• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

MENGENAL PAHLAWAN NASIONAL ZAINAL MUSTHAFA

fusilat by fusilat
August 16, 2024
in Feature, Seni & Budaya
0
MENGENAL PAHLAWAN NASIONAL  ZAINAL MUSTHAFA
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : DR. Ateng Kusnandar Adisaputra

Kalau kita berkunjung ke Kota Tasikmalaya, di pusat kota terdapat jalan yang diberi nama Jl. KH. Zainal Musthafa. Kenapa ada Jl. KH. Zainal Musthafa di Kota Tasikmalaya ? karena KH. Zainal Musthafa adalah salah seorang Pahlawan Nasional kelahiran Tasikmalaya.

  1. Zainal Musthafa dianugerahi gelar “Pahlawan Nasional”, dengan Keputusan Presiden RI No : 064/TK/1972, tanggal 20 November 1972, yang diserahkan oleh Menteri Sosial Mintareja, SH, dan diterima oleh keluarga KH. Zainal Musthafa, pada 9 Januari 1973.
  2. Zainal Musthafa dilahirkan di Kampung Bageur Desa Cimerah Kewedanaan Singaparna Kab. Tasikmalaya (sekarang Desa Sukarapih Kec. Sukarame Kab. Tasikmalaya), pada tahun 1901 Masehi. Pada tahun 1927, Zainal Musthafa muda mendirikan pesantren di Kampung Cikembang dengan nama Pesantren Sukamanah, dan Kampung Cikembang berganti nama menjadi Kampung Sukamanah. KH. Zainal Musthafa sebagai seorang ulama yang memiliki sifat ta’at, tabah, qona’at, syaja’ah, dan menjungjung tinggi nilai kejujuran, kebenaran serta keadilan, beliau menjadi seorang pemimpin dan panutan umat yang kharismatik, patriotik, berbudi luhur serta berpandangan jauh ke depan.

Pada waktu itu, Pesantren Sukamanah memiliki santri 600-700 orang, dan menimbulkan kecurigaan Kolonial Belanda, menganggap pengajian di Pesantren Sukamanah adalah perkumpulan untuk menyusun kekuatan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda. Akhirnya KH. Zainal Musthafa oleh Kolonial Belanda ditahan dan di penjara di Tasikmalaya pada 17 November 1941, atas tuduhan menghasut rakyat, dan dipindahkan sehari kemudian ke penjara Sukamiskin di Bandung, dan dibebaskan pada 10 Januari 1942.

Meskipun kekuasaan telah berpindah tangan dari kolonial Belanda ke tentara Jepang, sikap dan pandangan KH. Zainal Musthafa terhadap penjajah Jepang tidak berubah. Kebencian KH. Zainal Musthafa semakin memuncak setelah menyaksikan sendiri kezaliman tentara Jepang. KH. Zainal Musthafa bertekad untuk berjuang menentang kezaliman Jepang meskipun nyawa menjadi taruhannya.

Sikap awal penentangan KH. Zainal Musthafa mulai diketahui Jepang ketika Pemerintah Dai Nippon mengumpulkan ulama dan ajengan di kewedanaan Singaparna untuk melakukan saikenrei (ruku ke arah istana Kaisar Jepang di Tokyo), menurutnya perbuatan tersebut termasuk salah satu perbuatan musyrik dan merusak akidah Islam. Sejak peristiwa itu, gerak gerik KH. Zainal Musthafa mulai diawasi oleh Pemerintah Jepang.

Segala kegiatan di Pesantren Sukamanah terus menerus diikuti, diintai, diselidiki oleh Kenpeitai (polisi militer Jepang). Pada 1 Februari 1944, KH. Zainal Musthafa menerima surat untuk menghadap ke markas Kenpeitai Tasikmalaya, tetapi menolak datang. Rabu, 23 Februari 1944 Jepang mengirim utusan ke Pesantren Sukamanah, mereka mengancam KH. Zainal Musthafa dan para santrinya. Jika sampai hari Senin 28 Februari 1944, beliau tidak menyerah, maka Jepang akan meluluh lantahkan Pesantren Sukamanah.

Tak sampai Senin, esoknya hari Kamis, 24 Februari 1944, Jepang mengerahkan pasukan  Kenpeitai. Tujuan mereka satu, yakni ingin menahan  KH. Zainal Musthafa, tapi sebaliknya malah pasukan Jepang yang jadi tahanan para santri Pesantren Sukamanah.

Keesokan harinya, Jum’at 25 Februari 1944 semua tawanan dibebaskan, tetapi senjata tetap menjadi rampasan. Pukul 13.00 WIB saat shalat Jum’at masih berlangsung, datang 4 orang Kenpeitai dan meminta KH. Zainal Musthafa untuk menyerahkan diri dan meminta senjata milik mereka untuk dikembalikan. KH. Zainal Musthafa dan para santri berdialog dengan Kenpeitan, perwira Jepang itu membujuk lagi bahwa KH. Zainal Musthafa tidak akan dihukum asal mau minta ampun dan menyerahkan diri ke markas Kenpeitai Tasikmalaya.

Dalam dialog tersebut, pasukan Sukamanah tersinggung karena perkataan perwira Jepang bahwa jika ada satu orang Jepang mati maka harus ditebus seribu nyawa orang Indonesia. Suasana pun menjadi gaduh, dan karena dari pihak Kenpeitai ada yang menembakan pistol kepada KH. Zainal Musthafa, kemudian beliau langsung berteriak “Hancur Siah Jepang” (Bahasa Sunda).

Selanjutnya santri Sukamanah dan masyarakat yang telah rela mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai langsung menyerang tentara Jepang. 3 orang Kenpeitai dan seorang juru bahasanya  lari ke arah sawah dan 3 orang lainnya meninggal dilokasi, sedangkan yang satu orang lagi berhasil menyelamatkan diri.

Menjelang ashar datang enam kompi polisi  istimewa, yang langsung membuka salvo dan menghujani barisan santri yang hanya bersenjatakan bambu runcing, pedang bambu, dan senjata lainnya. Pasukan santri Sukamanah naik ke truk dan bertempur dengan menggunakan bambu runcing, pedang bambu, dan golok. Akhirnya, dengan kekuatan yang begitu besar, strategi perang yang hebat dan dilengkapi dengan persenjataan yang canggih, pasukan Jepang berhasil menerobos dan memporak-porandakan pertahanan pasukan Sukamanah.

Setelah pertempuran tersebut, saat ditanyakan kepada pasukan Sukamanah, yang menjadi korban dari pihak Jepang sebanyak 300 orang berdasarkan truk yang ada 31 buah. Yang gugur dari pasukan Sukamanah berjumlah 86 orang.

Pasca pertempuran Sukamanah berdarah, KH. Zainal Musthafa diajak berunding oleh tentara Jepang untuk membahas perdamaian di Tasikmalaya. Namun semua itu hanya jebakan, beliau malah ditangkap dan sempat beberapa kali disiksa. KH. Zainal Musthafa ditahan dan dipenjara di Tasikmalaya, kemudian dipindahkan ke Bandung, selanjutnya dipindahkan lagi ke penjara Cipinang, dan setelah itu tidak diketahui dimana beliau berada.

Atas usaha Kolonel Drs. Nugraha Notosusanto, Kepala Pusat Sejarah ABRI, pada 23 Maret 1970 telah ditemukan data dari kepala kantor Ereveld (Taman Pahlawan) Belanda, bahwa KH. Zainal Musthafa dan para santrinya telah menjalani hukuman mati dengan cara dikubur hidup-hidup pada 25 Oktober 1944 dan dimakamkan di Taman Pahlawan Belanda Ancol Jakarta.

Pada 25 Agustus 1973, jenazah Pahlawan Nasional KH. Zainal Musthafa beserta 17 orang santrinya dipindahkan dari Taman Pahlawan Belanda Ancol Jakarta ke Taman Makam Pahlawan Sukamanah oleh Menteri Dalam Negeri Amir Machmud.

Sejak 1974, setiap tanggal 25 Februari diperingati sebagai Perjuangan Pahlawan Nasional KH. Zainal Musthafa. Monumen Aktualisasi Perjuangan KH. Zainal Musthafa Sukamanah di bundaran By Pass Tasikmalaya diresmikan pada 16 November 2000 oleh Gubernur Jawa Barat.

Sekarang dibawah Yayasan KH. Zainal Musthafa berdiri Pondok Pesantren, Madrasah Ibtidaiyah, SMP, SMA KH. Zainal Musthafa, dan satu-satunya pondok pesantren di Indonesia yang memiliki Taman Makam Pahlawan, serta telah melahirkan ratusan ribu alumni, dengan berbagai profesi, dan semoga menjadi para pahlawan sesuai dengan bidang kehaliannya. Aamiin.

Bahan diolah kembali oleh Ateng Kusnandar Adisaputra dari buku “Asy-Syahid KH. Zainal Musthafa Dan Perlawanan Sukamanah : Perspektif Sejarah dan Pendidikan”, Tatang Hidayat dan Aam Abdusalam.

 

 

 

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketua Dewan Guru Besar Bersama Rektor UIM Makassar Resmikan Baruga Siamaseang Al-Gazali

Next Post

Enam Terpidana Kasus Vina-Eky Kembali ke Lapas Cirebon, Sudirman Tak Ikut Pulang ke Lapas Cirebon – Keberadaannya dimana?

fusilat

fusilat

Related Posts

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah
Feature

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026
Feature

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Next Post

Enam Terpidana Kasus Vina-Eky Kembali ke Lapas Cirebon, Sudirman Tak Ikut Pulang ke Lapas Cirebon – Keberadaannya dimana?

Pidato Kenegaraan Jokowi 2024: Hambar di Akhir Masa Jabatan

Pidato Kenegaraan Jokowi 2024: Hambar di Akhir Masa Jabatan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

May 3, 2026
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang

Prabowo: Kritik Tak Digubris – Penderitaan Bangsa Lain Direduksi

May 3, 2026
Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

May 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...