• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menguatkan Pendidikan Pancasila di Era Modern

fusilat by fusilat
November 26, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nabila Rinka Larasati, Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Jurusan Pendidikan Sosiologi

Jakarta – Untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bagi bangsa Indonesia. Ideologi bangsa, politik, kehidupan sosial dan budaya, ekonomi nasional, pertahanan dan keamanan negara, serta aspek pemerintahan negara lainnya semuanya diatur oleh Pancasila.

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan Indonesia akan mengalami ledakan demografi antara tahun 2030 dan 2040. Artinya, berbeda dengan usia non-produktif, mayoritas penduduk Indonesia akan berada dalam usia produktif (15–64 tahun) selama periode ini. Termasuk yang disebut Generasi Z, yang saat ini berusia antara 10 hingga 26 tahun. Pada tahun 2020, Biro Statistik Tenaga Kerja memperkirakan dalam 15 tahun ke depan, mereka akan menjadi mayoritas. Ini menunjukkan bahwa Generasi Z akan mendominasi bonus demografi. Kemudahan mobilitas manusia sangat diuntungkan dari perkembangan teknologi yang telah membawa pada era Masyarakat 5.0, yang telah didorong oleh globalisasi dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun begitu, perkembangan teknologi ini juga memiliki kelemahan yang bisa membahayakan moralitas generasi masa depan Indonesia, khususnya Generasi Z, yang akan memutuskan apakah bonus demografi Indonesia akan menguntungkan atau tidak.

Era modern yang penuh arus informasi global ini telah memberikan dampak yang mendalam pada banyak aspek kehidupan, termasuk ekonomi, teknologi, kehidupan sosial, dan budaya. Globalisasi mempermudah pengetahuan, budaya internasional, dan gaya hidup kontemporer untuk masuk ke Indonesia tanpa penyaringan yang memadai. Globalisasi menawarkan peluang untuk kemajuan, tetapi juga menempatkan identitas budaya lokal dan ketahanan moral pada risiko.

Dalam menghadapi ancaman tersebut, pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi bangsa yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman serta beradaptasi dengan lingkungan global. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat, penguatan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan semangat NKRI menjadi semakin relevan untuk menjaga persatuan serta kualitas kehidupan berbangsa.

Agar generasi muda berhasil di masa depan dan dapat menjaga persatuan negara yang berbeda dalam hal etnis, agama, budaya, dan bahasa, sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada mereka. Menjaga kerukunan dan persatuan nasional membutuhkan penerapan nilai-nilai Pancasila secara konsisten.

Dalam pendekatan ilmu sosial, masyarakat dipandang sebagai sistem yang tersusun atas nilai, norma, dan struktur sosial. Nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai pedoman bersama yang mengatur perilaku sosial. Nilai Kemanusiaan, Persatuan, dan Keadilan Sosial, misalnya berperan dalam menciptakan keteraturan sosial dan mencegah konflik.

Melalui pendidikan Pancasila, diajarkan bagaimana nilai-nilai ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sikap saling menghormati hingga kebiasaan gotong-royong. Ilmu sosial memberikan kerangka analitis bahwa nilai tersebut merupakan mekanisme integral yang menjaga keseimbangan dalam masyarakat multikultur.

UUD 1945 dalam kacamata ilmu sosial mencerminkan struktur sosial formal yang menjadi dasar bagi hubungan antar-lembaga negara dan masyarakat. Pendidikan Pancasila mengajarkan pentingnya mematuhi konstitusi sebagai norma hukum tertinggi. Ini sejalan dengan teori-teori sosial tentang lembaga dan tata kelola masyarakat, bahwa sebuah masyarakat yang stabil membutuhkan aturan yang jelas, peran sosial yang terstruktur, serta interaksi yang berlangsung sesuai norma hukum.

Pemahaman ini membentuk warga negara yang sadar hak, patuh kewajiban, dan kritis terhadap proses kehidupan bernegara.

Prinsip Bhinneka Tunggal Ika memiliki keterikatan kuat dengan konsep keberagaman budaya dalam ilmu sosial. Indonesia merupakan masyarakat yang plural atau majemuk dengan beragam identitas sosial. Pendidikan Pancasila membantu memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan sosial yang dapat memperkaya kehidupan bersama.

Dalam perspektif ilmu sosial, keberagaman dapat menciptakan integrasi sosial bila didasari toleransi, komunikasi terbuka, dan interaksi yang saling menghargai.

Dengan memahami nilai Bhinneka Tunggal Ika, generasi muda dapat menghindari prasangka, diskriminasi, dan konflik antar-identitas.

Adapun NKRI dikaji dalam ilmu sosial sebagai wujud integrasi sosial dan politik yang memerlukan kohesi dan loyalitas kolektif.

Pendidikan Pancasila menanamkan kesadaran bahwa mempertahankan keutuhan negara tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga emosional dan sosial. Kesadaran ini tumbuh melalui pemahaman tentang identitas nasional, solidaritas, dan rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia.

Di era modern yang penuh arus informasi global ini, pendidikan Pancasila berfungsi penting untuk menjaga ketahanan sosial agar masyarakat tidak mudah terpecah-belah oleh perbedaan pandangan atau pengaruh eksternal.

Secara keseluruhan, pendidikan Pancasila dalam perspektif ilmu sosial menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan harus berjalan beriringan dengan pemahaman dinamika masyarakat.

Dengan pendekatan ilmiah, pendidikan Pancasila tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk kemampuan dalam menghadapi tantangan sosial, memahami keberagaman, serta berperan aktif sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Di era modern yang terus berubah ini, penguatan pendidikan Pancasila menjadi fondasi yang diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang berkarakter, inklusif, dan berkomitmen pada persatuan bangsa dan kemajuan negara.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerintah Apresiasi SETARA Institute Gelar Anugerah Bisnis dan HAM 2025

Next Post

Alam yang Tidak Pernah Netral: Membongkar Mitos Kesempurnaan dan Kasih di Balik Mekanisme Kehidupan

fusilat

fusilat

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Alam yang Tidak Pernah Netral: Membongkar Mitos Kesempurnaan dan Kasih di Balik Mekanisme Kehidupan

Alam yang Tidak Pernah Netral: Membongkar Mitos Kesempurnaan dan Kasih di Balik Mekanisme Kehidupan

Amuba Dusta Jokowi: Warisan Moral yang Merusak, Urgensi Evaluasi Kesehatan demi Tanggung Jawab Hukum

Wilayah Negara Bukan Etalase Investasi: Menakar Ulang Unsur Jokowi Makar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...