• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

M. Said Didu : Menyingkap Tabir Korupsi di Era Pemerintahan Jokowi: Analisis Lima Klaster

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
January 1, 2025
in Crime, News
0
Said Didu, Puisi “Peringatan” Widji Thukul dan Sembilan Naga
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, FusilatNews-Tulisan ini adalah transkrip dari pernyataan M. Said Didu, berkaitan dengan penjelasan Jokowi merespon pengumuman dirinya sebagai finaslis koroptor dunia, oleh OCCRP, belum lama ini :

Pada tanggal 31 Desember 2024, bangsa Indonesia dikejutkan oleh pengumuman dari sebuah organisasi internasional, OCCRP, yang menempatkan mantan Presiden Joko Widodo sebagai salah satu finalis pemimpin terkorup tahun 2024. Banyak pihak merasa terpukul, namun bagi sebagian lainnya, termasuk saya, hal ini bukanlah kejutan. Dugaan bahwa praktik korupsi di Indonesia semakin merajalela selama era kepemimpinan Jokowi bukanlah hal baru.

Pernyataan klarifikasi yang disampaikan oleh mantan Presiden Jokowi, yang menantang pihak-pihak untuk membuktikan tuduhan tersebut, perlu disikapi dengan serius. Sebagai warga negara, kita wajib membantu rakyat memahami akar persoalan ini. Dalam tulisan ini, saya mencoba menganalisis dan merangkum dugaan korupsi di era Jokowi berdasarkan lima klaster modus operandi.

Klaster 1: Korupsi untuk Melanggengkan Kekuasaan

Modus pertama ini berakar pada upaya mempertahankan kekuasaan dengan mengabaikan atau memanipulasi hukum. Salah satu kasus yang mencolok adalah penghilangan data 3,3 juta hektar perkebunan sawit ilegal. Alih-alih ditindak tegas, kasus tersebut justru “diredam,” diduga untuk menjaga stabilitas kekuasaan.

Kasus lainnya mencakup kriminalisasi terhadap lawan politik. Dalam konteks ini, hukum sering kali digunakan sebagai alat politik untuk melemahkan oposisi. Fenomena ini mengisyaratkan betapa kuatnya pengaruh kekuasaan dalam mengontrol sistem hukum di Indonesia.

Klaster 2: Korupsi di Lingkaran Menteri

Praktik korupsi di lingkaran menteri menjadi sorotan lain. Beberapa kasus besar, seperti impor garam, minyak goreng, hingga manipulasi data BPS, muncul ke permukaan. Sayangnya, banyak dari kasus ini menguap tanpa penyelesaian yang jelas. Hal ini menunjukkan lemahnya komitmen pemberantasan korupsi di tingkat elite pemerintahan.

Yang tak kalah penting adalah pengaruh politik dalam reshuffle kabinet. Contoh yang mencolok adalah penggantian ketua umum Partai Golkar, yang diduga erat kaitannya dengan kepentingan politik Presiden Jokowi untuk menjaga loyalitas partai-partai koalisi.

Klaster 3: Korupsi Berbalut Ambisi Pribadi

Klaster ini mencakup proyek-proyek besar yang dipaksakan meskipun tidak mendesak, seperti pembangunan bandara dan infrastruktur yang minim manfaat. Proyek ini sering kali menguras anggaran negara secara besar-besaran, menyebabkan beban utang meningkat tajam.

Dugaan lain adalah keterlibatan keluarga dalam proyek-proyek strategis, seperti monopoli ekspor nikel yang sempat diungkapkan oleh ekonom Faisal Basri. Hal ini menunjukkan bagaimana ambisi pribadi bisa merusak prioritas pembangunan nasional.

Klaster 4: Korupsi dalam Pengelolaan Utang Negara

Utang negara dan BUMN melonjak tajam selama era Jokowi. Banyak pihak menduga, dana tersebut digunakan untuk kepentingan politik tertentu, seperti menyogok rakyat melalui program-program populis yang minim keberlanjutan. Situasi ini menciptakan beban fiskal yang berat bagi generasi mendatang.

Klaster 5: Korupsi Melalui Hubungan dengan Oligarki

Klaster terakhir adalah hubungan erat antara pemerintah dan oligarki. Oligarki menjadi aktor utama yang mendapatkan keuntungan besar melalui proyek strategis nasional (PSN), konsesi tambang, dan perkebunan. Hubungan ini diduga menjadi fondasi kekuasaan Jokowi selama satu dekade, dengan imbalan berbagai fasilitas yang menguntungkan pihak tertentu.

Menguak Kebenaran di Balik Klaim OCCRP

Penobatan Jokowi sebagai finalis pemimpin terkorup oleh OCCRP mungkin berdasarkan data yang lebih mendalam tentang dugaan korupsi yang disembunyikan. Jika data ini terbuka, maka akan menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk menyelamatkan diri dari bayang-bayang gelap korupsi sistemik.

Penutup
Satu Januari 2025 bisa menjadi momentum penting untuk membuka selebar-lebarnya tabir korupsi di era Jokowi. Harapan saya, rakyat Indonesia bersama para penegak hukum dan masyarakat sipil dapat bersatu melawan korupsi demi masa depan bangsa yang lebih baik.

https://x.com/msaid_didu/status/1874400251131707627

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MELEPASKAN BULOG DARI PERUSAHAAN “PLAT MERAH”

Next Post

DIBALIK KENAIKAN HPP GABAH 2024, BAGAIMANA PERAN BULOG ?

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers
Law

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026
Feature

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat
Economy

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026
Next Post
500 Ton Beras Bulog “Hilang”, DPR Desak Proses Hukum

DIBALIK KENAIKAN HPP GABAH 2024, BAGAIMANA PERAN BULOG ?

Enough is Enough: Kapolri Harus Diberhentikan

Enough is Enough: Kapolri Harus Diberhentikan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist