• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Negeri Tanpa Filter Moral: Ketika Sistem Mengangkat Mereka yang Seharusnya Tenggelam

Ali Syarief by Ali Syarief
July 8, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Negeri Tanpa Filter Moral: Ketika Sistem Mengangkat Mereka yang Seharusnya Tenggelam
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Salah satu ukuran sehat atau tidaknya sebuah demokrasi bukan hanya seberapa bebas rakyat memilih, tetapi juga seberapa baik sistem mampu menyaring siapa yang layak memimpin. Demokrasi bukan sekadar soal suara terbanyak, melainkan juga tentang kualitas manusia yang diberi kepercayaan.

Ironisnya, di Indonesia kita justru menyaksikan fenomena yang memprihatinkan. Sejumlah tokoh yang pernah dipidana karena korupsi, terseret kasus pelanggaran hak asasi manusia, atau memiliki rekam jejak yang buruk, justru kembali tampil di panggung kekuasaan. Mereka menjadi pimpinan partai politik, anggota DPR, anggota DPD, komisaris BUMN, bahkan menduduki berbagai jabatan strategis di pemerintahan.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah sistem politik kita masih memiliki filter moral?

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang yang pernah terbukti melakukan pelanggaran berat sering kali kehilangan kepercayaan dari lingkungan sekitarnya. Namun dalam dunia politik, seolah berlaku logika yang berbeda. Hukuman selesai dijalani, citra dipoles, jaringan politik bekerja, lalu panggung kekuasaan kembali terbuka lebar. Publik dipaksa melupakan masa lalu, sementara elite saling memberikan ruang rehabilitasi politik.

Padahal persoalannya bukan semata-mata aspek hukum. Seseorang memang dapat dianggap selesai menjalani pidana menurut hukum positif. Namun jabatan publik bukanlah hak otomatis setelah keluar dari penjara. Jabatan publik adalah amanah yang menuntut integritas, keteladanan, dan kepercayaan masyarakat.

Ketika sistem gagal membedakan antara hak sebagai warga negara dengan kelayakan moral untuk memimpin, maka demokrasi kehilangan salah satu fondasi terpentingnya.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah munculnya normalisasi. Masyarakat perlahan terbiasa melihat mantan koruptor kembali berkampanye, mantan narapidana duduk di parlemen, atau tokoh dengan rekam jejak kontroversial dipercaya mengelola perusahaan negara. Sesuatu yang dahulu dianggap memalukan kini diperlakukan sebagai hal yang biasa.

Dalam ilmu politik dikenal ungkapan “bad systems produce bad leaders”. Sistem yang lemah dalam melakukan seleksi akan terus menghasilkan pemimpin yang kualitas moralnya rendah. Akibatnya, regenerasi politik tidak pernah benar-benar menghadirkan figur terbaik, melainkan hanya mendaur ulang elite yang sama dengan wajah dan kendaraan politik yang berbeda.

Partai politik yang seharusnya menjadi gerbang kaderisasi sering kali lebih mengutamakan popularitas, modal finansial, atau kemampuan memenangkan pemilu dibandingkan rekam jejak integritas. Sementara itu, aturan hukum masih memberikan ruang yang sangat luas bagi mantan terpidana untuk kembali mencalonkan diri setelah memenuhi syarat administratif.

Akibatnya, sistem lebih menghargai keterpilihan daripada kelayakan.

Demokrasi akhirnya berubah menjadi kompetisi elektoral semata, bukan mekanisme untuk menghadirkan kepemimpinan yang bermoral.

Tentu tidak setiap orang yang pernah melakukan kesalahan harus dikucilkan seumur hidup. Konsep rehabilitasi merupakan bagian penting dari negara hukum. Namun ketika seseorang hendak mengemban jabatan yang menyangkut kepentingan jutaan rakyat, standar etik seharusnya jauh lebih tinggi daripada sekadar memenuhi syarat administratif.

Bangsa yang besar tidak hanya membutuhkan pemimpin yang cerdas, tetapi juga pemimpin yang memiliki karakter. Integritas tidak bisa digantikan oleh popularitas, kekayaan, ataupun kemampuan berpidato.

Jika sistem terus gagal memfilter manusia-manusia yang seharusnya telah kehilangan legitimasi moral untuk memimpin, maka yang sesungguhnya sedang mengalami krisis bukan individu-individu itu, melainkan sistem itu sendiri.

Sebuah bangsa akan sulit maju apabila panggung politik terus menjadi tempat “kebangkitan” mereka yang rekam jejaknya telah mencederai kepercayaan publik. Demokrasi bukan hanya memberi kesempatan kepada semua orang untuk dipilih, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa mereka yang dipilih memang layak memimpin.

Tanpa filter integritas, demokrasi berisiko berubah menjadi mesin yang tidak lagi menghasilkan negarawan, melainkan sekadar mendaur ulang para elite. Dan ketika itu terjadi, yang tenggelam bukan hanya moral para pemimpinnya, tetapi juga harapan rakyat terhadap masa depan bangsanya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

REVISI UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT MERUPAKAN KENISCAYAAN

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

REVISI UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT MERUPAKAN KENISCAYAAN

July 8, 2026
Kemenpan RB Akan Terbitkan Sistem Penggajian Baru ASN PNS dan PPPK.
Birokrasi

Fenomena Mental Maling di Kalangan ASN

July 8, 2026
Negeri Absurd: Ketika Sistem Politik Menertawakan Logika Demokrasi
Feature

Negeri Absurd: Ketika Sistem Politik Menertawakan Logika Demokrasi

July 7, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Negeri Tanpa Filter Moral: Ketika Sistem Mengangkat Mereka yang Seharusnya Tenggelam

Negeri Tanpa Filter Moral: Ketika Sistem Mengangkat Mereka yang Seharusnya Tenggelam

July 8, 2026

REVISI UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT MERUPAKAN KENISCAYAAN

July 8, 2026
Kemenpan RB Akan Terbitkan Sistem Penggajian Baru ASN PNS dan PPPK.

Fenomena Mental Maling di Kalangan ASN

July 8, 2026
Negeri Absurd: Ketika Sistem Politik Menertawakan Logika Demokrasi

Negeri Absurd: Ketika Sistem Politik Menertawakan Logika Demokrasi

July 7, 2026
Jokowi Dukung 2 Periode Prabowo Gibran – Ambisi yang Digerakkan oleh Rasa Cemas

KEKUASAAN HUB-AND-SPOKE: PARIA POLITIK BERNAMA JOKOWI

July 7, 2026
BREAKING NEWS Roy Suryo Menang Praperadilan, Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah

BREAKING NEWS Roy Suryo Menang Praperadilan, Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah

July 7, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Negeri Tanpa Filter Moral: Ketika Sistem Mengangkat Mereka yang Seharusnya Tenggelam

Negeri Tanpa Filter Moral: Ketika Sistem Mengangkat Mereka yang Seharusnya Tenggelam

July 8, 2026

REVISI UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT MERUPAKAN KENISCAYAAN

July 8, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...