• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menimbang Keputusan Indonesia dalam Forum Board of Peace — Kritisisme, Risiko, dan Harapan Diplomasi Bebas-Aktif

fusilat by fusilat
January 28, 2026
in Feature, World
0
Empat Kritik dan Pesan untuk Kesuksesan Diplomasi Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pada awal 2026, Indonesia mengambil langkah diplomatik yang cukup kontroversial dengan bergabung sebagai anggota dalam Board of Peace, sebuah forum perdamaian global yang diluncurkan di World Economic Forum Davos dan diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Bergabungnya Indonesia dalam forum ini segera memantik berbagai reaksi, termasuk kritik tajam dari salah seorang diplomat senior Indonesia — Dino Patti Djalal — yang menilai keterlibatan tersebut perlu disikapi dengan kewaspadaan tinggi dan pemikiran strategis yang matang.

Dino, yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, mengidentifikasi empat lampu kuning yang menjadi tanda peringatan bagi Indonesia dalam keterlibatan ini. Pertama, meskipun Board of Peace lahir dari gagasan untuk perdamaian di Gaza, Piagam resmi lembaga tersebut sama sekali tidak mencantumkan isu Palestina atau Gaza — pun tidak menggambarkan fokus pada penyelesaian konflik yang dihancurkan oleh perang dan penderitaan kemanusiaan. Hal ini menunjukkan ketidaksesuaian yang mencolok antara tujuan awal gagasan dengan realitas forum saat ini.

Kedua, struktur organisasi Board of Peace dinilai sangat hirarkis dan tidak egaliter, di mana keputusan utama sepenuhnya berada di bawah kendali Trump sebagai Chairman tanpa batasan waktu jabatan atau mekanisme checks and balances yang adil bagi negara anggota lain. Ini memperlihatkan bahwa forum tersebut lebih mirip sebuah klub pribadi pemimpin tertentu ketimbang platform multilateral yang setara.

Ketiga, kehadiran tokoh seperti Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam forum perdamaian ini adalah ironi tersendiri — mengingat perannya dalam konflik yang melukai ratusan ribu warga sipil di Gaza. Dino melihat ini tidak hanya sebagai simbol kesalahan fokus, tapi juga potensi politisasi terhadap aspirasi kemerdekaan dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Lampu kuning keempat menyerang esensi inti Board of Peace yang tampak “all about Trump” — sebuah forum di mana retorika dan pujian terhadap kepemimpinan Trump mendominasi narasi, sedangkan isu-isu kemanusiaan yang semestinya menjadi pusat perhatian justru tersisihkan. Ini bukan hanya ketidakseimbangan narasi, tetapi juga risiko besar bagi negara-negara anggota yang berpegang pada prinsip keadilan internasional dan kemanusiaan.

Menyadari potensi risiko tersebut, Dino mengajukan enam saran strategis kepada pemerintah Indonesia agar keikutsertaan dalam forum ini tidak justru menjadi jebakan politis yang melemahkan posisi diplomasi Indonesia:

  1. Selalu simpan opsi untuk keluar dari Board of Peace apabila forum tersebut menyimpang dari misi perdamaian sejati dan menjadi alat agenda politik sempit.
  2. Bagikan pengalaman Indonesia dalam rekonsiliasi dan perdamaian — seperti proses Aceh dan Timor Leste — sebagai kontribusi positif yang bermakna.
  3. Pastikan kontribusi Indonesia dalam pasukan perdamaian memiliki mandat jelas dan kontrol yang kuat, agar tidak sekadar menjadi bagian dari agenda yang bukan prioritas nasional.
  4. Fokus pada solusi politis dan sosial yang nyata bagi rakyat Palestina, bukan proyek pembangunan futuristik yang kehilangan jiwa kemanusiaannya.
  5. Tegaskan dukungan untuk kemerdekaan Palestina secara konsisten, bukan sekadar keterlibatan simbolik dalam forum internasional.
  6. Bersikap kritis dan independen — dan siap untuk mencabut keanggotaan bila diperlukan, demi menjaga prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

Esai ini merangkum sorotan penting dari pernyataan Dino Patti Djalal bahwa sebuah forum internasional, sekecil apa pun namanya, tidak boleh membutakan negara terhadap nilai-nilai dasar kemanusiaan, keadilan, dan kebebasan diplomasi. Indonesia, dengan sejarah panjangnya dalam perjuangan kemerdekaan serta pendekatan diplomasi bebas-aktif, sejatinya berada di posisi untuk menjadi juru suara bagi ketidakadilan global — bukan menjadi alat legitimasi politik unilateral. Maka, diskriminasi tajam terhadap struktur, tujuan, dan dinamika kekuasaan dalam forum seperti Board of Peace menjadi kewajiban moral sekaligus strategis. Kritik yang dibangun, meskipun keras, sejatinya menyelamatkan Indonesia dari jebakan retorika internasional yang menjauh dari nilai kemanusiaan sejati.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Peluang Koperasi Mengglobal: Bukan Sekadar Bunga Tidur

Next Post

Makan Bergizi Gratis: Investasi SDM atau Ladang Problem Baru?

fusilat

fusilat

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Makan Bergizi Gratis: Investasi SDM atau Ladang Problem Baru?

Makan Bergizi Gratis: Investasi SDM atau Ladang Problem Baru?

Demokrasi yang Diuji, Harapan yang Bertahan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist