oleh : Mahdi Djakakarta Putra
Islam mengajarkan kita untuk hidup benar dan loyal, mengikuti teladan jihad saudara-saudara kita di Gaza, Palestina. Mereka ikhlas berkorban, dengan 2,2 juta jiwa tewas akibat serangan canggih Israel di Gaza, Palestina. Mereka berhak meraih surga syuhada.
Seharusnya kita semua prihatin dan fokus membela kemerdekaan Palestina. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan memboikot produk Israel, sesuai amanah UUD 45. Kita tidak seharusnya terjebak dalam bisnis tambang dan mengejar hubudunia.
Jamaah wukuf, yang artinya berhenti dari kegiatan fisik untuk mendengarkan khotbah Arofah di Ka’bah, merupakan bagian dari ibadah haji yang wajib dilakukan sekali seumur hidup, termasuk melempar jumrah. Jika doanya diterima oleh Allah SWT, maka hidupnya akan diberkahi dan menjadi insan taqwa yang mabrur.
Penjajah Belanda dulu khawatir pada tiap Muslim yang pulang dari haji, karena mereka pulang dengan keyakinan jihad melawan pelanggaran HAM dan penjajahan. Pagelaran ibadah haji menjadi simbol konsolidasi yang menggentarkan musuh dengan melempar jumrah, sehingga bagi Muslim yang mampu harus berqurban.
Selama 252 hari perang Al-Aqsa, Palestina terus melawan penjajah Israel. Hal ini menyadarkan dunia siapa yang sebenarnya bersalah. Palestina menjadi teladan keteguhan, dan perjuangan mereka membuat Israel mendapatkan predikat sebagai bangsa terburuk, yang berdampak pada peningkatan jumlah mualaf di seluruh dunia.
Barat yang anti-Islamofobia ingin melakukan genosida, tetapi akhirnya mereka pun harus mengakui keberadaan dunia Palestina. Semoga Pasukan Imam Mahdi mampu menghadapi Dajjal Israel.
Demikian ungkapan H. Ihsan Tanjung, Khatib Sholat Idul Adha 1445 H, yang bertema “Refleksi Ibadah Haji dan Qurban terhadap Badai Al-Aqsa” yang diselenggarakan di Masjid Al-Ikhwan, lapangan RT 04 RW 15 Bukit Cengkeh 1, Tugu, Cimanggis, Depok.
Panitia qurban Masjid Al-Ikhwan memotong 14 sapi dan 16 kambing, disaksikan oleh Ustaz Adnan Basri, Zakir, Komarudin, Ismail, Machdoni, Suroso, Ismail, Hasan Basri, Sholeh, Sabarudin, dan Indrata.
























