• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

MBG: Antara Klaim Gagasan Prabowo dan Agenda Global WFP

Ali Syarief by Ali Syarief
February 23, 2026
in Feature, Layanan Publik
0
MBG: Antara Klaim Gagasan Prabowo dan Agenda Global WFP
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kerap dipresentasikan sebagai gagasan orisinal Prabowo Subianto—sebuah terobosan besar untuk menjawab problem gizi, stunting, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Narasi ini dibangun secara sistematis dalam kampanye politik: MBG digambarkan sebagai visi personal, solusi khas, bahkan semacam signature policy.

Namun, jika ditarik keluar dari panggung politik domestik dan diletakkan dalam konteks global, klaim tersebut menjadi problematis. Sebab, MBG bukanlah gagasan yang lahir dari ruang hampa, apalagi ide yang genuinely baru.

Agenda Lama Bernama School Feeding

Dalam arsitektur kebijakan global, program makan di sekolah sudah lama menjadi agenda World Food Programme (WFP)—bahkan jauh sebelum MBG masuk kosakata politik Indonesia. WFP, sebagai badan PBB yang fokus pada ketahanan pangan dan gizi, telah mengembangkan konsep school feeding programme sejak dekade 1960-an.

Puncaknya, pada 2021, WFP bersama Finlandia memprakarsai School Meal Coalition, sebuah koalisi global yang menargetkan setiap anak di dunia mendapat akses makan bergizi di sekolah pada 2030. Ini bukan program eksperimental, melainkan blueprint kebijakan global yang telah diterapkan di lebih dari 100 negara, dari Brasil hingga India, dari Afrika hingga Asia Tenggara.

Dengan kata lain, kerangka ide MBG sudah mapan secara internasional: makan di sekolah diposisikan sebagai instrumen pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Indonesia Bukan Penemu, Melainkan Pengadopsi

Dalam konteks ini, Indonesia—melalui MBG—lebih tepat disebut sebagai pengadopsi agenda global, bukan penemu ide. Itu bukan dosa kebijakan. Banyak negara maju justru berhasil karena mampu menerjemahkan agenda global menjadi kebijakan nasional.

Masalah muncul ketika adopsi tersebut diklaim sebagai gagasan personal, seolah lahir dari visi individual, bukan dari proses panjang diskursus global yang digerakkan oleh lembaga internasional seperti WFP.

Pengaburan asal-usul ide ini penting dicermati, sebab ia menggeser diskusi dari soal desain, tata kelola, dan keberlanjutan program, menjadi sekadar glorifikasi politik.

Risiko Politik atas Kebijakan Sosial

Ketika MBG diposisikan sebagai “ide Prabowo”, kritik terhadap program ini mudah dipelintir menjadi kritik terhadap sosok. Padahal, yang seharusnya diuji adalah:

  • kesiapan fiskal jangka panjang,

  • kapasitas logistik dan dapur,

  • kualitas menu dan standar gizi,

  • serta mekanisme akuntabilitas anggaran.

WFP sendiri selalu menekankan bahwa school feeding hanya efektif bila dikelola negara secara transparan, terukur, dan berkelanjutan—bukan sekadar populis atau simbolik.

Mengakui Asal-Usul, Memperkuat Kebijakan

Mengakui bahwa MBG berakar dari agenda WFP dan School Meal Coalition tidak melemahkan legitimasi program. Justru sebaliknya: itu memperkuatnya. Artinya, MBG bisa dinilai, diperbaiki, dan dibandingkan dengan praktik terbaik global—bukan diperlakukan sebagai dogma politik yang kebal kritik.

Dalam demokrasi sehat, kebijakan publik tidak perlu mengklaim kepemilikan personal. Yang dibutuhkan adalah kejujuran intelektual: bahwa ide-ide besar sering lahir dari kerja kolektif dunia, dan tugas pemimpin nasional hanyalah satu—menerjemahkannya dengan benar untuk kepentingan rakyatnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Badut-badut Politik

Next Post

Menjalani Ramadan di Tiongkok: Antara Spiritualitas, Tradisi, dan Toleransi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Menjalani Ramadan di Tiongkok: Antara Spiritualitas, Tradisi, dan Toleransi

Menjalani Ramadan di Tiongkok: Antara Spiritualitas, Tradisi, dan Toleransi

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Kontroversi di Tahun Pertama: Kebijakan Prabowo Subianto Disorot Media Dunia, dari RUU Anti-Disinformasi hingga Keterlibatan di Board of Peace Trump

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist