• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menagih Janji Ulah Gibran Rakabuming Raka: 19 Juta Lapangan Kerja Baru

Ali Syarief by Ali Syarief
February 14, 2025
in Feature, Tokoh
0
Didukung Penuh oleh Timnas AMIN Bawaslu Pamekasan Periksa Gus Miftah
Share on FacebookShare on Twitter

Pada debat cawapres yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, pada 21 Januari 2024, Gibran Rakabuming Raka berjanji akan membuka 19 juta lapangan kerja baru, dengan 5 juta di antaranya merupakan green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan. Janji tersebut tampak ambisius dan mengundang optimisme, tetapi di awal pemerintahan Prabowo, yang justru terjadi adalah pemangkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara besar-besaran sebesar 25 persen.

Pemangkasan APBN ini menutup peluang usaha dan lapangan kerja baru yang dijanjikan. Bahkan, lebih jauh lagi, pemerintah justru menghapus pegawai honorer, yang seharusnya bisa menjadi bagian dari solusi ketenagakerjaan. Kondisi ini menunjukkan bahwa janji yang disampaikan dalam debat tampaknya hanya sekadar retorika politik tanpa rencana implementasi yang konkret.

Realitas Pemangkasan Anggaran dan Efeknya

Pemangkasan APBN dalam skala besar membawa dampak langsung pada ekonomi rakyat. Dengan anggaran yang lebih sedikit, pemerintah akan mengurangi investasi dalam proyek-proyek infrastruktur, pemberdayaan UMKM, dan program-program ekonomi lainnya yang berpotensi menciptakan lapangan kerja. Bahkan, dalam kondisi ini, janji untuk membuka 19 juta lapangan pekerjaan menjadi semakin sulit terwujud.

Lebih ironis lagi, kebijakan penghapusan pegawai honorer justru memperparah angka pengangguran. Ribuan tenaga kerja yang sebelumnya bergantung pada pekerjaan honorer kini harus mencari alternatif baru dalam situasi ekonomi yang semakin sulit. Ini bertolak belakang dengan janji kampanye Gibran yang menekankan perluasan kesempatan kerja, bukan justru penyempitan peluang.

Hilirisasi dan Tantangan di Lapangan

Gibran menyebut bahwa hilirisasi menjadi salah satu strategi utama dalam menciptakan lapangan kerja baru. Namun, perlu diingat bahwa hilirisasi tidak bisa dilakukan dalam sekejap mata. Proses ini membutuhkan investasi besar, kesiapan infrastruktur, tenaga kerja yang terampil, serta kepastian hukum bagi investor. Tanpa perencanaan yang matang dan dukungan kebijakan yang konsisten, hilirisasi hanya akan menjadi wacana tanpa hasil nyata.

Selain itu, hilirisasi di sektor pertanian, maritim, dan digital yang dijanjikan juga menghadapi tantangan tersendiri. Sektor pertanian, misalnya, masih berjuang dengan masalah lahan, efisiensi produksi, dan harga komoditas yang fluktuatif. Sementara itu, sektor maritim masih minim investasi dan infrastruktur, serta terkendala regulasi yang belum optimal.

Green Jobs: Realitas dan Ilusi

Salah satu aspek yang menjadi sorotan dalam janji Gibran adalah penciptaan 5 juta green jobs. Secara konsep, green jobs memang terdengar menarik dan relevan dengan tren global menuju ekonomi berkelanjutan. Namun, dalam praktiknya, banyak pekerjaan yang dikategorikan sebagai green jobs tidak selalu layak dari segi kesejahteraan pekerja. Banyak di antara pekerjaan ini justru memiliki upah rendah, kondisi kerja yang tidak aman, dan kurangnya perlindungan tenaga kerja.

ILO (International Labour Organization) mencatat bahwa meskipun green jobs berpotensi mengurangi dampak lingkungan, tidak semua pekerjaan yang disebut ramah lingkungan benar-benar memiliki dampak positif. Beberapa sektor seperti daur ulang dan energi biomassa masih memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan kerja dan kesejahteraan pekerja. Tanpa regulasi yang ketat dan pengawasan yang baik, konsep green jobs hanya akan menjadi kedok bagi pekerjaan murah dengan kondisi kerja yang jauh dari ideal.

Cawapres Tidak Boleh Punya Visi Sendiri

Dalam sistem pemerintahan Indonesia, cawapres sejatinya berperan sebagai pendamping presiden dan menjalankan kebijakan sesuai dengan visi-misi pemerintahan yang lebih luas. Janji Gibran untuk membuka 19 juta lapangan kerja seharusnya tidak berdiri sendiri, tetapi harus sejalan dengan kebijakan utama yang diusung Prabowo sebagai presiden. Namun, dengan kondisi pemangkasan anggaran yang drastis, janji tersebut tampaknya tidak menjadi prioritas utama pemerintahan baru.

Jika seorang cawapres memiliki visi sendiri tanpa adanya dukungan konkret dari kebijakan nasional, maka janji tersebut hanya akan menjadi sekadar wacana politik tanpa realisasi. Dengan demikian, peran Gibran sebagai cawapres harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, yakni apakah janji-janji yang ia lontarkan benar-benar mendapat dukungan kebijakan atau hanya menjadi alat kampanye semata.

Kesimpulan

Janji Gibran untuk menciptakan 19 juta lapangan kerja, termasuk 5 juta green jobs, tampaknya bertolak belakang dengan realitas yang terjadi di awal pemerintahan Prabowo. Pemangkasan APBN sebesar 25 persen dan penghapusan pegawai honorer justru mempersempit peluang kerja, bukan menciptakannya. Selain itu, tantangan dalam hilirisasi dan pelaksanaan green jobs juga masih jauh dari kata ideal.

Situasi ini mengingatkan kita bahwa janji kampanye harus selalu dikritisi dan ditagih realisasinya. Jika tidak, masyarakat hanya akan menjadi korban dari retorika politik yang tidak membawa perubahan nyata. Pemerintahan yang baru harus mempertanggungjawabkan janji-janji yang telah diucapkan, bukan hanya menjadikannya sekadar janji manis saat kampanye.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ah Sudahlah, Relakan Hasto Dipenjara!

Next Post

Pemangkasan APBN 25%: Konsekuensi Kebijakan Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Jokowi, Sosok Tanpa Sikap: Menghindar di Tengah Isu Projo Ingin Mendirikan Partai

Pemangkasan APBN 25%: Konsekuensi Kebijakan Jokowi

Laporan Komite 6 Januari : Trump Terlibat Dalam Konspirasi. Akankah Trump Masuk Penjara?

Karma Geopolitik: Ketika Amerika di Ambang Perpecahan - California Ingin Keluar dari USA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...