• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menjalani Ramadan di Tiongkok: Antara Spiritualitas, Tradisi, dan Toleransi

fusilat by fusilat
February 23, 2026
in Feature, Spiritual
0
Menjalani Ramadan di Tiongkok: Antara Spiritualitas, Tradisi, dan Toleransi
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di tengah gemerlapnya peradaban modern Tiongkok, denyut kehidupan spiritual umat Muslim tetap berdetak dengan khusyuk, terutama saat bulan suci Ramadan tiba. Meskipun menjadi kelompok minoritas di negara dengan populasi terbesar dunia, dengan estimasi sekitar 25 juta jiwa , umat Islam di Tiongkok—yang sebagian besar berasal dari etnis Hui dan Uighur—menjalani ibadah puasa dengan penuh makna. Ramadan bagi mereka bukan sekadar kewajiban menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah perpaduan unik antara disiplin diri, rasa syukur, dan perayaan komunitas yang telah mengakar selama berabad-abad . Kehidupan mereka selama bulan penuh berkah ini mencerminkan keteguhan iman di tengah masyarakat multikultur, diwarnai tradisi lokal yang khas, serta mendapatkan apresiasi dan toleransi dari lingkungan sekitar.

Ibadah dan Tradisi Spiritual di Bulan Penuh Berkah

Bagi umat Muslim Tiongkok, Ramadan dimulai dengan persiapan spiritual dan fisik. Menjelang bulan suci, rumah-rumah dibersihkan dan masjid-masjid dihias, mengganti karpet lama dengan yang baru, serta memasang lampu dan bendera berwarna-warni untuk menyambut tamu istimewa . Para ulama pun gencar mengadakan pertemuan keagamaan untuk membahas tuntunan puasa, hukum-hukumnya, serta mendorong jamaah untuk memperbanyak amal dan sedekah .

Irama harian selama Ramadan berubah drastis. Ma Jianzhong, seorang muslim etnis Hui di Lanzhou, bangun pagi untuk menyiapkan hidangan sahur sederhana sebelum berangkat ke Masjid Xiuheyan yang bersejarah untuk menunaikan Salat Subuh berjamaah . Di berbagai wilayah, tradisi bangun sahur juga diiringi dengan suara genderang. Meski frekuensinya berkurang, tradisi memukul drum sebelum waktu sahur masih berlangsung di beberapa komunitas, seperti di Yunnan, sebagai penanda bagi warga untuk bersiap makan .

Salah satu keunikan pelaksanaan ibadah di Tiongkok adalah tidak dikumandangkannya azan secara terbuka. Umat Muslim mengandalkan jam atau ponsel pintar mereka untuk menentukan waktu berbuka dan salat . Di masjid-masjid, jamaah akan berkumpul menjelang waktu Maghrib. Mereka tidak langsung berbuka besar, melainkan mendahuluinya dengan seteguk air atau kurma, berdzikir, dan membaca surah-surah pendek, kemudian melaksanakan Salat Maghrib berjamaah. Setelah itu, barulah mereka menuju ruang makan untuk menikmati hidangan berbuka bersama dalam suasana kebersamaan yang hangat .

Salat Tarawih juga memiliki corak tersendiri. Umat Muslim di Tiongkok umumnya mengikuti mazhab Hanafi. Di beberapa tempat, pelaksanaan Tarawih bisa berlangsung hingga larut malam karena adanya doa-doa tambahan . Tata caranya pun unik, seperti yang dialami mahasiswi Indonesia di Wuhan. Di masjid setempat, imam hanya memimpin jamaah laki-laki, sementara jamaah perempuan salat sendiri-sendiri namun dimulai dan diakhiri secara bersamaan, dengan seorang bilal sebagai penanda . Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi puncak spiritual dengan diadakannya qiyamulail, doa bersama, dan pembacaan Al-Qur’an untuk menyambut malam Lailatul Qadar .

Harmoni Sosial dan Toleransi Antar Umat

Salah satu aspek paling menarik dari Ramadan di Tiongkok adalah tingginya toleransi dan rasa hormat dari masyarakat non-Muslim. Fenomena ini terlihat jelas di berbagai wilayah. Di Lanzhou, masyarakat non-Muslim bahkan turut mengunjungi masjid-masjid untuk menyampaikan salam hangat kepada umat Islam yang sedang beribadah . Hal senada juga diungkapkan oleh mahasiswa Indonesia di Wuhan, di mana toleransi kuat terasa dari kehadiran teman-teman non-Muslim dan mancanegara yang ikut berpartisipasi menyemarakkan acara berbuka puasa bersama .

Di lingkungan profesional, semangat toleransi ini juga terpupuk. Gandhi Priyambodho, seorang pengusaha Indonesia yang telah 15 kali menjalani puasa di Tiongkok, mengaku takjub dengan apresiasi rekan-rekan kerjanya yang non-Muslim. Mereka kerap mengamati dan mengagumi ketahanan fisik Muslim yang tetap bekerja produktif tanpa makan dan minum seharian. Rasa ingin tahu dan penghargaan mereka tumbuh, bahkan istilah “iftar” pun menjadi familiar digunakan untuk merujuk pada ibadah puasa .

Puncak dari harmoni ini terlihat dalam interaksi sosial sehari-hari, terutama di pusat-pusat kuliner. Kawasan Niu Jie (Jalan Sapi) di Beijing, yang merupakan pusat komunitas Muslim, menjadi bukti nyata. Saat bulan Ramadan, restoran-restoran halal atau qing zhen justru ramai dikunjungi oleh warga non-Muslim yang ingin menikmati hidangan khas setempat. Mereka antre membeli kudapan dan makan siang di restoran-restoran tersebut, menunjukkan bahwa kuliner halal telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan gastronomi lokal yang dinikmati semua kalangan .

Kekayaan Kuliner dan Semarak Pasar Ramadan

Ramadan di Tiongkok juga identik dengan semaraknya pasar dan kelezatan kuliner khas. Pasar Ramadan (Ramadan bazaar) menjadi pusat keramaian yang dinanti, seperti yang digelar di kota Nagu, Yunnan. Pasar ini buka beberapa hari sebelum Ramadan dan tetap ramai hingga seminggu setelahnya. Aroma daging panggang, mi, aneka kue kering, dan susu teh manis memenuhi udara, menarik pengunjung dari berbagai kota, termasuk non-Muslim. Suasana riuh rendah ini benar-benar terasa seperti sebuah festival .

Kuliner berbuka dan sahur pun kaya ragam, mencerminkan luasnya geografi Tiongkok. Di Yunnan, mi beras menjadi favorit karena mudah dicerna . Di Lanzhou, etnis Hui menyiapkan gorengan khas seperti Youxiang dan Sazi, serta kurma manis dan aneka kue untuk berbuka . Sementara di Qinghai, hidangan seperti kue minyak (oil cakes), sup gandum, dan daging kambing genggam (hand-held lamb) menjadi santapan yang membawa kenangan mendalam . Hidangan pembuka berbuka hampir seragam di berbagai tempat, yaitu kurma merah yang direbus dengan gula, kemudian dilanjutkan dengan teh, dan hidangan utama seperti nasi dengan sayuran atau mi dengan daging .

Kemudahan mencari makanan halal juga menjadi nilai plus. Restoran halal atau qing zhen mudah dikenali dari papan reklame berhuruf Mandarin warna kuning dan hijau. Sertifikat halal dari Dewan Agama Islam biasanya terpampang di pintu masuk. Pengunjung cukup bertanya “Qing zhen cai ma?” (apakah ini makanan halal?) untuk memastikan kehalalan sebuah hidangan .

Adaptasi dan Dinamika Kehidupan Modern

Hidup sebagai minoritas Muslim di era modern Tiongkok menuntut adaptasi. Durasi puasa yang panjang, yang bisa mencapai 13 hingga 17 jam tergantung wilayah dan musim, menjadi tantangan tersendiri . Umat Muslim, termasuk para perantau seperti mahasiswa atau pekerja dari Indonesia, harus pandai mengatur waktu antara kuliah, bekerja, memasak untuk sahur dan berbuka, serta beribadah . Namun, tantangan ini dihadapi dengan semangat. Teknologi modern seperti aplikasi pengingat waktu salat di ponsel menjadi penolong yang vital di tengah ketiadaan suara azan .

Pemerintah Tiongkok sendiri menunjukkan pengakuan terhadap keberadaan Muslim dengan mengeluarkan jadwal imsakiyah dan iftar resmi yang disesuaikan dengan waktu Beijing . Hal ini memudahkan umat Islam dalam menjalankan ibadahnya. Selain itu, hak-hak khusus diberikan kepada etnis minoritas Muslim, seperti tidak adanya pembatasan jumlah anak, yang menunjukkan adanya perlindungan konstitusional bagi suku-suku minoritas seperti Hui dan Uighur .

Di tengah hiruk-pikuk kota-kota besar, nilai-nilai Ramadan justru menguat. Perayaan Idul Fitri, misalnya, menjadi momentum kebersamaan yang sangat kuat. Keluarga berkumpul mengunjungi para sesepuh, anak-anak menerima “uang salam”, dan rumah-rumah dipenuhi tamu dalam suasana penuh suka cita . Bagi mereka yang merantau, seperti putra sulung Ma Jianzhong yang mengelola restoran halal di Shanghai, komunikasi dengan keluarga melalui panggilan video menjadi jembatan perekat silaturahmi di hari yang fitri .

Pada akhirnya, kehidupan umat Muslim di Tiongkok selama bulan Ramadan adalah sebuah narasi tentang keteguhan dan keindahan. Ia adalah kisah tentang bagaimana iman dapat terpelihara dengan kokoh dalam bingkai budaya lokal yang kaya. Ia juga merupakan potret harmoni sosial, di mana perbedaan dirayakan melalui rasa hormat dan partisipasi, baik dalam secangkir teh di pasar malam yang ramai maupun dalam sepiring kurma di masjid yang sunyi. Ramadan di Tiongkok, dengan segala keunikannya, membuktikan bahwa spiritualitas, tradisi, dan toleransi dapat berjalan beriringan, menciptakan simfoni kehidupan yang merdu di bulan yang suci.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MBG: Antara Klaim Gagasan Prabowo dan Agenda Global WFP

Next Post

Kontroversi di Tahun Pertama: Kebijakan Prabowo Subianto Disorot Media Dunia, dari RUU Anti-Disinformasi hingga Keterlibatan di Board of Peace Trump

fusilat

fusilat

Related Posts

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Next Post
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Kontroversi di Tahun Pertama: Kebijakan Prabowo Subianto Disorot Media Dunia, dari RUU Anti-Disinformasi hingga Keterlibatan di Board of Peace Trump

 Ketika Sang “Pakar” Tersesat di Labirin Hukum: Blunder Refly Harun dan Ironi Julukan “Tolol”

 Ketika Sang "Pakar" Tersesat di Labirin Hukum: Blunder Refly Harun dan Ironi Julukan "Tolol"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist