• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

MENGHADIRKAN PERUM BULOG DITENGAH KESULITAN PETANI

by
December 29, 2024
in Economy, Feature
0
Harga Beras Melesat Kayak Roket, Tembus Rp 25 Ribu Per Kg di Kota – Kota Tertentu
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Keluhan para petani yang menuntut Negara/Pemerintah hadir dalam kesulitan petani, sebetulnya telah mengumandang sejak lama. Sebut saja, ketika musim tanam tiba, para petani sering teriak tentang kelangkaan pupuk. Atau ketika musim panen datang, petani mengeluh soal anjloknya harga gabah. Anehnya, kejadian seperti ini terus berulang, seolah Pemerintah cukup kesusahan mencarikan solusinya.

Namun begitu, jujur kita akui, Pemerintah sendiri tampak berupaya mencarikan jalan keluarnya. Soal pupuk langka, sejak tahun ini Pemerinah menambah dua kali lipat jumlah alokasi pupuk bersubsidi. Semula Pemerintah hanya menyiapkan 4,7 juta ton, kini ditambah jadi 9,55 juta ton. Dengan tambahan jumlah alokasi pupuk, diharapkan tidak terdengar lagi keluhan langkanya pupuk bersubsidi.

Begitu pun dengan kejadian anjloknya harga gabah di saat musim panen tiba. Pemerintah berkeinginan agar masalah ini tidak terus berlangsung. Pemerintah tahu persis, jika hal ini tanpa solusi, bisa jadi petani akan kecewa berat atas jerih psyah ysng mereka tempuh selama ini. Petani ingin agar kerja kerasnya sekitar 3 bulan lebih ini, dinilai dengan harga yang wajar.
Adanya kemauan politik Kabinet Merah Putih untuk memposisikan Perum Bulog sebagai off taker untuk membeli gabah/beras petani saat panen berlangsung, tentu hal ini merupakan angin segar dalam upaya Pemerintah melakukan pembelaan dan perlindungan terhadap petani. Dengan harga wajar dan tidak ditekan untuk anjlok, maka hasrat petani untuk berubah nasib, peluangnya jadi terbuka.

Pertanyaannya adalah sampai sejauh mana kesiapan Perum Bulog untuk tampil sebagai off taker ? Hal ini, jelas bukan kondisi yang mudah diwujudkan. Masalahnya, tentu tidak segampang Menteri BUMN bicara tentang penugasan bagi Perum Bulog untuk jadi off taker dihadapan Menteri Pertanian, tapi yang lebih serius untuk dipikirkan, bagaimana dalam pelaksanaannya di lapangan.

Secara teknis, mestinya penugasan sebagai off taker, bukan masalah serius bagi Perum Bulog. Bukankah selama ini pun Perum Bulog sudah terbiasa membeli gabah atau beras dari petani ? Justru yang butuh penelaahan lebih dalam lagi adalah apakah petani berkenan untuk menjual hasil panennya kepada Perum Bulog, mengingat petani telah memiliki kaitan emosi dengan bandar dan tengkulak ?

“Suasana kebatinan” antara petani dengan bandar dan tengkulak sepertinya lebih lengket ketimbang petani dengan Perum Bulog. Terlebih jika hasil panen petani sudah diijonkan lebih dahulu, karena berbagai kebutuhan mendesak para petani. Jika ini yang terjadi, biasanya para petani hanya akan memperoleh jerami saat panen berlangsung.

Dihadapkan pada hal demikian, sedini mungkin Perum Bulog perlu membangun suasana kebatinan yang lebih inten dengan petani. Perum Bulog tidak seharusnya tampil hanya sebagai perusahaan plat merah, tapi bagaimana caranya agar Perum Bulog pun mampu tampil sebagai bagian integral dari kehidupan petani. Slogan Perum Bulog “sahabat” petani, perlu dibuktikan lebih nyata lagi.

Bila di tingkat Pusat ada komitmen bersama antara Menteri Pertanian dengan Menteri BUMN dalam menjadikan Perum Bulog sebagai off taker membeli gabah/beras petani saat panen raya berlangsung, mestinya di tingkat “grass root” dilakukan pula sinergi dan kolaborasi antara para Penyuluh Pertanian dengan Perum Bulog.

Kebersamaan Penyuluh Pertanian dengan petugas Perum Bulog di lapangan merupakan kebutuhan yang harus dirancang sedini mungkin, sehingga kehadiran Perum Bulog sebagai off taker, akan betul-betul memberi berkah bagi perbaikan nasib dan kehidupan para petani. Perum Bulog, jelas harus tampil beda dibanding bandar dan tengkulak. Buktikan Perum Bulog adalah sahabat sejati para petani.

Hadirnya Perum Bulog sebagai off taker yang membeli gabah/beras petani saat panen berlangsung, sebetulnya sudah lama ditunggu para petani. Perum Bulog sebagai BUMN, yang memiliki fungsi “social responsibility”, tentu tidak akan merugikan petani. Justru kehadirannya diharapkan mampu jadi penyelamat terhadap perilaku oknum yang doyan memainkan harga di tingkat petani.

Langkah seperti ini, tentu perlu diberi acungan jempol. Kalau dalam pelaksanaannya sesuai dengan apa yang direncanakan, hadirnya Perum Bulog sebagai off taker, setidaknya dapat mengobati kerinduan petani atas hadirnya Negara/Pemerintah dalam kesulitan petani. Perum Bulog adalah simbol Pemerintah yang peduli atas perbaikan nasib petani.

Tidak lama lagi, para petani padi akan melaksanakan panen musim tanam April-September 2024 yang waktunya mundur beberapa bulan. Perum Bulog dengan segala kekurangannya, tentu telah menyiapkan berbagai langkah pelaksanaannya di lapangan. Sebagai off taker, Perum Bulog pasti tidak akan menekan harga yang merugikan petani.

Terciptanya harga gabah dan beras yang wajar adalah dambaan petani selaku produsen, yang selama ini kecewa berat karena adanya permainan oknum tertentu yang gandrung menekan harga jual petani, hanya sekedar ingin mengeruk keuntungan setinggi-tingginya. Hal ini, tentu menjadi “pe-er” Perum Bulog untuk mencarikan jalan keluarnya.

Sebagai terobosan cerdas, Perum Bulog dijadikan off taker, tentu penting dikawal dan didampingi pelaksanaannya di lapangan. Kelembagaan petani seperti KTNA dan HKTI serta lainnya, perlu hadir di tengah-tengah kesulitan petani untuk memperoleh harga gabah yang wajar. Kita optimis, Perum Bulog akan memberi kinerja terbaiknya dalam membela dan melindungi petani. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Membangun Patung Jokowi di IKN: Glorifikasi Individu – Inisiatif Siapa?

Next Post

Terkait Dugaan Pemerasan Penonton DWP, Ini Hasil Pemeriksaan 34 Polisi oleh Propam

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post
Terkait Dugaan Pemerasan Penonton DWP, Ini Hasil Pemeriksaan 34 Polisi oleh Propam

Terkait Dugaan Pemerasan Penonton DWP, Ini Hasil Pemeriksaan 34 Polisi oleh Propam

Terkait Kasus Pemerasan terhadap Penonton DWP, PH PPWI: Mereka Harus Dipidanakan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...