• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Prabowo Mengirim Menlu dan Ketua MPR ke Iran? Membaca Pesan Diplomatik Jakarta kepada Teheran

Ali Syarief by Ali Syarief
July 7, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Mengapa Prabowo Mengirim Menlu dan Ketua MPR ke Iran? Membaca Pesan Diplomatik Jakarta kepada Teheran
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam diplomasi, siapa yang dikirim sering kali lebih penting daripada apa yang diucapkan.

Keputusan Indonesia mengirim Menteri Luar Negeri bersama Ketua MPR RI untuk menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei bukanlah sekadar urusan protokol. Di balik keputusan itu terdapat pesan politik yang dibaca oleh negara-negara lain, khususnya Iran, sekaligus oleh komunitas internasional.

Diplomasi mengenal apa yang disebut level of representation. Semakin tinggi pejabat yang dikirim, semakin besar bobot penghormatan yang diberikan kepada negara penyelenggara.

Apabila Indonesia hanya mengirim Duta Besar, pesannya adalah hubungan diplomatik berjalan normal. Jika yang dikirim Menteri Luar Negeri, pesannya meningkat menjadi penghormatan resmi pemerintah Indonesia. Ketika unsur pimpinan lembaga negara seperti Ketua MPR ikut bergabung, pesan itu menjadi lebih luas: penghormatan tersebut dipersepsikan sebagai representasi negara, bukan semata-mata pemerintah.

Dengan kata lain, Indonesia sengaja menaikkan level representasinya.

Mengirim Sinyal kepada Teheran

Bagi Iran, kehadiran delegasi tingkat tinggi dari Indonesia merupakan sinyal bahwa Jakarta tetap memandang Teheran sebagai mitra penting di kawasan Timur Tengah.

Indonesia dan Iran memiliki hubungan diplomatik yang relatif stabil sejak lama. Meskipun berbeda sistem politik, keduanya sama-sama aktif dalam berbagai forum negara berkembang dan sering memiliki posisi yang sejalan dalam isu Palestina, multilateralisme, serta penolakan terhadap dominasi kekuatan besar dalam politik internasional.

Karena itu, kehadiran delegasi Indonesia dapat dibaca sebagai upaya menjaga hubungan bilateral agar tetap hangat di tengah dinamika geopolitik kawasan.

Bukan Dukungan Ideologis

Namun, diplomasi tidak selalu identik dengan persetujuan politik.

Menghadiri pemakaman seorang pemimpin negara atau tokoh nasional tidak otomatis berarti mendukung seluruh kebijakan ataupun ideologi yang dianut tokoh tersebut. Dalam praktik hubungan internasional, penghormatan terhadap pemimpin yang wafat merupakan bagian dari etika diplomasi antarnegara.

Banyak negara Barat sekalipun kerap mengirim delegasi ke pemakaman pemimpin negara yang selama hidupnya memiliki perbedaan tajam dengan mereka. Yang dihormati adalah hubungan antarnegara, bukan seluruh pandangan politik individu yang meninggal dunia.

Karena itu, langkah Indonesia sebaiknya dibaca sebagai ekspresi penghormatan diplomatik, bukan sebagai perubahan orientasi politik luar negeri.

Politik Luar Negeri “Bebas dan Aktif”

Langkah tersebut juga konsisten dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang “bebas dan aktif”.

“Bebas” berarti Indonesia tidak mengikatkan diri pada blok kekuatan tertentu. “Aktif” berarti Indonesia tetap membangun hubungan dengan semua pihak yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Dalam konteks Timur Tengah yang sarat rivalitas—antara Iran dan negara-negara Teluk, antara Iran dan Amerika Serikat, maupun antara Iran dan Israel—Indonesia selama ini berusaha mempertahankan posisi yang relatif seimbang.

Jakarta menjalin hubungan baik dengan Iran, tetapi pada saat yang sama juga mengembangkan kerja sama dengan negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Dengan demikian, pengiriman delegasi ke Teheran tidak serta-merta mengubah orientasi politik luar negeri Indonesia, melainkan mencerminkan konsistensi menjaga hubungan dengan semua mitra strategis.

Pesan kepada Dunia Islam

Ada dimensi lain yang tidak kalah penting.

Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Kehadiran delegasi tingkat tinggi pada momen penting di Iran juga memperlihatkan bahwa Indonesia ingin tetap memainkan peran sebagai salah satu aktor penting dalam dunia Islam, tanpa harus masuk ke dalam rivalitas sektarian antara Sunni dan Syiah.

Ini merupakan pesan bahwa Indonesia memilih menjadi jembatan dialog, bukan bagian dari polarisasi.

Diplomasi Simbolik

Diplomasi modern tidak hanya berlangsung di meja perundingan.

Sering kali simbol lebih berbicara daripada pidato. Kehadiran seorang menteri, seorang ketua parlemen, atau bahkan kepala negara membawa makna yang dibaca secara cermat oleh para diplomat di seluruh dunia.

Karena itu, keputusan untuk mengirim Menteri Luar Negeri bersama Ketua MPR adalah bentuk diplomasi simbolik. Indonesia ingin menyampaikan penghormatan kepada Iran, menjaga hubungan bilateral, sekaligus mempertahankan citra sebagai negara yang konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif.

Yang Perlu Dijaga

Meski demikian, terdapat satu hal yang juga perlu dijaga.

Pengiriman Ketua MPR tidak boleh dipahami sebagai bentuk subordinasi lembaga legislatif kepada Presiden. Ketua MPR hadir sebagai bagian dari delegasi negara melalui koordinasi antarlembaga, bukan sebagai pejabat yang menerima instruksi Presiden.

Justru di sinilah Indonesia harus mampu menunjukkan dua hal sekaligus: kematangan dalam berdiplomasi di panggung internasional dan kedewasaan dalam menghormati prinsip-prinsip konstitusi di dalam negeri.

Diplomasi yang kuat bukan hanya soal bagaimana sebuah negara dihormati oleh dunia, tetapi juga bagaimana negara itu tetap menghormati konstitusinya sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Paradoks Pendidikan: Ketika Prabowo Berjanji Menggratiskan Kuliah, 113 Ribu Mahasiswa Justru Gagal Masuk Kampus

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Paradoks Pendidikan: Ketika Prabowo Berjanji Menggratiskan Kuliah, 113 Ribu Mahasiswa Justru Gagal Masuk Kampus
Feature

Paradoks Pendidikan: Ketika Prabowo Berjanji Menggratiskan Kuliah, 113 Ribu Mahasiswa Justru Gagal Masuk Kampus

July 7, 2026
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda
Feature

Prabowo Presiden, Indeks Kebebasan Pers Indonesia Merosot 18 Peringkat

July 7, 2026
Apresiasi Kepada Fahri Hamzah: Pahlawan yang Tak Terduga Loloskan Peluang Anies dalam Pilkada Jakarta 2024
Crime

Kejahatan? Fahri Hamzah dan “Ilmu” Anti-Korupsi yang Tak Pernah Diungkap

July 7, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Prabowo Mengirim Menlu dan Ketua MPR ke Iran? Membaca Pesan Diplomatik Jakarta kepada Teheran

Mengapa Prabowo Mengirim Menlu dan Ketua MPR ke Iran? Membaca Pesan Diplomatik Jakarta kepada Teheran

July 7, 2026
Paradoks Pendidikan: Ketika Prabowo Berjanji Menggratiskan Kuliah, 113 Ribu Mahasiswa Justru Gagal Masuk Kampus

Paradoks Pendidikan: Ketika Prabowo Berjanji Menggratiskan Kuliah, 113 Ribu Mahasiswa Justru Gagal Masuk Kampus

July 7, 2026
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Prabowo Presiden, Indeks Kebebasan Pers Indonesia Merosot 18 Peringkat

July 7, 2026
Bea Cukai Makassar Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Sabu dari Malaysia, Tiga Tersangka Diamankan

Bea Cukai Makassar Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Sabu dari Malaysia, Tiga Tersangka Diamankan

July 7, 2026
Apresiasi Kepada Fahri Hamzah: Pahlawan yang Tak Terduga Loloskan Peluang Anies dalam Pilkada Jakarta 2024

Kejahatan? Fahri Hamzah dan “Ilmu” Anti-Korupsi yang Tak Pernah Diungkap

July 7, 2026
Presiden Prabowo dan Peringatan Keras bagi Loyalis Jokowi: Tegas atau Hanya Retorika?

Madu Politik Prabowo~Jokowi Segera Berakhir

July 7, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Prabowo Mengirim Menlu dan Ketua MPR ke Iran? Membaca Pesan Diplomatik Jakarta kepada Teheran

Mengapa Prabowo Mengirim Menlu dan Ketua MPR ke Iran? Membaca Pesan Diplomatik Jakarta kepada Teheran

July 7, 2026
Paradoks Pendidikan: Ketika Prabowo Berjanji Menggratiskan Kuliah, 113 Ribu Mahasiswa Justru Gagal Masuk Kampus

Paradoks Pendidikan: Ketika Prabowo Berjanji Menggratiskan Kuliah, 113 Ribu Mahasiswa Justru Gagal Masuk Kampus

July 7, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...