• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengadili Pemimpin Pasca Kekuasaan: Pelajaran dari Soeharto dan Potensi Kasus Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
December 17, 2024
in Feature, Law, Politik
0
Presiden Jokowi Sangat Menghargai Jika Mahfud MD Mundur
Share on FacebookShare on Twitter

Usai lengser pada tahun 1998, Presiden Soeharto menghadapi gelombang tuntutan hukum. Ia diduga terlibat dalam berbagai skandal korupsi selama 32 tahun pemerintahannya. Namun, proses hukum terhadapnya tidak pernah benar-benar tuntas. Berbagai alasan, termasuk kondisi kesehatannya, digunakan sebagai dasar untuk menghentikan penyelidikan. Meski begitu, langkah menyeret Soeharto ke pengadilan menjadi preseden penting bahwa seorang pemimpin harus bertanggung jawab atas tindakan selama masa jabatannya, terutama jika melanggar hukum.

Kini, sejarah tampaknya berpotensi berulang. Setelah hampir satu dekade berkuasa, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadapi gelombang kritik dan tuduhan serius. Isu pelanggaran konstitusional, seperti dugaan intervensi terhadap Mahkamah Konstitusi (MK), muncul sebagai salah satu alasan utama yang mendorong wacana pemecatan dan kemungkinan proses hukum terhadapnya. Dalam konteks demokrasi dan supremasi hukum, langkah membawa Jokowi ke ranah hukum bisa menjadi simbol penting bagi tegaknya keadilan di Indonesia.

Soeharto: Awal dari Penegakan Hukum terhadap Pemimpin

Kasus Soeharto menunjukkan tantangan besar dalam mengadili pemimpin pasca kekuasaan. Selama memimpin, Soeharto memiliki pengaruh besar terhadap institusi negara, sehingga proses hukum yang berjalan setelah kejatuhannya menghadapi banyak hambatan. Selain alasan kesehatan, ada kekhawatiran mengenai stabilitas politik dan ekonomi, sehingga penyelesaian kasusnya dilakukan dengan cara kompromi politik. Akibatnya, keadilan bagi rakyat yang dirugikan selama pemerintahannya terabaikan.

Meski tidak tuntas, langkah hukum terhadap Soeharto memberi pesan bahwa tidak ada yang kebal hukum, termasuk mantan presiden. Namun, keberanian untuk melanjutkan proses hukum sering kali berbenturan dengan kepentingan politik yang lebih besar.

Jokowi: Tuduhan dan Potensi Kasus Hukum

Di era Jokowi, isu pelanggaran konstitusional menjadi salah satu tuduhan paling serius. Salah satu yang paling mencuat adalah dugaan intervensi terhadap MK terkait perubahan masa jabatan kepala daerah, yang dianggap sebagai langkah strategis untuk melanggengkan kekuasaan melalui jalur politik. Tindakan semacam ini bertentangan dengan semangat konstitusi yang mengutamakan demokrasi dan keadilan.

Selain itu, kebijakan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang kontroversial, dugaan nepotisme, serta pengelolaan anggaran negara yang dinilai tidak transparan, memperkuat alasan bagi pihak yang menginginkan Jokowi bertanggung jawab atas pemerintahannya. Jika PDIP, partai yang mengantarkannya ke kursi kepresidenan, benar-benar menyeret Jokowi ke ranah hukum, ini akan menjadi langkah berani yang menunjukkan komitmen terhadap supremasi hukum, meski berisiko menciptakan konflik politik internal.

Pentingnya Proses Hukum bagi Demokrasi

Mengadili mantan presiden bukan sekadar soal menghukum individu, tetapi juga tentang memperbaiki sistem. Proses ini memberikan pelajaran bahwa kekuasaan tidak boleh disalahgunakan. Dalam kasus Jokowi, jika dugaan pelanggaran benar terbukti, maka penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu. Hal ini juga akan menjadi pembelajaran bagi pemimpin masa depan untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan amanah.

Namun, tantangan terbesar adalah memastikan bahwa proses hukum tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. Proses hukum harus dilakukan secara adil, transparan, dan berdasarkan bukti yang kuat. Jika tidak, upaya ini hanya akan memperburuk polarisasi politik di Indonesia.

Penutup: Jalan Menuju Keadilan

Dari Soeharto hingga Jokowi, perjalanan mengadili pemimpin pasca kekuasaan menunjukkan bahwa keadilan adalah proses yang kompleks. Stabilitas politik, kepentingan partai, dan persepsi publik sering kali menjadi faktor yang memengaruhi langkah penegakan hukum. Namun, jika Indonesia ingin terus maju sebagai negara demokrasi, supremasi hukum harus ditegakkan, meski itu berarti menghadapi mantan pemimpin yang pernah dielu-elukan.

Mengadili Jokowi, jika memang ada bukti pelanggaran hukum, bukanlah soal balas dendam politik, tetapi langkah untuk menunjukkan bahwa tidak ada yang berada di atas hukum. PDIP, sebagai partai pengusung, memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan hal ini. Seperti kata pepatah, “Keadilan tidak boleh ditunda, karena keadilan yang tertunda adalah keadilan yang dinafikan.”

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Aguan dan Jokowi Digugat dalam Kasus PIK 2, Diduga Lakukan Perbuatan Melawan Hukum

Next Post

PEMILIHAN TIDAK LANGSUNG DALAM KRISIS LEGITIMASI

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post

PEMILIHAN TIDAK LANGSUNG DALAM KRISIS LEGITIMASI

Taksi Online Asal Vietnam di Jakarta: Potret Keunggulan Vietnam dan Keterpurukan Indonesia dalam Bisnis dan Teknologi

Taksi Online Asal Vietnam di Jakarta: Potret Keunggulan Vietnam dan Keterpurukan Indonesia dalam Bisnis dan Teknologi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist