Siapa yang ada di sekitar Jokowi setelah ia lengser, dan Prabowo naik menjadi Presiden, akan sangat menentukan nasib mantan Presiden ini. Begitu juga, sikap Prabowo terhadap Jokowi akan menjadi cermin bagi kita semua. Jokowi pasti ingin melindungi dirinya dan keluarganya. Di sisi lain, Prabowo harus mengasuh akal sehatnya, demi kepentingan rezim dan bangsa. Ini bukan sekadar politik. Ini soal bagaimana Prabowo ingin dicatat dalam sejarah.
Prabowo bukan orang baru dalam kancah perlawanan. Ingat, Soeharto saja, yang tak lain adalah mertua Prabowo, pernah ia lawan. Sejarah mencatatnya dengan jelas. Rumor tentang penculikan di bawah komando Prabowo adalah bagian dari teka-teki siapa sebenarnya Prabowo. Sosok yang tidak bisa dipandang sebelah mata, ia adalah seorang jenderal dengan nyali baja.
Belakangan, pidato Prabowo di Kongres PAN memberi sinyal yang kuat. Itu bukan hanya pidato biasa. Itu adalah pernyataan diri, sekaligus sindiran yang halus namun tajam. Siapa yang ia sindir? Jelas, siapa pun yang merasa tersentil, ia lah yang tersindir.
Prabowo, dengan semua sejarah dan rumor yang melingkupinya, kini memegang kendali. Bagaimana ia akan bersikap terhadap Jokowi, mantan rivalnya? Ini akan menjadi ujian besar. Apakah ia akan mengulangi sejarah, ataukah ia akan membuat sejarah baru?
Jokowi tentu tidak ingin masa lalu menjadi hantu yang mengejarnya. Ia akan mencari perlindungan, baik untuk dirinya sendiri maupun keluarganya. Prabowo, di sisi lain, dihadapkan pada pilihan sulit: mengikuti naluri seorang prajurit, atau menjadi negarawan sejati.
Keberanian Prabowo bukanlah hal baru. Tapi sekarang, keberanian itu diuji dalam konteks yang berbeda. Tidak lagi tentang medan perang, tetapi tentang medan politik yang penuh intrik dan jebakan. Prabowo harus memutuskan, apakah ia akan memelihara dendam, ataukah ia akan memelihara bangsa.
Di mata sejarah, Prabowo sudah dikenal sebagai sosok yang berani melawan. Kini, pertanyaannya adalah, apakah ia berani untuk tidak melawan? Berani untuk memberi kesempatan? Atau mungkin, berani untuk menunjukkan sisi lain dari dirinya yang selama ini tersembunyi di balik baju lorengnya.
Jokowi dan Prabowo, dua nama besar dengan latar belakang yang berbeda, kini berada dalam sebuah permainan catur politik. Siapa yang akan menjadi pemenang? Atau mungkin, keduanya akan menemukan jalan tengah yang belum pernah kita bayangkan?
Yang pasti, sejarah sedang menunggu untuk mencatat langkah-langkah mereka berikutnya. Dan kita, hanya bisa menonton, sambil menebak-nebak, siapa yang akan keluar sebagai pemenang dalam permainan ini. Entah bagaimana, yang jelas, nama mereka akan terus terukir di buku sejarah bangsa ini.
























