Jakarta – Fusilatnews – Berdasarkan hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), pasangan Ridwan Kamil-Suswono berpotensi memenangkan Pilkada Jakarta dalam satu putaran. Survei yang dirilis pada Rabu (18/9/2024) menyebutkan bahwa pasangan ini, yang didukung oleh 15 partai politik, diprediksi akan memperoleh 51,8 persen suara.
Namun, kemenangan satu putaran tersebut dapat terancam oleh dukungan politik mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. Menurut LSI, jika Anies memberikan dukungannya kepada pasangan calon gubernur-wakil gubernur Pramono Anung-Rano Karno yang diusung oleh PDI Perjuangan, suara pasangan Ridwan Kamil-Suswono bisa tergerus.
Survei LSI dilakukan terhadap 1.200 responden yang merupakan warga Jakarta dengan hak pilih dalam Pilkada Jakarta 2024. Survei bertajuk “Pengaruh Anies di Pemilihan Gubernur Jakarta” tersebut dilaksanakan pada 6 hingga 12 September 2024, dengan margin of error sebesar 1,9 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Dalam survei tersebut, responden diminta memilih di antara tiga pasangan calon yang saat ini bersaing dalam Pilkada Jakarta. Hasilnya, pasangan Ridwan Kamil-Suswono memperoleh dukungan terbanyak dengan 51,8 persen suara, diikuti oleh pasangan Pramono Anung-Rano Karno yang mendapatkan 28,4 persen suara. Sementara pasangan independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana hanya didukung oleh 3,2 persen responden. Sisanya, 3,9 persen memilih golput, dan 12,8 persen masih bingung atau belum memberikan jawaban.
“Pada simulasi tiga pasangan calon, pasangan Ridwan Kamil-Suswono dipilih oleh 51,8 persen responden, sementara pasangan Pramono Anung-Rano Karno memperoleh 28,4 persen suara, dan pasangan independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapatkan 3,2 persen,” demikian bunyi laporan survei LSI yang dipublikasikan pada Rabu (18/9/2024).
Survei ini menunjukkan bahwa Pilkada Jakarta kemungkinan hanya akan berlangsung dalam satu putaran, karena pasangan Ridwan Kamil-Suswono diproyeksikan meraih lebih dari 50 persen suara. Namun, skenario ini dapat berubah jika Anies Baswedan menyatakan dukungannya kepada pasangan Pramono-Rano, yang berpotensi mengubah peta politik secara signifikan.
























