Jakarta, Fusilatnews. – Muhammad Yusuf Martak mengatakan alasan kegiatan dilaksanakan di Masjid At-Tin di Jakarta Timur, yaitu sesuai dengan tema tahun ini, adalah berdoa bersama. Jadi Reuni212 kali ini, tidak akan dilaksanakan di Monumen Nasional atau Monas, demikian keterangan Penanggung Jawab Pelaksana Reuni 212
“Memang di Masjid At Tien, ini kami akan mengusung tema munajat akbar. Kami tidak hanya mengandalkan perjuangan, tapi kita juga mendukung perjuangan dengan doa,” kata Yusuf dalam konferensi pers di Aula Masjid At-Tin, Rabu, 30 November 2022.
Disampaikan Yusuf Martak, bahwa tahun ini tidak seperti aksi turun ke lapangan seperti tahun-tahun sebelumnya. fokus Reuni 212 kalim ini adalah berdoa bersama dan bersimpati atas korban bencana Gempa Cianjur.
“Ini bukan berbentuk aksi, ini adalah bermunajat, yaitu berdoa mengetuk pintu langit supaya doa kami dapat dikabulkan demi keselamatan saudara-saudara kami yang ada di Cianjur yang terkena musibah gempa dan demi keselamatan negara tercinta Republik Indonesia,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Majelis Syuro PA 212 Slamet Maarif mengatakan Monas sudah tidak bisa dimanfaatkan untuk Reuni 212 sejak 2020 karena alasan pandemi Covid-19. Permohonan ijin juga, yang semula ke ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sekarang melalui Sekretariat Negara.
https://e2e7644fcd778df96036c32a57327ba9.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-40/html/container.html Slamet mengatakan tempat acara sempat ingin digelar di Masjid Istiqlal, namun pengelola tempat belum bisa menyanggupi karena berbagai pertimbangan. Bahkan pihaknya juga sudah menemui langsung imam besar masjid tersebut. “Akhirnya kita cari alternatif tempat yang bisa menampung kemudian pas, di sini tempatnya di At-Tin,” tuturnya.
Reuni 212 akan berlangsung pada Jumat, 2 Desember 2022 mulai pukul 02.00 hingga pukul 09.00. Agendanya mulai dari salat tahajud bersama, muhasabah, salat subuh berjamaah, zikir, dan istigosah bersama.
Izin kepolisian kegiatan itu juga sudah disampaikan ke Polda Metro Jaya dan Markas Besar Polri. Jumlah peserta tahun ini sekitar 50 ribu orang sesuai dengan daya tampung Masjid At-Tin. “Kapasitas ini, luar dalam sisi-sisi itu 50 ribu bisa menampung,” katanya.




















