• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Menjaga Kedaulatan Pangan: Jurus-jurus Menuju Swasembada Beras Berkelanjutan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
May 1, 2025
in Economy, Feature
0
Bapanas Berencana Impor Beras 1 Juta Ton dari Negara Mana coba?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastroatmadja- (Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Ada politisi kondang yang menyatakan bahwa hanya dalam enam bulan pemerintahan Presiden Prabowo, Indonesia telah berhasil meraih swasembada beras. Jika klaim ini benar, tentu layak kita sebut: Pemerintahan Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih memang keren.

Namun, penting untuk menilik lebih dalam apa yang sebenarnya dimaksud dengan swasembada beras. Ia bukan sekadar stok berlimpah atau berhentinya impor. Swasembada beras adalah kemampuan suatu negara untuk mencukupi kebutuhan beras dalam negeri secara mandiri—tanpa bergantung pada impor. Lebih dari itu, ia mencerminkan kemandirian pangan, peningkatan produksi nasional, dan ketahanan pangan jangka panjang.

Setidaknya ada dua indikator yang membuat klaim swasembada beras saat ini muncul. Pertama, cadangan beras pemerintah hingga akhir Mei diproyeksikan mencapai 3,3 juta ton. Ketersediaan tinggi ini merupakan buah dari peningkatan produksi dan penyerapan optimal oleh Perum Bulog. Kedua, pemerintah merencanakan untuk menghentikan impor beras mulai 2025, dengan keyakinan bahwa produksi dalam negeri akan mencukupi kebutuhan nasional.

Pertanyaannya, apakah kedua indikator ini cukup untuk menyatakan Indonesia kembali berswasembada beras? Apakah swasembada ini hanya bersifat on trend alias sesaat, atau benar-benar berkelanjutan?

Swasembada beras sejatinya bukan hal baru bagi Indonesia. Negeri ini pernah meraih pengakuan internasional atas keberhasilannya. Pada 1984, di era Orde Baru, swasembada beras dicapai dan diakui oleh Badan Pangan Dunia (FAO). Presiden Soeharto diundang khusus ke markas FAO di Roma untuk menyampaikan pengalaman Indonesia. Yang menarik, beliau mengajak serta para petani sebagai pelaku utama swasembada—sebuah langkah yang menunjukkan kebesaran jiwa seorang pemimpin yang menghargai rakyatnya.

Penghargaan serupa juga diterima Indonesia pada 2023, di masa pemerintahan Presiden Jokowi. Kali ini datang dari International Rice Research Institute (IRRI) dan FAO. Pemimpin kedua lembaga ini datang langsung ke Jakarta untuk menyerahkan penghargaan kepada Presiden.

Namun, yang menjadi perhatian adalah sifat keberhasilan tersebut. Mengapa pencapaian swasembada beras kita cenderung bersifat sesaat, bukan berkelanjutan? Ini menjadi tantangan utama ke depan.

Swasembada beras on trend dapat dimaknai sebagai pencapaian yang mengikuti arus kebijakan sesaat atau tren politik, tanpa fondasi kokoh untuk berlanjut. Sementara itu, swasembada beras berkelanjutan adalah kondisi di mana negara mampu memenuhi kebutuhan beras secara konsisten dan stabil, dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan petani, serta efektivitas ekonomi dan sosial.

Ciri-ciri swasembada berkelanjutan mencakup:

  • Produksi yang stabil dan terus meningkat
  • Pengelolaan sumber daya alam yang lestari
  • Kesejahteraan petani dan komunitas lokal
  • Ketersediaan beras yang merata dan terjangkau

Untuk mencapai itu, diperlukan sejumlah jurus jitu yang terintegrasi, tak hanya mengandalkan retorika. Setidaknya ada lima langkah strategis:

  1. Meningkatkan Produksi Dalam Negeri
    Dengan benih unggul, teknologi pertanian modern, serta pengelolaan lahan yang efisien.
  2. Pengelolaan Air Secara Optimal
    Melalui pembangunan dan perbaikan sistem irigasi, serta efisiensi distribusi air.
  3. Peningkatan Kapasitas Petani
    Lewat pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan teknologi kepada para petani.
  4. Pengurangan Kehilangan Pascapanen
    Dengan perbaikan sistem penyimpanan dan fasilitas pascapanen modern.
  5. Kebijakan Pertanian yang Berpihak
    Pemerintah harus hadir lewat regulasi yang mendukung pertanian berkelanjutan dan menjaga kedaulatan pangan.

Jika jurus-jurus ini dijalankan dengan konsisten dan terukur, swasembada beras bukan hanya akan menjadi kebanggaan sesaat, tapi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Melawan Tuduhan Fitnah Jokowi: Cukup Tunjukkan Ijazah Asli

Next Post

KPK Ancam Jemput Paksa Dua Anggota DPR Mangkir dari Pemeriksaan Dana CSR BI

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
KPK Periksa Dua Pejabat PT ASDP Terkait Dugaan Korupsi Akuisisi PT Jembatan Nusantara

KPK Ancam Jemput Paksa Dua Anggota DPR Mangkir dari Pemeriksaan Dana CSR BI

Kantor Media Gaza Menuding  Israel Sengaja Membunuh Wanita dan Anak-anak  Sebagai  Bentuk  Genosida Sistematis 

Smotrich: Israel Tidak Akan Berhenti Bombardir,  Sampai Warga Gaza Mengungsi, Suriah Terbelah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...