• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Madu Politik Prabowo~Jokowi Segera Berakhir

Tidak Perlu Menduga-duga, Prabowo dan Jokowi Akan Saling Bersaing. Itulah Konsekuensi Sistem Politik.

Ali Syarief by Ali Syarief
July 7, 2026
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Presiden Prabowo dan Peringatan Keras bagi Loyalis Jokowi: Tegas atau Hanya Retorika?
Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang hari ini sibuk membaca bahasa tubuh, menafsirkan pertemuan, atau mengamati isyarat-isyarat politik antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Seolah-olah masa depan hubungan keduanya ditentukan oleh kedekatan personal atau kesetiaan politik. Padahal, ilmu politik telah lama mengajarkan bahwa relasi antarelite tidak ditentukan oleh perasaan, melainkan oleh struktur kekuasaan yang mereka tempati.

Tidak perlu menduga-duga apakah Prabowo dan Jokowi suatu saat akan saling bersaing atau bahkan saling menjatuhkan. Jika itu terjadi, bukan karena mereka berubah menjadi musuh, tetapi karena sistem politik demokrasi elektoral memang mendorong setiap aktor untuk mempertahankan dan memperluas kekuasaannya.

Ilmuwan politik Amerika, Harold Lasswell, merumuskan politik secara sederhana tetapi sangat tajam: “Politics is who gets what, when, and how.” Politik pada hakikatnya adalah perebutan mengenai siapa yang memperoleh apa, kapan, dan dengan cara bagaimana. Selama sumber daya negara, jabatan, anggaran, dan pengaruh politik terbatas, maka kompetisi tidak akan pernah berhenti.

Sementara itu, Niccolò Machiavelli sejak abad ke-16 telah mengingatkan bahwa mempertahankan kekuasaan sering kali lebih sulit daripada merebutnya. Loyalitas dalam politik bersifat kondisional; ia bertahan selama kepentingan para aktor masih sejalan. Ketika kepentingan berubah, konfigurasi kekuasaan pun ikut berubah.

Fenomena yang sama dijelaskan pula oleh Vilfredo Pareto melalui teori circulation of elites. Menurut Pareto, elite tidak pernah benar-benar bersatu secara permanen. Di balik setiap koalisi selalu terdapat persaingan internal untuk menentukan siapa yang akan menjadi elite dominan berikutnya. Pergantian elite bukan penyimpangan sistem, melainkan mekanisme alami dalam politik.

Karena itu, dinamika tersebut tidak hanya akan terjadi antara Prabowo dan Jokowi. Partai-partai yang hari ini berada dalam koalisi pemerintahan pun pada saatnya akan saling berkompetisi. Mereka berbagi panggung hari ini, tetapi akan berebut panggung pada pemilu berikutnya. Mereka duduk dalam kabinet yang sama, namun tetap menghitung peluang untuk menjadi pemenang pada kontestasi berikutnya.

Teori koalisi dalam ilmu politik juga menjelaskan bahwa koalisi dibangun atas dasar kepentingan bersama yang bersifat sementara, bukan atas dasar persahabatan abadi. Ketika distribusi jabatan dianggap tidak lagi adil, ketika elektabilitas mulai berubah, atau ketika muncul calon baru yang lebih menjanjikan, maka solidaritas koalisi akan melemah dengan sendirinya.

Dengan demikian, publik tidak perlu terlalu larut dalam spekulasi mengenai retaknya hubungan antarelite. Yang lebih penting adalah memahami bahwa kompetisi tersebut merupakan konsekuensi logis dari desain sistem politik yang menjadikan kekuasaan sebagai objek utama perebutan.

Dalam politik, tidak ada koalisi yang benar-benar permanen. Yang permanen hanyalah kepentingan untuk mempertahankan dan memperbesar kekuasaan. Selama sistem politik tetap menjadikan kekuasaan sebagai hadiah terbesar, maka persaingan—bahkan di antara mereka yang pernah saling mendukung—akan selalu menjadi keniscayaan.

Sebagaimana dikatakan Harold Lasswell, politik selalu tentang “siapa mendapatkan apa.” Maka, ketika “apa” itu adalah kekuasaan negara, jangan berharap para pemainnya berhenti berlomba. Sistemlah yang membuat mereka terus bergerak, saling mendekat ketika diperlukan, dan saling menjauh ketika kepentingan menuntutnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

EIU Rilis Indeks Kota Paling Layak Huni 2026, Copenhagen Tetap Memimpin, Jakarta Masih di Papan Tengah

Next Post

Kejahatan? Fahri Hamzah dan “Ilmu” Anti-Korupsi yang Tak Pernah Diungkap

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

July 7, 2026
Apresiasi Kepada Fahri Hamzah: Pahlawan yang Tak Terduga Loloskan Peluang Anies dalam Pilkada Jakarta 2024
Crime

Kejahatan? Fahri Hamzah dan “Ilmu” Anti-Korupsi yang Tak Pernah Diungkap

July 7, 2026
Feature

Why Islamic education must move beyond a false divide

July 7, 2026
Next Post
Apresiasi Kepada Fahri Hamzah: Pahlawan yang Tak Terduga Loloskan Peluang Anies dalam Pilkada Jakarta 2024

Kejahatan? Fahri Hamzah dan "Ilmu" Anti-Korupsi yang Tak Pernah Diungkap

Repositioning IKIP in Indonesia's Learning Ecosystem

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

July 7, 2026
Apresiasi Kepada Fahri Hamzah: Pahlawan yang Tak Terduga Loloskan Peluang Anies dalam Pilkada Jakarta 2024

Kejahatan? Fahri Hamzah dan “Ilmu” Anti-Korupsi yang Tak Pernah Diungkap

July 7, 2026
Presiden Prabowo dan Peringatan Keras bagi Loyalis Jokowi: Tegas atau Hanya Retorika?

Madu Politik Prabowo~Jokowi Segera Berakhir

July 7, 2026
DIRGAHAYU JAKARTA!

EIU Rilis Indeks Kota Paling Layak Huni 2026, Copenhagen Tetap Memimpin, Jakarta Masih di Papan Tengah

July 7, 2026

Why Islamic education must move beyond a false divide

July 7, 2026
Husein Terbang Lagi, Akal Sehat Akhirnya Mendarat

Husein Terbang Lagi, Akal Sehat Akhirnya Mendarat

July 6, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

July 7, 2026
Apresiasi Kepada Fahri Hamzah: Pahlawan yang Tak Terduga Loloskan Peluang Anies dalam Pilkada Jakarta 2024

Kejahatan? Fahri Hamzah dan “Ilmu” Anti-Korupsi yang Tak Pernah Diungkap

July 7, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...