• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Mengurai Pelanggaran HAM dalam Kasus Penembakan Danramil Aradide: Perspektif Amnesty Internationa

Ali Syarief by Ali Syarief
April 14, 2024
in Crime, Feature
0
Mengurai Pelanggaran HAM dalam Kasus Penembakan Danramil Aradide: Perspektif Amnesty Internationa
Share on FacebookShare on Twitter

Menurut Amnesty International (AI), pelanggaran HAM merujuk pada tindakan-tindakan yang melanggar hak-hak asasi manusia yang diakui secara universal. Ini mencakup berbagai tindakan, seperti pembunuhan, penyiksaan, perlakuan sewenang-wenang, penghilangan paksa, diskriminasi, penahanan sewenang-wenang, dan pelanggaran lain terhadap hak-hak dasar manusia.

Pelanggaran HAM dapat dilakukan oleh pemerintah, kelompok bersenjata, individu, atau entitas lainnya. Amnesty International bekerja untuk mengungkap, mendokumentasikan, dan memerangi berbagai bentuk pelanggaran HAM di seluruh dunia, serta untuk mendorong penegakan hukum yang adil dan keadilan bagi para korban.

Tulisan ini akan menyoroti kesalahpahaman yang terjadi dalam paradigma penilaian terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam konteks penembakan yang menimpa Danramil Aradide, Letda Inf Oktovianus Sokolray, di Papua. Kesalahpahaman tersebut tercermin dalam pernyataan TNI yang menilai aksi penembakan tersebut sebagai pelanggaran HAM berat oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Penting untuk dipahami bahwa konsep pelanggaran HAM tidak hanya mencakup tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara terhadap rakyatnya, tetapi juga melibatkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siapapun terhadap individu atau kelompok, tanpa memandang identitas pelakunya.

Dalam konteks ini, aksi penembakan yang menimpa Danramil Aradide merupakan tindakan kekerasan yang patut diperiksa dari sudut pandang HAM.

Dalam konteks HAM internasional, pelanggaran HAM tidak hanya terbatas pada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara terhadap rakyatnya, tetapi juga mencakup tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siapapun terhadap individu atau kelompok. Dengan demikian, pembantaian atau penyerangan terhadap aparat keamanan negara oleh kelompok sipil juga dapat dianggap sebagai pelanggaran HAM.

Konvensi Jenewa tentang Hukum dan Konflik Bersenjata serta Statuta Roma yang mendirikan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) adalah dua contoh instrumen HAM internasional yang mengatur tentang perlindungan bagi personel militer dan sipil dalam konteks konflik bersenjata. Konvensi Jenewa IV, misalnya, secara khusus melindungi personel militer yang terluka, sakit, atau terdampar dalam konflik bersenjata, serta menetapkan bahwa mereka tidak boleh disiksa atau dianiaya secara semena-mena.

Dalam hal ini, serangan yang menyebabkan kematian atau luka-luka pada personel militer, termasuk Danramil Aradide, dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap konvensi dan hukum internasional. Meskipun demikian, penting untuk melakukan penyelidikan yang teliti dan adil untuk mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya dan menegakkan keadilan sesuai dengan prinsip-prinsip HAM internasional.

Perlu dipahami bahwa perlindungan HAM bukanlah hak yang terbatas hanya pada kelompok tertentu, tetapi merupakan hak asasi yang melekat pada setiap individu, termasuk aparat keamanan negara. Dengan demikian, upaya untuk menegakkan HAM haruslah dilakukan secara adil dan tanpa pandang bulu, tanpa memihak pada salah satu pihak dalam konflik.

Namun, perlu dicatat bahwa penilaian terhadap pelanggaran HAM harus didasarkan pada fakta-fakta yang jelas dan objektif, serta melalui proses penyelidikan yang teliti dan tidak memihak. Dalam kasus ini, pernyataan TNI yang mengklaim penembakan tersebut sebagai pelanggaran HAM berat oleh OPM seolah-olah sudah membuat kesimpulan sebelum penyelidikan yang menyeluruh dilakukan.

Tindakan seperti itu dapat memicu kesalahpahaman dan ketegangan yang lebih besar dalam konteks konflik yang sedang berlangsung di Papua. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas penegakan hukum dan perlindungan HAM, penting bagi TNI dan aparat keamanan lainnya untuk menjaga netralitas, objektivitas, dan profesionalitas dalam menangani kasus-kasus kekerasan seperti ini.

Selain itu, dalam menilai pelanggaran HAM, penting untuk memperhatikan konteks sosial, politik, dan budaya tempat kejadian terjadi. Papua, sebagai wilayah yang memiliki dinamika sosial dan politik yang kompleks, memerlukan pendekatan yang sensitif dan berbasis pada dialog dan inklusi, bukan hanya represi dan kekerasan.

Penyelesaian konflik di Papua tidak akan tercapai dengan mengabaikan peran serta masyarakat dan menyalahkan pihak tertentu secara sepihak. Sebaliknya, dibutuhkan pendekatan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan yang melibatkan semua pihak yang terlibat, baik pemerintah, TNI, aparat keamanan, masyarakat sipil, maupun kelompok-kelompok yang terlibat dalam konflik.

Dalam konteks penembakan yang menimpa Danramil Aradide, upaya penyelidikan yang transparan, profesional, dan independen harus dilakukan untuk menegakkan keadilan dan menghindari kesan diskriminatif atau sepihak. Hanya dengan demikian, keadilan dan perdamaian yang berkelanjutan dapat terwujud di Papua, tanah yang kaya akan potensi dan keragaman budaya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menggugat Absennya Peran Masyarakat dalam Pembangunan: Kritik terhadap Pemerintahan Jokowi

Next Post

Jepang: Populasi Lansia yang Tinggal Sendiri Akan Melonjak 47% pada Tahun 2050

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Jepang: Populasi Lansia yang Tinggal Sendiri Akan Melonjak 47% pada Tahun 2050

Jepang: Populasi Lansia yang Tinggal Sendiri Akan Melonjak 47% pada Tahun 2050

Jepang dan Indonesia: Tantangan Populasi yang Berlawanan

Jepang dan Indonesia: Tantangan Populasi yang Berlawanan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist