Jakarta, FusilatNews,- Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengancam akan memecat kadernya yang bermanuver politik untuk 2024, hal itu ia sampaikan Dalam acara pembukaan Rakernas PDIP pada 21 Juni, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memperingatkan seluruh kader partai bahwa hanya dirinya yang berhak menentukan calon presiden dari PDIP, sebagaimana mandat Kongres 2019.
“Kalian siapa yang berbuat manuver-manuver keluar. Karena apa, tidak ada di dalam PDI Perjuangan itu yang namanya main dua kaki, main tiga kaki, melakukan manuver,” kata Megawati
Selain itu Presiden kelima RI lantas mengancam kader untuk keluar jika terlibat manuver. Jika tetap di PDIP, Megawati mengancam akan memecat kader tersebut.
“Ingat, lo! Lebih baik keluar deh. Lebih baik keluar deh, daripada saya pecati, lo, kamu, saya pecati, lo,” ungkapnya.
Megawati menyebut bahwa dirinya telah diberikan hak prerogatif menentukan capres 2024 yang akan diusung partainya.
“Kenapa? Karena saya diberi oleh kalian sebuah hak yang namanya hak prerogatif, hanya ketua umum yang menentukan siapa yang akan menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan,” ujar Mega yang disambut tepuk tangan kader.ia mengingatkan semua kadernya bahwa PDIP merupakan partai yang solid dan disiplin pada aturan. Ia tak mau kadernya hanya mencari muka tanpa mengikuti aturan partai.
“Biar saja, ini dikasih Hasto ini terbuka. Biar, saya pikir, biar semua orang biar tahu. Inilah organisasi dari sebuah partai yang namanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang mengikuti aturan partainya dan solid bersama dengan rakyat,” kata Megawati.
Terpisah, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menampik pernyataan Megawati ada kaitannya dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Belakangan Ganjar memang kerap digadang-gadang sebagai kandidat capres potensial. Bahkan, Partai NasDem telah merekomendasikan nama kader PDIP itu sebagai salah satu bakal calon presiden yang akan diusung. Hasto menyebutkan pernyataan Megawati ditujukan untuk menguatkan soliditas menjelang Pilpres 2024, bukan untuk menyindir figur tertentu.





















