• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Anies Harus Dijegal?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 9, 2023
in Feature, Pemilu
0
Mengapa Anies Harus Dijegal?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr Anwar Budiman SH MH, Praktisi Hukum dan Pemerhati Politik

JAKARTA – Banyak yang menjegal Anies Baswedan agar batal menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024. Namun, upaya penjegalan itu hanya bisa dirasakan, sulit dibuktikan. Seperti angin yang menyentuh tangan dan bahu kita, tetapi tidak bisa ditangkap. Demikian Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam wawancaranya dengan sebuah media akhir pekan lalu.

Nasdem pada 3 Oktober 2022 telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres untuk Pilpres 2024. Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemudian menyusul mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai capres.

Di pihak lain, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah ditetapkan partainya sebagai capres 2024 melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Gerindra, Agustus 2022. Menyusul kemudian Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soakarnoputri menetapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres 2024 pada 21 April 2023.

Dalam survei berbagai lembaga kredibel, elektabilitas atau tingkat keterpilihan Anies Baswedan selalu berada di urutan ketiga setelah Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Ganjar dan Prabowo terkadang bertukar tempat di posisi pertama dan kedua. Namun, Anies selalu berada di posisi ketiga.

Meski demikian, posisi ketiga ini tidak menjadikan Anies ciut nyali. Berkaca pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tahun 2017 di mana lembaga-lembaga survei selalu menempatkannya bersama Sandiaga Uno di posisi ketiga, kali ini pun Anies yakin akan terpilih pada Pilpres 2024; sebuah optimisme dan keyakinan diri yang patut diacungi jempol.

Pertanyaannya, kalau memang elektabilitas Anies berada di posisi ketiga, mengapa banyak pihak merasa terancam oleh keberadaan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini sehingga perlu menjegalnya? Bahkan enam ketua parpol koalisi pendukung pemerintah sampai “ngeriung” di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/5/2023), minus Surya Paloh, padahal Nasdem merupakan parpol anggota koalisi.

Kalau memang Anies menjadi ancaman terkait kesinambungan program pembangunan, bukankah itu normatif saja? Jangankan ganti presiden, ganti menteri ganti kebijakan saja sudah biasa?

Sebenarnya tidak perlu ada yang paranoid, karena jika suatu program pembangunan itu bagus, maka niscaya akan Anies lanjutkan. Lihat saja “track records” atau rekam jejak Anies saat memimpin Jakarta. Program pendahulunya yang baik dilanjutkan, bahkan ditingkatkan, sementara program yang kurang baik akan dievaluasi atau bahkan dihentikan, dan itu normatif saja sebenarnya.

Atau ada pihak-pihak yang memang ketakutan akan ada masalah di kemudian hari jika Anies berkuasa karena mantan Rektor Universitas Paramadina, Jakarta, ini dikenal tegas dan bersih?

Kalau tidak bersih, mana mungkin bisa tegas? Sebaliknya, bagi mereka yang bersih, tidak perlu takut menghadapi Anies. Kecuali mereka yang tidak bersih, boleh takut.

Antitesis

Itu satu hal. Hal lain yang mungkin menjadi sumber ketakutan lawan-lawan politik Anies adalah ia dicitrakan sebagai antitesis Presiden Jokowi.

Kita tahu, citra antitesis yang melekat pada diri Anies akan menguntungkan posisinya sebagai capres. Mengapa? Ini terkait siklus lima atau 10 tahunan, di mana galibnya masyarakat pemilih akan memilih presiden berikutnya yang citra dan karakternya berbeda dengan presiden yang akan digantikannya.

Jika Presiden Jokowi selama ini dikenal sebagai sosok yang spontan dan ceplas-ceplos, sebaliknya Anies dikenal sebagai sosok yang cenderung protokoler dan kalem.

Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dikenal sebagai sosok yang ceplas-ceplos, mirip Presiden Jokowi saat ini. Gus Dur yang digantikan Presiden Megawati Soakernoputri kemudian digantikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang cenderung protokoler dan kalem.

SBY digantikan oleh Presiden Jokowi yang sekali lagi dikenal spontan dan ceplas-ceplos. Untuk presiden yang akan datang, diyakini masyarakat pemilih akan memilih capres yang cenderung protokoler dan kalem seperti SBY, dan itu ada dalam diri Anies.

Alhasil, posisi Anies sebagai capres pun diuntungkan. Inilah faktor lain yang membuat lawan-lawan politik Anies ketakutan, sehingga seperti yang disampaikan Surya Paloh, Anies banyak yang menjegal.

Lalu bagaimana peluang Anies? 

PDIP sudah memegang “golden ticket” karena perolehan kursinya di DPR RI pada Pemilu 2019 lebih dari 20 persen, sehihgga sesuai ketentuan Pasal 222 Undang-Undang (UU) No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, partai berlambang kepala banteng moncong putih dalam lingkaran ini memenuhi syarat “presidential threshold” untuk nengajukan capres-cawapres sendiri tanpa berkoalisi dengan parpol lain. Akibatnya, PDIP akan ngotot mempertahankan Ganjar Pranowo sebagai capres, bukan cawapres. 

Di pihak lain, berdasarkan hasil survei teranyar yang menempatkan Prabowo Subianto di posisi teratas elektabilitas capres, maka Gerindra pun akan keukeuh memasang Prabowo selaku capres sebagai harga mati, bukan cawapres. Jadi diperkirakan akan ada tiga pasangan capres-cawapres sebagai peserta Pilpres 2024, yakni Prabowo, Anies dan Ganjar beserta cawapres masing-masing.

Nah, konstelasi politik semacam ini akan menguntungkan bagi Anies. Pasalnya, Prabowo dan Ganjar memiliki ceruk massa yang relatif sama, yakni nasionalis-religius yang kekiri-kirian atau Islam abangan, sehingga keduanya pun akan berebut suara dari ceruk yang relatif sama. 

Sebaliknya, ceruk suara Anies yang nasionalis-religius kekanan-kananan relatif didulang Anies sendiri, sehingga dukungan suara dari ceruk ini buat Anies akan solid. 

Plus, pemilih Prabowo pada Pilpres 2019 yang nasionalis religius kekanan-kananan sebagian akan beralih ke Anies, karena mereka kecewa Prabowo bergabung dengan pemerintah menjadi Menteri Pertahanan. 

Alhasil, jika Pilpres 2024 diikuti tiga capres, yakni Prabowo, Anies dan Ganjar maka Mas Anies akan menang dalam satu putaran. Insya Allah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mantan PM Thaksin, Tokoh Berpengaruh di Thailand, Akan Kembali dari Pengasingannya, Juli

Next Post

Salut Syahganda Mundur dari KAMI “Konsisten Dukung Anies Tolak Politik Netral”

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Renungan Kemedekaan: Rapuhnya Moralitas Kekuasaan

Salut Syahganda Mundur dari KAMI “Konsisten Dukung Anies Tolak Politik Netral”

KETUM PDIP ; Kita Menganut Sitem Presidential, Apa Itu?

Megawati Tegur Cak Imin dan Prabowo Gegara Pamit Mau Ketemu SBY

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist