• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Melawan Hegemoni Lembaga Survei

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 29, 2022
in Feature
0
Melawan Hegemoni Lembaga Survei
Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Agil S Habib

Jakarta – Pemerintah kayak gini nggak usah dipilih lagilah. Percuma! Bisanya nambahin beban rakyat kecil saja. Gerutu bapak mertua saya penuh emosi karena dia tidak bisa lagi menikmati siaran televisi (TV) favoritnya pasca diputusnya siaran TV analog pada 2 November 2022 lalu.

Dia hanyalah satu dari sekian banyak orang di kampungnya yang turut menyampaikan ketidakpuasan serupa terhadap pemutusan siaran TV analog oleh pemerintah. Meskipun peralihan siaran TV analog ke digital sebenarnya sudah diwacanakan sejak lama, tapi ternyata belum mampu membuat publik menerimanya dengan lapang dada.

Seruan agar masyarakat segera melakukan migrasi saluran terus digaungkan. Bagi yang sudah punya rezeki diharap segera membeli Set Top Box (STB) TV. Sedangkan yang masih belum punya uang diimbau perlahan menabung agar bisa membeli perangkat penangkap siaran tersebut. Atau, dijanjikan STB gratisan sehingga bersedia untuk pindah saluran.

Intinya, rakyat didorong untuk bergegas mengikuti instruksi pemerintah terkait migrasi siaran. Secara terang-terangan melalui seruan berpindah saluran ataupun melalui cara yang santun dan berkesan natural seperti melakukan rilis hasil survei yang menyatakan bahwa publik sudah siap menyambut penggunaan TV digital.

Data survei inilah yang kemudian dijadikan sebagai landasan pembenaran eksekusi kebijakan. Menampilkan narasi yang menyatakan bahwa masyarakat sudah siap menerima situasinya, meskipun pada kenyataannya justru sebaliknya. Dengan dalih sudah berlandaskan metodologi ilmiah ternyata kesimpulan hasil kajian tak lebih dari sekadar pernyataan pukul rata saja.

Data survei yang tidak merepresentasikan situasi sebenarnya inilah yang berbahaya. Memutarbalikkan fakta dan realitas menjadi sesuatu yang tidak semestinya. Bagaimana tidak menyalahi fakta kalau kenyataannya orang-orang di pinggiran desa tempat mertua saya tinggal justru menganggap kebijakan penghapusan TV analog ini sebagai beban baru bagi mereka? Jangankan membeli STB seharga Rp 350 ribu, untuk lauk makan yang harganya di bawah 50 ribuan saja mesti susah payah mencarinya.

Bukankah ada jatah STB gratisan? Boro-boro dapat, jatah BLT saja sering telat. Apakah situasi semacam ini yang dikatakan siap? Kita patut khawatir bahwa lembaga survei yang memang memiliki “kapasitas” mempermainkan data semacam itu akan kembali “berulah” pada tataran yang lebih kompleks. Apalagi pada tahun politik seperti sekarang ketika mesin kontestasi Pemilu 2024 mulai dipanaskan.

Coba tengok beberapa minggu terakhir ini saja, ada berapa banyak hasil survei yang dirilis? Khususnya terkait publikasi popularitas dan elektabilitas tokoh yang diperkirakan akan tampil dalam kontestasi pemilu berikutnya. Apakah rilis tersebut bertujuan untuk menjaring putra-putri calon pemimpin terbaik bangsa? Sepertinya tidak. Visi dan misi mereka hanyalah cuan semata.

Lembaga survei sedang beriklan melalui statistik yang mereka pajang. Padahal survei itu sendiri entah didanai oleh siapa. Padahal survei yang tidak mendapatkan asupan pendanaan tidak akan bisa berjalan. Sehingga kemungkinannya adalah survei popularitas tokoh yang beredar itu hanya sekadar pancingan untuk mengetuk pintu partai politik atau pihak-pihak yang berkepentingan terhadap pemegang tampuk kekuasaan berikutnya.

Lembaga survei bukanlah lembaga sosial yang tidak mengejar laba dalam operasinya. Ia hanyalah salah satu entitas bisnis yang berorientasi meraup keuntungan sebesar-besarnya.Tentu Anda masih ingat ketika dulu Jokowi dan Prabowo bertarung dalam Pilpres 2014. Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK), sedangkan Prabowo dengan Hatta Rajasa. Pada saat itu setiap kubu yang bersaing juga sama-sama dibela oleh lembaga surveinya masing-masing.

Tapi anehnya, dengan klaim yang sama-sama menggunakan metodologi ilmiah, hasil hitung cepat lembaga survei untuk pemilihan umum presiden tahun 2014 kala itu justru menunjukkan hasil yang berbeda. Beberapa lembaga survei yang berada dibalik pasangan Jokowi – JK mengklaim bahwa kubu merekalah yang menang. Sementara, dari sisi Prabowo – Hatta pun juga menampilkan klaim serupa dengan mereka sebagai pemenangnya.

Pemilu 2019 pun tidak jauh berbeda. Bahkan semakin memanas dengan para kampret dan cebong yang turut meninggikan tensi kompetisi. Menurut saya pribadi, sejak menjamurnya lembaga survei rasanya situasi politik Tanah Air selalu berada pada tensi tinggi. Apalagi dengan kompor media sosial yang tak kunjung henti memanaskan suasana.

Bagaimana pun, angka dan data-data statistik sangat berpotensi dipermainkan oleh segelintir pihak untuk mempengaruhi opini publik sehingga memberikan suara keberpihakannya kepada kelompok tertentu. Kemasan elektabilitas yang tinggi pada salah satu tokoh atau partai politik tertentu dinarasikan memiliki probabilitas yang lebih baik dalam upaya memenangkan pemilu.

Mereka memahami psikologi publik bahwasanya rakyat cenderung tidak ingin hak suaranya keluar dengan percuma. Dalam artian bahwa masyarakat akan menghindari menjatuhkan pilihannya kepada calon yang bakalan kalah. Yang mana hal itu diperlihatkan secara vulgar melalui hasil survei perihal figur siapa mengungguli siapa; partai ini mengungguli partai itu.

Dengan kata lain, inilah bentuk dari upaya intimidasi dan penggiringan opini. Secara tidak langsung mereka yang berkepentingan tersebut seolah ingin berkata kepada kita semua, “Percuma pilih si B, si C, atau si D. Pasti bakalan kalah. Daripada hak suaramu terbuang percuma, lebih baik pilih si A saja!” Pikiran kita digiring dan dikikis kemerdekaannya untuk menentukan pilihan.

Adalah hak bagi setiap warga negara untuk memilih figur atau partai politik mana pun yang diyakininya mampu menjadi corong ideologi, keyakinan, visi, serta harapan atas suatu keadaan. Karena itulah esensi utama dari demokrasi. Karena itu juga yang seharusnya menjadi dasar kita menjatuhkan pilihan. Hegemoni lembaga survei diakui atau tidak cenderung mendorong penyempitan demokrasi itu sendiri.

Hak untuk tampil sebagai pemimpin republik dikotak-kotakkan pada kalangan tertentu saja. Dengan dalih “mewakili pikiran publik” hal itu seakan menjadi pembenaran bahwa tidak semua orang setara dalam berkompetisi di negara demokrasi.

Agar kemerdekaan dalam berdemokrasi tidak lagi terganggu, publik harus berani melawan hegemoni yang dimiliki oleh lembaga-lembaga survei itu. Dan, Pemilu 2024 mendatang adalah momentum yang tepat untuk melakukannya. Akankah pada Pemilu 2024 mendatang kita masih percaya pada survei-surveian?

Dikutip dari detikom Selasa 29 November 2022.


BalasTeruskan

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Iran vs AS: Mengapa sulit untuk fokus hanya pada sepak bola?

Next Post

Ruang Pers Memanas Jelang Laga AS Lawan Iran, Tim AS Dipaksa Minta Maaf Oleh Jurnalis Iran

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post

Ruang Pers Memanas Jelang Laga AS Lawan Iran, Tim AS Dipaksa Minta Maaf Oleh Jurnalis Iran

KSPI: Harga Minyak Goreng Belum Turun dalam Seminggu, Kami Akan Demo Besar-besaran

UMP Baru: Jateng Terendah dan Jakarta Tetap Tertinggi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist