaland, dan Indonesia Belum?

July 7, 2026
Mengapa Prabowo Mengirim Menlu dan Ketua MPR ke Iran? Membaca Pesan Diplomatik Jakarta kepada Teheran
Feature

Mengapa Prabowo Mengirim Menlu dan Ketua MPR ke Iran? Membaca Pesan Diplomatik Jakarta kepada Teheran

July 7, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Negeri Absurd: Ketika Sistem Politik Menertawakan Logika Demokrasi

Negeri Absurd: Ketika Sistem Politik Menertawakan Logika Demokrasi

July 7, 2026
Jokowi Dukung 2 Periode Prabowo Gibran – Ambisi yang Digerakkan oleh Rasa Cemas

KEKUASAAN HUB-AND-SPOKE: PARIA POLITIK BERNAMA JOKOWI

July 7, 2026
BREAKING NEWS Roy Suryo Menang Praperadilan, Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah

BREAKING NEWS Roy Suryo Menang Praperadilan, Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah

July 7, 2026
Mengapa Norwegia Bisa Melahirkan Haaland, dan Indonesia Belum?

Mengapa Norwegia Bisa Melahirkan Haaland, dan Indonesia Belum?

July 7, 2026
Mengapa Prabowo Mengirim Menlu dan Ketua MPR ke Iran? Membaca Pesan Diplomatik Jakarta kepada Teheran

Mengapa Prabowo Mengirim Menlu dan Ketua MPR ke Iran? Membaca Pesan Diplomatik Jakarta kepada Teheran

July 7, 2026
Paradoks Pendidikan: Ketika Prabowo Berjanji Menggratiskan Kuliah, 113 Ribu Mahasiswa Justru Gagal Masuk Kampus

Paradoks Pendidikan: Ketika Prabowo Berjanji Menggratiskan Kuliah, 113 Ribu Mahasiswa Justru Gagal Masuk Kampus

July 7, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Negeri Absurd: Ketika Sistem Politik Menertawakan Logika Demokrasi

Negeri Absurd: Ketika Sistem Politik Menertawakan Logika Demokrasi

July 7, 2026
Jokowi Dukung 2 Periode Prabowo Gibran – Ambisi yang Digerakkan oleh Rasa Cemas

KEKUASAAN HUB-AND-SPOKE: PARIA POLITIK BERNAMA JOKOWI

July 7, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...