• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Impor Beras?

fusilat by fusilat
December 19, 2022
in Feature
0
BPS Pastikan Stok beras Nasional Aman, Kementan Mengatakan Surplus, Bulog mengatakan Cadangannya Menipis. Badan Pangan Nasional Mengatakan Mengkhawatirkan.
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Anggito Abimanyu Dosen UGM

KEBIJAKAN Pemerintah melakukan impor beras menuai polemik. Beras impor sebanyak 5.000 ton dari Vietnam telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (16/12/2022). Beras impor tersebut merupakan bagian dari total 200.000 ton yang direncanakan datang bertahap hingga sebelum panen raya 2023. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan, impor beras dilakukan untuk menstabilkan harga beras di tengah gangguan pasokan beras nasional. Dengan impor beras, maka volume cadangan beras pemerintah (CBP) akan kembali normal. Harga beras sampai November 2022 menunjukkan peningkatan. Harga beras premium meningkat dari Rp 9,824/kg pada Januari 20022, menjadi Rp 10.511/kg atau meningkat hampir 7 persen. Sementara harga beras medium meningkat hampir 8 persen dari Rp 9.381 menjadi Rp 10.122 per kg. Di samping memberatkan konsumen, kenaikan harga beras yang cukup tinggi menjadi salah satu penyebab kenaikan inflasi tahunan saat ini sebesar 5,42 persen. Negara-negara produsen beras ASEAN juga mengalami kenaikan. Rata-rata harga beras di Thailand (kualitas 5 persen broken) meningkat 6,94 persen secara tahunan. Tren peningkatan harga juga terjadi di Vietnam, negara yang sama-sama masuk daftar produsen beras utama dunia. Harga beras di Vietnam meningkat 2,94 persen secara tahunan. Jadi kenaikan harga beras bisa disimpulkan merupakan fenomena pasar. Di satu sisi adanya kondisi konsumsi melebihi produksi beras. Di sisi lain adanya peningkatan biaya produksi akibat faktor eksternal seperti depresiasi nilai tukar, kenaikan biaya bahan baku dan biaya pendukung lainnya, seperti BBM, benih, lahan, dan pupuk.

Alasan impor

Alasan pertama mengapa Indonesia perlu impor beras adalah kekurangan pasokan. Apakah di Indonesia terjadi kekurangan pasokan beras saat ini? Produksi beras pada 2022 diperkirakan sekitar 32,07 juta ton, mengalami peningkatan sebanyak 718,03 ribu ton atau 2,29 persen dibandingkan produksi beras 2021 sebesar 31,36 juta ton. Sementara itu, perhitungan rata-rata konsumsi nasional saat ini mencapai 111,58 kilogram per kapita per tahun. Jika penduduk Indonesia 245 juta (dari 257 juta saat ini) mengonsumsi beras, maka konsumsi beras sekitar 27,3 juta. Jadi secara kasar swasembada, akan terjadi surplus lebih dari 4 juta. Atas dasar itu, organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Lembaga Penelitian Padi Internasional (IRRI) memberikan penghargaan kepada pemerintah Indonesia karena mencapai swasembada beras.

Alasan impor beras lain adalah kekurangan cadangan beras pemerintah (CBP). Beberapa informasi menyatakan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini semakin menipis sehingga perlu menambah pasokan. Bulog diberi tugas melakukan impor beras untuk mengisi CBP. Ini cara yang cepat dan sederhana. Cadangan Beras Pemerintah adalah persediaan beras yang dikuasai dan dikelola oleh Pemerintah melalui Perum BULOG. CBP digunakan sebagai cadangan untuk penanggulangan risiko kekurangan pasokan, termasuk jika terjadi keadaan darurat bencana dan kerawanan pangan pascabencana. Cadangan beras pemerintah dikhawatirkan akan semakin merosot hingga akhir 2022. Target stok beras sebesar 1,2 juta ton pada Desember 2022, diperkirakan tak bisa tercapai. Lagi-lagi solusi cepatnya adalah impor.

Alasan ketiga adalah mengantisipasi risiko gagal panen tahun depan. Petani menghadapi risiko gagal panen menyusul prediksi La Nina yang menguat hingga Desember 2022 dan mereda pada Maret 2023. Hal ini juga berpotensi pada turunnya kualitas panen dan mundurnya panen raya awal 2023. Kantor Meteorologi (Bureau of Meteorology) Australia pada Selasa (10/11/2022), merilis indikator atmosfer dan lautan menunjukkan adanya gejala La Nina kuat hingga awal 2023 di Samudra Pasifik. Gejala La Nina dipekirakan baru akan mereda pada Maret 2023. Jadi tampaknya alasan impor beras sudah cukup kuat. Bahkan ada yang berpendapat bahwa langkah pemerintah untuk melakukan impor beras sekarang ini justru sudah terlambat. Sebab, harga beras saat ini sudah terlanjur naik dan risiko gagal panel tahun depan sudah dipredikasi secara ilmiah. “Kalau impor sekarang itu sebenarnya sudah terlambat. Meskipun harusnya kalau memang betul-betul impor karena CBP kurang, ya sudah seharusnya segera didatangkan dan dikeluarkan sekarang untuk mengerem harga. Jangan sampai ini terus berlanjut atau harga akan naik terus sampai awal Februari,” ujar Sutarto, mantan Kepala BULOG.

Sutarto menambahkan, “Kalau memang sudah diputuskan, misal, karena stok kurang kemudian kita melakukan impor pada bulan Agustus, cadangan itu bisa langsung dilepas untuk mengisi akhir tahun sampai dengan Januari atau awal Februari. Sehingga harga bisa direm. Kalau baru impor sekarang, menurut saya sudah sangat terlambat.” Entah mana yang benar, sering terjadi perdebatan mengenai data produksi dan konsumsi beras. Apakah dari Kementerian Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, BULOG atau dari BPS.

Intensifikasi vs ekstensifikasi

Terlepas dari perdebatan mengenai akurasi data, persoalan pokoknya adalah produktivitas beras di Indonesia yang rendah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. Laporan International Rice Research Institute (IRRI) menyebutkan ongkos produksi beras di Indonesia minimal dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan Vietnam dan Thailand. Tak hanya karena masalah biaya produksi, banyak faktor pada sektor pertanian Indonesia yang tidak mendukung. Petani di Indonesia menemui beberapa kesulitan mulai dari benih, pupuk, akses pembiayaan. Lahan petani gurem berimbas pada proses bercocok tanam yang tidak efisien. Kapasitas petani menengah dan luas sebagian besar masih belum produktif. Tingginya ongkos produksi menyebabkan harga beras nasional menjadi tinggi. Belum lagi ditambah kondisi geografis Indonesia yang menyebabkan tingginya biaya transportasi dan distribusi.

Salah satu kiat untuk mendorong produksi adalah memperluas lahan pertanian oleh Pemerintah. Namun biaya pembukaan perluasan lahan (ekstensifikasi), khususnya saat ini tidak murah. Ada cara lain, yakni intensifikasi lahan yang sudah ada, melalui teknologi pengolahan lahan mutakhir dan benih unggul hingga lebih produktif dan efisien. Di sinilah Indonesia tertinggal. Jangan disalahkan kenapa saat ini Indonesia impor beras karena masalah fundamental, yakni tertinggalnya produktivitas beras kita. Mari para ahli ekonomi pertanian lebih serius memikirkan dan bertindak mengenai kebijakan perberasan yang fundamental, sebelum kita benar-benar menjadi net importir beras.

Anggito Abimanyu Dosen Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ketua Departemen Ekonomi dan Bisnis, Sekolah Vokasi UGM. Ketua Bidang Organisasi, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia

Dikutip Kompas.com, Senin 19 Desember 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Messi: Si Kutu yang Menyihir

Next Post

Kecelakaan Kereta Cepat di Bandung Barat, Saksi Mata: Kereta Melesat Keluar Lintasan

fusilat

fusilat

Related Posts

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Next Post
Kecelakaan Kereta Cepat di Bandung Barat, Saksi Mata: Kereta Melesat Keluar Lintasan

Kecelakaan Kereta Cepat di Bandung Barat, Saksi Mata: Kereta Melesat Keluar Lintasan

Dugaan Manipulasi Verifikasi Faktual Pemilu 2024, Bawaslu ke Mana? Duh!

Dugaan Manipulasi Verifikasi Faktual Pemilu 2024, Bawaslu ke Mana? Duh!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist